PONTIANAK POST - Toilet yang bersih dan nyaman menjadi harapan setiap pengguna. Namun, kondisi tersebut hanya bisa terwujud jika setiap orang ikut menjaga kebersihan fasilitas yang digunakan bersama.
Dilansir dari Jawapos, pakar etiket Ellen Tendean menilai kebersihan toilet bukan sekadar soal aturan, melainkan bentuk kepedulian terhadap orang lain.
Perhatikan Kondisi Toilet Sebelum Keluar
Menurut Ellen, pengguna perlu memastikan toilet tetap bersih setelah digunakan.
Baca Juga: Etika Antre Toilet Umum yang Masih Sering Diabaikan Pengguna
’’Pastikan semuanya sudah dibilas bersih tanpa meninggalkan sisa apa pun,’’ kata Ellen.
Kebiasaan sederhana seperti menggunakan flush dengan benar dan tidak meninggalkan kondisi yang mengganggu pengguna berikutnya menjadi bagian dari etika dasar.
Jaga Area Wastafel Tetap Aman
Etika juga berlaku saat menggunakan fasilitas tambahan seperti wastafel. Dalam kondisi tertentu, misalnya ketika berwudu, pengguna perlu memastikan area sekitar tidak membahayakan orang lain.
Baca Juga: Pakar Ungkap Kebiasaan yang Membuat Toilet Cepat Rusak
’’Kalau terpaksa menggunakan wastafel, pastikan lantainya tetap kering dan tidak membahayakan pengguna lain,’’ ujar Ellen.
Menurutnya, lantai yang basah dapat meningkatkan risiko terpeleset bagi pengguna berikutnya.
Menghargai Pengguna Lain
Bagi Ellen, menjaga kebersihan toilet umum pada akhirnya merupakan bentuk penghargaan terhadap sesama pengguna.
Baca Juga: Sekda Sintang Ungkap 35 Persen Rumah Tangga Belum Memiliki Toilet Layak
’’Dengan menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama, itu berarti kita menghargai orang lain,’’ imbuhnya.
Karena itu, setiap pengguna memiliki peran untuk menciptakan toilet umum yang bersih, aman, dan nyaman digunakan bersama. (*)
Editor : Chairunnisya