PONTIANAK POST - Meminjam mobil sering kali terasa biasa karena dilakukan antarorang dekat.
Namun, justru hubungan dekat kerap membuat sebagian orang mengabaikan detail kecil yang sebenarnya penting dijaga.
Profesional public speaker & trainer Hearty Service, Dr (Cand) A.S. Mayangsari, mengatakan biaya-biaya kecil saat menggunakan mobil pinjaman seharusnya menjadi tanggung jawab peminjam.
Biaya parkir, tol, hingga tilang tidak boleh diam-diam dibebankan kepada pemilik kendaraan. Menurutnya, perhatian terhadap hal sederhana bisa menunjukkan kualitas sikap seseorang.
“Bantuan besar pantas dibalas dengan sikap yang setara,” ujar Mayang.
Jujur Saat Terjadi Kerusakan
Selain soal biaya, kejujuran juga menjadi etika utama ketika terjadi masalah pada kendaraan. Lecet kecil atau kerusakan ringan sebaiknya langsung disampaikan kepada pemilik mobil.
Mayang menilai menyembunyikan kerusakan justru lebih merusak hubungan dibanding kerusakan itu sendiri.
Ia menyarankan agar peminjam segera meminta maaf dan menawarkan solusi tanpa menunggu ditanya terlebih dahulu.
Jangan Gunakan Mobil Melebihi Izin Awal
Mayang juga mengingatkan bahwa penggunaan mobil harus sesuai izin yang diberikan sejak awal. Jika ada perubahan rencana perjalanan atau durasi pemakaian, peminjam wajib memberi kabar kepada pemilik kendaraan.
Menurutnya, izin selalu memiliki batas yang perlu dihormati.
“Transparansi menjadi kunci agar relasi tetap sehat,” ungkapnya. (*)
Editor : Chairunnisya