PONTIANAK POST - Hujan deras yang disertai angin kencang sering menjadi tantangan bagi banyak pemilik rumah.
Air hujan yang masuk melalui jendela, pintu, ventilasi, hingga celah bangunan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi merusak interior rumah.
Menurut arsitek StudioPAPA, Pandya Praditya, masalah tampias sebenarnya bisa dicegah sejak tahap perancangan bangunan. Namun, untuk rumah yang sudah berdiri, terdapat sejumlah solusi yang dapat diterapkan tanpa harus melakukan renovasi besar.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
"Untuk mengurangi risiko tampias, berbagai elemen pelindung dapat diterapkan pada bangunan. Mulai dari kanopi, overstek, secondary skin, hingga roller blind outdoor," katanya, dilansir dari Jawapos.
Berbagai Elemen Pelindung untuk Mengurangi Tampias
Pandya menjelaskan, kanopi dan overstek berfungsi mengurangi paparan langsung hujan terhadap bukaan bangunan.
Sementara itu, secondary skin berperan sebagai lapisan perlindungan tambahan yang tetap memungkinkan cahaya dan udara masuk ke dalam rumah.
Baca Juga: Tips Menentukan Bahan dan Warna Gorden Sesuai Konsep Interior Rumah
"Secondary skin seperti jas hujan bagi bangunan. Hujan dan panas tidak langsung mengenai bangunan, tetapi rumah tetap bisa mendapatkan cahaya dan aliran udara," tuturnya.
Selain itu, roller blind outdoor dinilai cocok digunakan pada area semi terbuka seperti teras dan balkon. Material pelindung ini bersifat fleksibel karena dapat ditutup saat hujan turun dan dibuka kembali ketika cuaca membaik.
Solusi Terbaik Dimulai Sejak Tahap Perancangan
Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit
Menurut Pandya, langkah paling efektif untuk mengatasi tampias sebenarnya dimulai sejak tahap perencanaan rumah.
Berbagai aspek seperti orientasi bangunan, desain bukaan, overstek, kanopi, hingga ruang transisi berupa teras dan patio perlu dipertimbangkan sejak awal.
Ia menilai tidak ada satu solusi yang cocok untuk semua rumah. Setiap hunian memiliki kebutuhan yang berbeda, tergantung pada desain, lokasi, orientasi bangunan, serta gaya hidup penghuninya.
"Solusi yang baik bukan sekadar yang paling populer atau paling sering digunakan, melainkan yang paling sesuai dengan kebutuhan, karakter bangunan, dan cara hidup penghuninya," lanjutnya.
Baca Juga: Tips Mengatasi Angin Kencang dan Panas pada Kebun Balkon Rumah
Bedakan Tampias dan Kebocoran
Pandya juga mengingatkan bahwa tampias dan kebocoran merupakan dua masalah yang berbeda. Kebocoran berkaitan dengan talang dan saluran air dalam pengelolaan air hujan dari atap. Sementara itu, tampias terjadi akibat kombinasi hujan dan angin.
Menurutnya, masih banyak orang yang menganggap air hujan selalu turun lurus ke bawah. Padahal, saat tertiup angin, air dapat bergerak hampir horizontal dan masuk melalui berbagai bukaan bangunan.
Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey
"Kita hidup di negara tropis dengan curah hujan tinggi yang sering disertai angin kencang. Saat tertiup angin, air hujan bisa masuk melalui pintu, jendela, ventilasi, maupun celah-celah kecil pada bangunan," ujarnya.
Bukaan Besar Perlu Perencanaan Lebih Detail
Pandya menambahkan, penggunaan kaca dan bukaan berukuran besar yang banyak ditemukan pada rumah modern dapat meningkatkan risiko tampias. Namun, hal tersebut bukan berarti konsep desain tersebut harus dihindari.
Baca Juga: Tips Hemat Listrik di Rumah agar Tagihan Bulanan Lebih Ringan, Cek Cara Mudahnya di Sini
Menurutnya, rumah dengan bukaan besar tetap dapat nyaman dan terlindungi asalkan dirancang dengan perencanaan yang matang.
"Semakin besar bukaan, maka desain lebih detail agar rumah tetap terlindungi dari tampias tanpa mengorbankan kualitas ruang yang ingin dicapai," katanya. (*)
Editor : Chairunnisya