PONTIANAK POST–Penggemar fanatik Sherlock Holmes dari London berkumpul di Swiss, memperingati Hari Internasional Sherlock Holmes yang jatuh setiap 22 Mei. Mereka melakukan napak tilas ke lokasi legendaris Air Terjun Reichenbach, tempat duel terkenal Sherlock Holmes melawan Profesor Moriarty dalam kisah karya Sir Arthur Conan Doyle.
Tradisi tahunan ini digelar meriah oleh komunitas Sherlock Holmes Society of London yang datang mengenakan kostum era Victoria lengkap dengan mantel panjang, tongkat, dan topi khas Sherlock Holmes.
Napak Tilas Duel Ikonis Sherlock Holmes
Baca Juga: Pixar Gunakan Teknologi Fiksi Ilmiah untuk Mengangkat Isu Alam dalam Film Hoppers
Dikutip dari streaming Metro TV Sabtu (9/5) 2026, perayaan berlangsung di Air Terjun Reichenbach yang menjadi lokasi penting dalam cerita “The Final Problem” terbitan tahun 1893.
Di tempat itu, Sherlock Holmes diceritakan bertarung dengan musuh bebuyutannya, Profesor Moriarty, hingga keduanya jatuh ke jurang. Adegan tersebut menjadi salah satu momen paling terkenal dalam sejarah sastra detektif dunia.
Para penggemar melakukan reenactment atau pemeranan ulang adegan legendaris tersebut untuk mengenang karakter detektif yang masih populer hingga sekarang.
Rayakan Hari Kelahiran Pencipta Sherlock Holmes
Perayaan ini juga bertepatan dengan hari kelahiran Arthur Conan Doyle, sosok yang menciptakan karakter Sherlock Holmes pada akhir abad ke-19.
Sherlock Holmes pertama kali muncul dalam novel “A Study in Scarlet” tahun 1887 dan langsung menarik perhatian pembaca dunia karena kecerdasan dan metode deduksinya dalam memecahkan kasus kriminal.
Baca Juga: Rifqi Adnan, Remaja Cerebral Palsy yang Lahirkan Dua Novel Inspiratif
Hingga kini, karakter Sherlock Holmes masih menjadi ikon budaya populer global.
Tradisi Penggemar yang Terus Bertahan
Tradisi peringatan Hari Sherlock Holmes menunjukkan besarnya pengaruh tokoh fiksi tersebut terhadap budaya populer dunia.
Baca Juga: Studi Ungkap Penggemar Musik Rap Kerap Dicap Negatif, Agresif, dan Berbahaya
Komunitas penggemar Holmes tidak hanya aktif di Inggris, tetapi juga tersebar di berbagai negara dengan kegiatan diskusi, cosplay, hingga perjalanan wisata bertema Sherlock Holmes.
Sementara dari laporan BBC menyebut antusiasme para penggemar tetap tinggi meski karakter tersebut sudah berusia lebih dari satu abad.
Bahkan berbagai adaptasi modern seperti serial BBC Sherlock dan serial Amerika Elementary membuat generasi muda kembali mengenal sosok detektif legendaris itu.
Baca Juga: Stephen Curry Isi Suara Karakter GOAT dan Bawa Nuansa Basket Profesional
Sherlock Holmes Jadi Ikon Budaya Populer Dunia
Sherlock Holmes dianggap sebagai salah satu karakter detektif paling berpengaruh sepanjang sejarah sastra modern. Tokoh ini tidak hanya hidup dalam novel, tetapi juga dalam film, serial televisi, teater, hingga komunitas penggemar lintas generasi.
Perayaan di Swiss menjadi bukti bahwa pesona Sherlock Holmes masih terus hidup dan mampu menyatukan para penggemarnya di London dalam sebuah tradisi unik dan penuh nostalgia.
Editor : Silvina