Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Bukan Sekadar Hotel, Bangunan Bersejarah di Paris Ini Melahirkan Mahakarya Dunia

Silvina • Rabu, 10 Juni 2026 | 15:18 WIB
Hotel du Louvre di jantung kota Paris yang eksotik. (WIKIPEDIA)
Hotel du Louvre di jantung kota Paris yang eksotik. (WIKIPEDIA)

PONTIANAK POST – Sebuah hotel mewah biasanya dikenang karena kemegahan bangunan, layanan kelas satu, atau lokasi strategisnya. Namun, Hotel du Louvre di Paris memiliki kisah yang jauh lebih istimewa.

Hotel ini bukan hanya tempat menginap para pelancong, melainkan juga ruang lahirnya sejumlah karya besar yang kemudian dikenang dalam sejarah seni, sastra, dan pemikiran dunia.

Menurut Syafaruddin Daeng Usman, peneliti dan penulis sejarah Kalimantan Barat yang berkesempatan mengunjungi hotel tersebut, nilai sejarah Hotel du Louvre tidak hanya terletak pada usianya yang telah melampaui satu setengah abad. Tetapi juga pada tokoh-tokoh besar yang pernah menghuni kamar-kamarnya.

Baca Juga: Pontianak Post Kunjungi Swiss-Belinn Singkawang, Bahas Tren Hunian Hotel

“Hotel ini menjadi saksi bagaimana para seniman, penulis, dan intelektual dunia menemukan inspirasi yang kemudian melahirkan karya-karya penting yang masih dikenang hingga hari ini,” ujarnya.

Dari Lukisan Pissarro hingga Pemikiran Freud

Salah satu nama besar yang memiliki hubungan erat dengan Hotel du Louvre adalah pelukis impresionis Prancis, Camille Pissarro. Pada tahun 1897. Ia tinggal di hotel tersebut dan menghasilkan sejumlah karya yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah seni dunia.

Baca Juga: Menyusuri Sejarah Besar Austria di Museum Wien Stadt yang Terasa Begitu Mistis

Dari jendela kamarnya, Pissarro melukis pemandangan kota Paris, termasuk karya terkenal L'Avenue de l'Opéra. Lukisan itu menjadi salah satu representasi terbaik kehidupan Paris pada akhir abad ke-19. Sebagai penghormatan atas kontribusinya, pihak hotel kini menamai salah satu suite tertingginya dengan nama sang pelukis.

Tak hanya itu, tokoh psikoanalisis dunia, Sigmund Freud, juga pernah menginap di hotel tersebut. Pada tahun 1910, Freud menulis esai terkenalnya tentang Leonardo da Vinci dari salah satu suite Hotel du Louvre.

Nama besar lainnya yang dikaitkan dengan hotel ini adalah Sir Arthur Conan Doyle. Penulis legendaris pencipta Sherlock Holmes itu bahkan menyebut Hotel du Louvre dalam sejumlah karya ceritanya..

Baca Juga: Menguak Sejarah Kelam di Balik Lukisan Mustafa Pasha di Museum Wina yang Terkesan Angker

“Tidak banyak hotel di dunia yang dapat mengklaim pernah menjadi tempat lahirnya karya seni, sastra, dan pemikiran yang berpengaruh secara global. Hotel du Louvre adalah salah satunya,” kata Syafaruddin.

Pelopor Hotel Mewah Pertama di Prancis

Di balik kisah para tokoh besar tersebut, Hotel du Louvre juga menyimpan sejarah penting dalam perkembangan industri perhotelan dunia.

Baca Juga: Kahlenberg dan Danube di Austria, Jejak Sejarah yang Melahirkan Lagu Abadi Dunia

Hotel ini didirikan pada tahun 1855 bertepatan dengan penyelenggaraan Exposition Universelle atau Pameran Universal di Paris. Pada masa itu, hotel ini menjadi salah satu pelopor konsep Grand Hotel dan dikenal sebagai hotel mewah pertama di Prancis.

Berlokasi tepat di seberang Museum Louvre dan Palais Royal, bangunan tersebut dibangun pada era pemerintahan Napoleon III untuk mengakomodasi para tamu internasional yang datang menghadiri pameran dunia.

Simbol Kemodernan Paris Abad ke-19

Baca Juga: Dari Kota Pengrajin Kulit Menjadi Ibukota Parfum Dunia, Ini Sejarah Grasse

Ketika pertama kali dibuka, Hotel du Louvre merupakan simbol kemajuan teknologi dan kemewahan. Bangunan itu memiliki sekitar 700 kamar, tangga besar yang megah, serta dua lift bertenaga uap yang pada masanya dianggap sebagai teknologi paling modern.

Arsitekturnya mengusung gaya Second Empire atau Kekaisaran Kedua Prancis yang dipadukan dengan sentuhan neoklasik. Kawasan tempat hotel berdiri juga merupakan bagian dari proyek penataan kota besar-besaran yang dilakukan oleh Baron Haussmann, sosok yang mengubah wajah Paris menjadi kota modern seperti yang dikenal saat ini.

Pada masa kejayaannya, hotel ini didukung sekitar 1.250 staf, sebuah angka yang mencerminkan skala kemewahan luar biasa pada abad ke-19.

Baca Juga: Jejak Van Houten, Penemu Cokelat Bubuk yang Mengubah Cara Dunia Menikmati Kakao

Tetap Mewah di Tengah Perubahan Zaman

Meski telah berusia lebih dari 170 tahun, Hotel du Louvre tetap mempertahankan pesona sejarahnya. Kini hotel tersebut beroperasi sebagai hotel bintang lima yang dikelola oleh jaringan Hyatt.

Kemegahan bangunan klasik, lokasi strategis di pusat Paris, serta jejak para seniman dan intelektual dunia menjadikan Hotel du Louvre lebih dari sekadar tempat bermalam. Hotel ini adalah bagian dari sejarah peradaban modern yang menyimpan cerita tentang lahirnya karya-karya besar yang terus menginspirasi dunia hingga sekarang.

Baca Juga: Sherlock Holmes Pernah “Dibunuh” Penulisnya, Fans Dunia Langsung Mengamuk

Bagi para pencinta sejarah, seni, dan budaya, menginap di Hotel du Louvre berarti menyusuri jejak para tokoh besar yang pernah mengubah cara dunia melihat seni, sastra, dan ilmu pengetahuan.

Editor : Silvina
#hotel du louvre #tempat bersejarah di paris #mahakrya dunia #tokoh besar #bukan hotel biasa