PONTIANAK POST - Dalam kondisi terburu-buru, tidak sedikit orang yang mengetuk pintu toilet berulang kali saat mengetahui seluruh bilik sedang terisi. Padahal, tindakan tersebut bisa membuat pengguna di dalam merasa tidak nyaman.
Pakar etiket Ellen Tendean mengingatkan bahwa mengetuk pintu toilet memang diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang sopan.
Ketuk dengan Sopan dan Tidak Mendesak
Menurut Ellen, pengguna dapat mencari tahu apakah toilet masih digunakan tanpa harus menggedor pintu.
Baca Juga: Etika Antre Toilet Umum yang Masih Sering Diabaikan Pengguna
’’Kalau ada petugas, sebaiknya minta bantuan petugas untuk mengetuk pintu secara perlahan sambil bertanya apakah masih lama. Kalau tidak ada, bisa dilakukan sendiri dengan cara yang sama,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Hindari Ketukan Berulang
Ellen menilai ketukan yang dilakukan berulang-ulang atau terlalu keras justru dapat membuat pengguna di dalam merasa tertekan.
Baca Juga: Pentingnya Toilet Training Sejak Dini untuk Cegah Gangguan BAB Saat Dewasa
Apalagi jika orang yang berada di dalam sedang sakit perut atau membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, kesabaran menjadi bagian penting dalam penggunaan fasilitas umum.
Pengguna di Dalam Juga Perlu Memberi Respons
Etika tidak hanya berlaku bagi orang yang menunggu di luar. Pengguna yang berada di dalam toilet juga perlu memberikan respons saat pintu diketuk.
Baca Juga: Penyebab Keuangan Bocor Menurut Feng Shui: Perhatikan Posisi Toilet dan Dapur Rumah Anda!
“Kalau diketuk, sebaiknya dijawab. Jangan didiamkan saja,” ujarnya.
Respons sederhana dapat memberi kepastian kepada orang yang sedang menunggu.
“Kalau tidak ada suara apa pun, bisa disangka pingsan dan malah berisiko pintu didobrak,” tambah Ellen. (*)
Editor : Chairunnisya