PONTIANAK POST – Nama Putri Nirmala mungkin belum sepopuler tokoh-tokoh perjuangan nasional yang tercatat dalam buku sejarah. Namun bagi masyarakat Kabupaten Kayong Utara Kalbar, sosok yang juga dikenal sebagai Ratu Air Mala ini dikenang sebagai pahlawan wanita yang berjuang melawan penjajahan Belanda pada masanya.
Jejak sejarah Putri Nirmala hingga kini masih dapat ditemukan melalui makamnya yang berada di Desa Gunung Sembilan, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Lokasi makam tersebut menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan kisah perjuangan sekaligus menawarkan suasana alam yang tenang dan asri.
Sosok Putri Nirmala dan Perjuangannya
Baca Juga: Mengenang Soeharto di Hari Kelahirannya, Dari Kritik Sejarah hingga Gelar Pahlawan Nasional
Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Eksplore Kayong Utara, Putri Nirmala atau Ratu Air Mala dikenal sebagai tokoh perempuan yang memiliki keberanian dalam menghadapi penjajahan Belanda.
Meski informasi tertulis mengenai perjalanan hidupnya tidak sebanyak tokoh sejarah lainnya, masyarakat setempat tetap menjaga ingatan kolektif tentang perjuangan sang putri melalui cerita-cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Keberadaan makam Putri Nirmala menjadi salah satu bukti penghormatan masyarakat terhadap jasa dan pengorbanannya. Hingga kini, lokasi tersebut masih sering dikunjungi oleh warga maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat sejarah lokal Kayong Utara.
Baca Juga: Inilah Kisah Menarik Gajah Mada dan Sumpah Palapa yang Melegenda
Makam Berada di Kawasan Perbukitan yang Sejuk
Makam Putri Nirmala berada di Desa Gunung Sembilan dan lokasinya berdekatan dengan makam tokoh lainnya, yakni Ratu Soraya.
Cungkup makam dibangun dengan struktur yang sederhana. Dindingnya terbuat dari kayu dengan atap seng yang melindungi area makam. Di bagian dalam terdapat batu nisan yang dibalut kain kuning sebagai simbol penghormatan kepada Putri Nirmala.
Baca Juga: HUT ke-80 Persit KCK 2026, Ziarah Makam Pahlawan Tanamkan Nilai Perjuangan
Suasana di sekitar makam terasa tenang karena berada di kawasan perbukitan yang dipenuhi pepohonan rindang. Udara yang sejuk serta lingkungan yang masih alami menjadikan tempat ini cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati wisata sejarah sekaligus ketenangan alam.
Daya Tarik Wisata Sejarah di Gunung Sembilan
Selain melihat makam, pengunjung juga dapat menemukan gambar serta informasi mengenai kisah bersejarah yang berkaitan dengan Putri Nirmala. Kehadiran informasi tersebut membantu wisatawan memahami latar belakang tokoh yang dimakamkan di lokasi tersebut.
Baca Juga: Kodim Landak Gelar Ziarah Makam Juang Sambut HUT ke-80 TNI
Keasrian lingkungan menjadi daya tarik lain yang tidak kalah menarik. Hamparan pepohonan yang tumbuh di sekitar area makam menciptakan suasana teduh dan nyaman bagi para pengunjung.
Bagi pecinta sejarah dan wisata budaya, tempat ini menawarkan pengalaman berbeda karena memadukan nilai sejarah lokal dengan keindahan alam pedesaan Kayong Utara.
Akses Menuju Lokasi Makam
Baca Juga: Kekuatan Pahlawan Nasional Jenderal Soedirman Ternyata Bukan Senjata
Makam Putri Nirmala dapat diakses melalui jalur darat. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua untuk mencapai lokasi yang berada di Desa Gunung Sembilan, Kabupaten Kayong Utara.
Meski berada di kawasan perbukitan, perjalanan menuju makam akan memberikan pengalaman tersendiri karena pengunjung dapat menikmati suasana alam yang masih hijau dan relatif alami.
Keberadaan Makam Putri Nirmala menjadi pengingat bahwa Kalimantan Barat memiliki banyak tokoh sejarah lokal yang jasanya layak dikenang. Di balik kesederhanaan makam tersebut tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan yang dikenang masyarakat sebagai sosok pemberani dalam menghadapi penjajahan di masanya.
Editor : Silvina