PONTIANAK POST - Salah satu bagian tersulit dalam decluttering adalah menghadapi barang sentimental.
Banyak orang merasa sulit membuang benda kenangan meski sudah tidak digunakan lagi.
Founder Anti Hoarding Dika Irawan menyarankan agar kategori barang sentimental dikerjakan paling akhir dan dalam sesi khusus.
Baca Juga: Decluttering Bisa Dimulai dari Kardus Bekas dan Kotak Tak Terpakai
Pilih yang Paling Berkesan
Menurut Dika, barang kenangan sebaiknya tetap diseleksi agar tidak terus menumpuk di rumah.
’’Kalau ada sepuluh gantungan kunci kenangan, pilih yang paling berkesan saja. Sisanya ya sudah, tutup mata, buang, lupakan,’’ katanya, dikutip dari Jawapos.
Cara ini membantu penghuni rumah tetap menyimpan kenangan tanpa membuat ruangan penuh barang yang sebenarnya tidak lagi dibutuhkan.
Baca Juga: Cara Membuat Rumah Lebih Lapang dengan Decluttering Secara Bertahap dan Sadar
Gunakan Aturan Satu Tahun
Untuk barang yang terasa “mungkin nanti berguna”, Dika menyarankan melihat kembali frekuensi pemakaiannya.
Jika lebih dari satu tahun tidak digunakan, kemungkinan besar barang tersebut memang tidak diperlukan.
’’Kalau ada tiga barang yang sama, sisakan satu. Kalau nanti butuh, ya beli lagi. Simple,’’ ujarnya.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
Barang yang masih layak pakai juga disarankan untuk didonasikan, mulai dari ditawarkan ke saudara hingga ke tempat ibadah.
Sementara barang rongsokan bisa diangkut petugas sampah.
Decluttering Perlu Sistem dan Disiplin
Menurut Dika, decluttering tidak bisa dilakukan secara spontan atau asal-asalan. Pendekatan yang sistematis membuat hasilnya lebih terasa dan bertahan lama.
Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit
Agar rumah tetap rapi setelah decluttering, seluruh anggota keluarga perlu disiplin menjaga sistem penyimpanan yang sudah dibuat.
Barang perlu dikategorikan dan diberi label agar mudah dikembalikan ke tempatnya.
Dengan begitu, rumah bisa tetap rapi dan nyaman ditempati dalam jangka panjang. (*)