PONTIANAK POST – Legenda Padang 12 yang selama bertahun-tahun hidup dalam cerita masyarakat Ketapang kini hadir dalam bentuk film. Kisah yang kerap diperbincangkan warga tersebut diangkat melalui film pendek berjudul Teman Padang 12 karya sineas muda Ketapang, Risky Orama, dan ditayangkan melalui platform Indonesiana TV.
Film ini menarik perhatian publik karena mengangkat cerita yang sudah lama dikenal masyarakat setempat. Tak hanya itu, film tersebut juga sempat menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat berbagai respons dari warganet.
Dari Cerita Rakyat Menjadi Karya Audio Visual
Baca Juga: Kisah Rhoma Irama di Ketapang Bikin Penasaran, Benarkah Pernah Manggung di Padang 12?
Selama ini, kisah Padang 12 lebih banyak dikenal melalui cerita yang berkembang dari mulut ke mulut di tengah masyarakat. Berbagai versi cerita beredar dan menjadi bagian dari folklor atau tradisi lisan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui film Teman Padang 12, cerita yang sebelumnya hanya hidup dalam ingatan kolektif masyarakat itu kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk audio visual.
Dikutip dari berbagai plaform media sosial, dengan pendekatan sinematik yang kuat, film ini menghadirkan suasana yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir sekaligus menyimpan nuansa misteri yang memancing rasa penasaran.
Baca Juga: Kisah Orang Limun dan Kota Tak Terlihat di Padang 12 Ketapang, Fakta atau Legenda?
Film tersebut juga mengangkat unsur sejarah lokal, kepercayaan masyarakat, dan cerita yang hingga kini masih menjadi bahan pembicaraan warga.
Diperankan Anak-Anak, Mengalir Sederhana Namun Menggugah
Dalam cuplikan film yang beredar, cerita diperankan oleh tiga anak kecil, terdiri atas dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.
Baca Juga: Mengungkap Fakta Sejarah Padang 12 Ketapang, Benarkah Pernah Ada Kampung yang Hilang?
Beberapa adegan memperlihatkan dua bocah laki-laki yang sedang bermain di tepi pantai menggunakan seragam sekolah. Pada bagian lain, mereka tampak mengenakan pakaian sehari-hari sambil mencari ale-ale.
Perjalanan keduanya kemudian mempertemukan mereka dengan seorang gadis kecil yang mengaku mengetahui lokasi yang memiliki banyak ale-ale. Percakapan sederhana di antara mereka perlahan membawa penonton pada penyebutan Padang 12, sebuah nama yang telah lama dikenal dalam berbagai cerita masyarakat setempat.
Penggunaan sudut pandang anak-anak membuat alur cerita terasa ringan, namun tetap mampu membangun rasa ingin tahu penonton hingga akhir.
Sempat Trending dan Mendapat Apresiasi
Film ini juga mendapat perhatian di media sosial. Salah satunya datang dari akun Facebook Mak Risa yang mengunggah apresiasi terhadap film tersebut pada 21 Desember 2025.
Dalam unggahannya, Mak Risa menuliskan, "Alhamdulillah langsung trending 1 film 'Teman Padang 12' karya biak Ketapang."
Unggahan tersebut kemudian mendapat respons dari warganet dan ikut memperluas pembahasan mengenai film tersebut di berbagai platform media sosial.
Membawa Cerita Lokal ke Publik yang Lebih Luas
Kehadiran Teman Padang 12 menunjukkan cerita-cerita lokal daerah memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi karya kreatif yang menarik. Melalui medium film, legenda yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan tertentu kini dapat disaksikan oleh masyarakat yang lebih luas.
Selain menjadi hiburan, film ini juga berperan dalam mendokumentasikan cerita rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Ketapang. Di tengah derasnya arus informasi digital, upaya mengangkat kisah lokal ke layar kaca menjadi salah satu cara untuk menjaga agar cerita-cerita tersebut tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
Editor : Silvina