Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Patung Anjing di Jepang Ini Simpan Kisah Nyata Mengharukan dan Menggetarkan Dunia

Silvina • Senin, 8 Juni 2026 | 09:52 WIB
Ilustrasi anjing Hichiko di Jepang yang begitu setia dengan tuannya
Ilustrasi anjing Hichiko di Jepang yang begitu setia dengan tuannya

 

PONTIANAK POST – Di tengah hiruk-pikuk Stasiun Shibuya, Tokyo, berdiri sebuah patung anjing yang hampir tak pernah sepi dari pengunjung. Beberapa tahun belakangan, ribuan wisatawan bergantian berfoto di depannya tanpa menyadari patung tersebut menyimpan salah satu kisah paling menyentuh dalam sejarah Jepang.

Patung itu adalah Hachiko, seekor anjing Akita yang namanya telah melampaui batas negara dan generasi. Lebih dari sekadar monumen, Hachiko menjadi simbol kesetiaan yang diakui dunia dan terus dikenang hingga hampir satu abad setelah kematiannya.

Awal Mula Hachiko, Anjing Akita dari Jepang Utara

Baca Juga: Profil Stadion Piala Dunia 2026: Dallas Stadium, Stasiun Luar Angkasa Star Wars yang Bisa Muat Patung Liberty

Dilansir dari laman  Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, kisah Hachiko bermula pada awal 1920-an ketika seorang profesor pertanian di Universitas Tokyo, Hidesaburo Ueno, mengadopsi seekor anak anjing Akita ras murni dari Kota Odate di Jepang bagian utara.

Perjalanan anak anjing tersebut menuju Tokyo tidaklah mudah. Ia harus menempuh perjalanan kereta selama sekitar 20 jam sebelum akhirnya tiba di rumah sang profesor.

Kondisinya saat itu cukup lemah. Namun berkat perawatan dan kasih sayang yang diberikan Profesor Ueno, anjing kecil itu tumbuh sehat dan menjadi sahabat setia keluarga.

Baca Juga: Prajurit Israel Lecehkan Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan, Dunia Mengecam

Profesor Ueno kemudian menamainya "Hachi", yang dalam budaya Jepang berkaitan dengan angka delapan, simbol keberuntungan dan kemakmuran.

Rutinitas yang Menjadi Bukti Kesetiaan

Seiring waktu, ikatan antara Hachi dan Profesor Ueno semakin kuat. Setiap pagi, Hachi mengantar sang profesor menuju Stasiun Shibuya sebelum berangkat mengajar di Universitas Tokyo.

Baca Juga: Dunia Sorot Aksi Tak Bermoral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Kristus

Pada sore hari, Hachi kembali ke stasiun yang sama untuk menyambut kepulangan pemiliknya.Rutinitas itu berlangsung hampir setiap hari dan menjadi pemandangan yang dikenal oleh para pekerja serta warga sekitar stasiun.

Namun, takdir mengubah segalanya pada 21 Mei 1925.Saat sedang mengajar, Profesor Ueno meninggal dunia secara mendadak akibat pendarahan otak. Ia tidak pernah kembali ke Stasiun Shibuya untuk bertemu anjing kesayangannya.

Menunggu yang Tak Pernah Berakhir

Baca Juga: Viralnya Patung Macan Putih di Kediri Jadi Sumber Berkah Ekonomi Desa

Meski pemiliknya telah tiada, Hachi tidak mengetahui kenyataan tersebut. Setiap sore ia tetap datang ke Stasiun Shibuya, duduk menunggu di tempat yang sama, mengamati kerumunan penumpang yang keluar masuk stasiun dengan harapan menemukan sosok yang dicintainya.

Hari berganti minggu. Minggu berganti tahun.Namun Hachi tidak pernah berhenti menunggu.Selama hampir sepuluh tahun, ia terus datang ke Stasiun Shibuya dan menanti kepulangan Profesor Ueno yang sebenarnya tak akan pernah kembali.

Kesetiaan luar biasa itu membuat warga sekitar terharu. Banyak yang mulai memberi makan dan merawat Hachi selama masa penantiannya.

Baca Juga: Status KLB Rabies Ditetapkan, Pemkab Sintang Prioritaskan Keselamatan Warga Lewat Eliminasi Anjing Terinfeksi

Menjadi Berita dan Dikenal Seluruh Jepang

Kisah Hachi mulai menarik perhatian publik setelah seorang wartawan menulis artikel tentang dirinya pada tahun 1932.

Berita tersebut menyebar luas dan menyentuh hati masyarakat Jepang. Sejak saat itu, Hachi dikenal dengan julukan "Chuken Hachiko" yang berarti "Hachiko, Anjing yang Setia".

Baca Juga: Pertimbangkan Ini Sebelum Memelihara Anjing Ras di Rumah agar Tak Salah Pilih

Orang-orang dari berbagai daerah datang ke Shibuya hanya untuk melihat anjing yang telah menjadi lambang pengabdian tanpa syarat tersebut.Nama Hachiko pun perlahan berubah menjadi legenda hidup di Jepang.

Patung Hachiko yang Kini Mendunia

Sebagai bentuk penghormatan atas kesetiaannya, sebuah patung perunggu Hachiko didirikan di depan Stasiun Shibuya pada tahun 1934.

Baca Juga: Dog’s Day Out di Gaia Bumi Raya City, Ajang Seru Pecinta Anjing Pontianak

Patung tersebut dibuat oleh seniman Jepang, Teru Ando, ketika Hachiko masih hidup.Setahun kemudian, tepat pada 8 Maret 1935, Hachiko meninggal dunia pada usia 11 tahun.

Meski telah tiada, namanya terus hidup melalui patung yang kini menjadi salah satu ikon paling terkenal di Tokyo.

Bagi banyak orang, patung Hachiko bukan hanya titik temu atau objek wisata. Monumen itu menjadi pengingat bahwa kesetiaan, cinta, dan pengabdian adalah nilai yang mampu melampaui waktu.

Baca Juga: Dari Disambut hingga Dibenci, Begini Sejarah Jepang di Indonesia

Penghormatan yang Tak Pernah Berakhir

Hingga kini, setiap tanggal 8 Maret masyarakat Jepang masih menggelar upacara peringatan di depan Patung Hachiko untuk mengenang kisahnya.

Penghormatan lainnya juga hadir di Universitas Tokyo. Di kampus tempat Profesor Ueno mengajar, berdiri sebuah patung yang menggambarkan momen reuni antara Hachiko dan sang profesor.

Patung tersebut menjadi simbol harapan dan pertemuan kembali yang selama hidupnya selalu dinantikan Hachiko.

Baca Juga: Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Upacara Penghormatan Korban Pesawat ATR 42-500

Dari Jepang untuk Dunia

Kisah Hachiko telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, diangkat menjadi buku, film dokumenter, hingga film layar lebar yang ditonton jutaan orang di seluruh dunia.

Tidak banyak kisah nyata yang mampu bertahan selama puluhan tahun dan tetap menyentuh hati lintas generasi.

Baca Juga: Pendidikan dan Penghormatan

Dari seekor anjing sederhana yang setia menunggu di stasiun, Hachiko menjelma menjadi simbol universal tentang cinta dan kesetiaan.

Karena itulah, bagi banyak wisatawan yang berkunjung ke Shibuya, Patung Hachiko bukan sekadar monumen biasa. Ia adalah pengingat bahwa kesetiaan sejati terkadang hadir dalam bentuk yang paling sederhana, namun meninggalkan jejak yang paling abadi dalam sejarah manusia.

Editor : Silvina
#anjing hichiko #shibuya jepang #kesetiaan pada tuannya #mengharukan #patung terkenal di jepang