PONTIANAK POST - Selain memperhatikan keamanan, orang tua juga perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan anak saat mendesain kamar. Salah satu hal yang sering luput adalah risiko alergi debu.
Interior designer Stefanie mengatakan kondisi ini bahkan menjadi salah satu pertanyaan pertama yang ia ajukan ketika menerima proyek desain kamar anak.
"Biasanya saya tanya dulu ke klien, anaknya alergi debu atau tidak. Banyak yang jawab iya, tapi ada juga orang tua yang tidak sadar. Mereka taunya anak sering pilek saja,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih, Ternyata Furnitur Kamar Anak Harus Sesuai Postur Tubuh
Hindari Material yang Menyimpan Debu
Untuk anak yang sensitif terhadap debu, Stefanie menyarankan agar penggunaan material tertentu dibatasi.
Karpet serta gorden berbahan tebal sebaiknya dihindari karena berpotensi menjadi tempat penumpukan debu.
Sebagai alternatif, ia lebih merekomendasikan penggunaan roller blind.
Baca Juga: Jangan Cuma Estetik, Ini Cara Mendesain Kamar Anak Lebih Aman
Pilih Furnitur yang Mudah Dibersihkan
Stefanie juga menyarankan agar furnitur tidak memiliki terlalu banyak area terbuka yang dapat menjadi tempat menumpuknya debu.
’’Usahakan juga furnitur tidak banyak area terbuka. Headboard juga jangan pakai fabric, lebih baik synthetic leather supaya tidak menyimpan debu,’’ kata Stefanie.
Baca Juga: Warna Kamar Tidur Anak Bisa Pengaruhi Tidur dan Emosinya, Ini Panduannya
Menurutnya, pemilihan material yang tepat dapat membantu menjaga kamar tetap bersih sekaligus mengurangi risiko paparan debu yang dapat memicu gangguan kesehatan pada anak. (*)
Editor : Chairunnisya