PONTIANAK POST – Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, selama ini dikenal sebagai kiblat umat Islam di seluruh dunia. Namun, tidak banyak yang mengetahui bagaimana bagian dalam atau interior bangunan suci tersebut.
Di tengah pelaksanaan ibadah haji yang diikuti lebih dari 1,5 juta jamaah tahun ini, perhatian umat Muslim kembali tertuju pada Ka’bah, termasuk bagian dalamnya yang sangat jarang terlihat publik.
Dilansir dari SuaraIslam.id yang mengutip Al Jazeera, interior Ka’bah ternyata memiliki desain sederhana, tetapi sarat makna spiritual dan sejarah panjang peradaban Islam.
Baca Juga: Perjanjian Hudaibiyah, Strategi Damai Rasulullah yang Mengubah Sejarah Islam
Allah Subhanahuwata’ala berfirman:
"وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ" “Dan sucikanlah rumah-Ku bagi orang-orang yang thawaf.” (QS. Al-Hajj: 26)
Pintu Emas Ka’bah yang Bernilai Fantastis
Baca Juga: Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pontianak Wafat di Mekkah
Ka’bah memiliki satu pintu utama yang berada di sisi timur laut bangunan. Letaknya sekitar dua meter di atas permukaan tanah sehingga tidak bisa diakses sembarangan.
Pintu tersebut dibuat dari emas murni dengan berat mencapai sekitar 280 kilogram. Tingginya mencapai 3,1 meter dan lebarnya sekitar 1,9 meter.
Pintu Ka’bah hanya dibuka pada waktu tertentu, biasanya dua kali dalam setahun untuk prosesi pencucian bagian dalam Ka’bah yang dilakukan secara khusus.
Baca Juga: Siapakah Sebenarnya Orang Indonesia Pertama yang Menunaikan Haji ke Tanah Suci ?
Interior Ka’bah Ternyata Sangat Sederhana
Meski tampak megah dari luar dengan balutan Kiswah hitam bersulam emas, bagian dalam Ka’bah justru terlihat sederhana.
Di dalamnya terdapat tiga tiang kayu besar yang berfungsi menopang atap bangunan. Tiang-tiang tersebut menjadi salah satu bagian paling penting dari struktur Ka’bah.
Baca Juga: Tips Menentukan Bahan dan Warna Gorden Sesuai Konsep Interior Rumah
Selain itu, terdapat tangga khusus yang digunakan untuk menuju bagian atap Ka’bah. Lantai dan sebagian dinding bagian dalam Ka’bah dilapisi marmer berkualitas tinggi yang memberikan kesan sejuk dan elegan.
Sementara pada bagian atas ruangan tergantung sejumlah lampu gantung yang menghiasi interior Ka’bah dengan nuansa mewah namun tetap khusyuk.
Kain Penutup Interior Ka’bah
Baca Juga: Sempat Tertunda, Satu Jemaah Haji Asal Pontianak Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Bagian dalam Ka’bah juga dihiasi kain penutup khusus yang menempel di sebagian dinding.
Secara historis, kain interior Ka’bah pernah menggunakan berbagai warna seperti merah, hijau, hingga biru tua dengan motif tertentu.
Keberadaan kain tersebut menambah nuansa sakral di dalam bangunan yang menjadi pusat ibadah umat Islam tersebut.
Ka’bah dan Sejarah Panjang Peradaban Islam
Umat Islam meyakini Ka’bah pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam bersama putranya, Nabi Ismail ‘Alaihissalam atas perintah Allah Subhanahuwata’ala.
"وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ"
“Dan ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail.” (QS. Al-Baqarah: 127)
Baca Juga: Ini Tujuh Amalan Berpahala Seperti Ibadah Haji yang Bisa Dilakukan Setiap Hari
Sebelum Islam datang, Ka’bah sempat dipenuhi berhala milik suku-suku Arab. Setelah Fathu Makkah, Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam membersihkan Ka’bah dan mengembalikannya sebagai pusat tauhid.
Kini, Ka’bah menjadi bangunan paling suci bagi umat Islam dan setiap tahunnya dikunjungi jutaan jamaah haji dan umrah dari berbagai negara.
Simbol Persatuan Umat Islam Dunia
Baca Juga: Fakta Menarik Ka’bah, Dari Kiblat Umat Islam hingga Dikaitkan dengan Pusat Bumi
Ka’bah bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi juga simbol persatuan umat Islam di seluruh dunia. Setiap Muslim menghadap ke arah Ka’bah saat melaksanakan salat lima waktu.
Kesederhanaan interior Ka’bah justru menunjukkan kemuliaan rumah Allah bukan terletak pada kemewahan fisiknya, melainkan pada nilai spiritual dan sejarah besar yang dikandungnya.
"إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا"
Baca Juga: Wakaf 220 Tahun dari Tokoh Aceh Ini Masih Mengalir, Ribuan Jemaah Haji Terima Rp9,2 Juta
“Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk manusia ialah Baitullah di Bakkah yang diberkahi.” (QS. Ali Imran: 96)
Wallahua’lam bishawab
Editor : Silvina