PONTIANAK POST – Sejarah Kerajaan Kubu menjadi salah satu kisah menarik dalam perjalanan peradaban Islam di Kalimantan Barat. Kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Kabupaten Kubu Raya ini memiliki asal-usul yang unik, karena berawal dari rombongan perantau asal Hadramaut, Yaman, yang mencari kehidupan baru di Nusantara.
Perjalanan panjang para pendatang tersebut akhirnya melahirkan sebuah kerajaan yang berperan penting dalam perkembangan perdagangan dan penyebaran Islam di kawasan pesisir Kalimantan Barat.
Berawal dari Perjalanan Para Perantau Hadramaut
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 1)
Dikutip dari diperpusip.kuburayakab.go.id, cikal bakal Kerajaan Kubu bermula dari kedatangan sekitar 45 orang perantau dari Hadramaut, Yaman. Mereka melakukan perjalanan ke arah timur dengan tujuan mencari daerah baru untuk menetap dan mengembangkan kehidupan.
Rombongan itu terlebih dahulu singgah di Palembang sebelum melanjutkan perjalanan ke Kalimantan Barat. Setibanya di wilayah ini, sebagian dari mereka menyebarkan ajaran Islam di Sukadana dan Mempawah.
Namun, salah seorang tokoh dalam rombongan tersebut, yakni Syarif Idrus, memilih melanjutkan pengembaraan mencari wilayah baru yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 2)
Menemukan Kawasan Strategis di Persimpangan Sungai
Bersama beberapa pengikutnya, Syarif Idrus menyusuri aliran Sungai Kapuas Kecil hingga tiba di kawasan yang dikenal sebagai Suka Pinang atau persimpangan Sungai Rasau.
Daerah tersebut menarik perhatian karena letaknya yang strategis dan memiliki akses transportasi air yang baik. Di lokasi itulah Syarif Idrus bersama rombongannya memutuskan untuk menetap dan membangun sebuah perkampungan baru.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu
Keputusan itu menjadi titik awal lahirnya sebuah pusat permukiman yang kelak berkembang menjadi wilayah penting di pesisir Kalimantan Barat.
Suku Dayak Ikut Bergabung
Perkampungan yang dibangun Syarif Idrus berkembang cukup pesat. Tata kehidupan masyarakat yang teratur membuat banyak orang tertarik untuk bergabung, termasuk kelompok masyarakat Dayak yang sering melintas di kawasan tersebut.
Baca Juga: Mengenal Pahlawan Wanita dari Kayong Utara yang Makamnya Masih Terawat di Perbukitan
Lambat laun jumlah penduduk semakin bertambah. Kehidupan sosial dan ekonomi berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di perkampungan itu.
Melihat kemampuan kepemimpinan yang dimilikinya, masyarakat kemudian mengangkat Syarif Idrus sebagai pemimpin kampung.
Menjadi Pusat Perdagangan Hasil Hutan
Baca Juga: Menelusuri Batu Cap Sukadana, Warisan Purbakala yang Masih Menyimpan Banyak Misteri
Di bawah kepemimpinan Syarif Idrus, aktivitas perdagangan mengalami kemajuan yang cukup pesat. Berbagai hasil hutan dari pedalaman diperdagangkan melalui jalur sungai.
Kemajuan tersebut menarik perhatian para pedagang dari berbagai daerah untuk datang ke wilayah tersebut. Perkampungan yang awalnya sederhana perlahan tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di kawasan pesisir Kalimantan Barat.
Keberadaan jalur sungai yang menghubungkan berbagai wilayah menjadi faktor penting yang mendukung perkembangan perdagangan saat itu.
Baca Juga: Sejarah Malam Satu Suro, Tradisi Jawa yang Berawal dari Upaya Sultan Agung Menyatukan Rakyat
Ancaman Keamanan Melahirkan Nama Kubu
Di tengah perkembangan yang pesat, perkampungan tersebut menghadapi berbagai ancaman keamanan. Kondisi itu mendorong Syarif Idrus untuk mengambil langkah strategis demi melindungi masyarakatnya.
Perkampungan kemudian dipindahkan ke kawasan yang lebih aman di dalam hutan. Selain itu, Syarif Idrus membangun sistem pertahanan dengan menimbun kayu di sungai-sungai yang menjadi akses masuk menuju wilayah tersebut.
Baca Juga: Begini Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Kalender Hijriah yang Mendunia
Benteng alami yang dibangun itu berfungsi sebagai penghalang bagi pihak-pihak yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.
Dari sinilah nama "Kubu" diyakini berasal. Sebutan tersebut merujuk pada kubu pertahanan yang dibangun untuk menjaga wilayah dan penduduk dari berbagai ancaman.
Resmi Menjadi Kerajaan pada Tahun 1775
Baca Juga: Mengungkap Fakta Sejarah Padang 12 Ketapang, Benarkah Pernah Ada Kampung yang Hilang?
Perkembangan wilayah Kubu terus berlangsung hingga akhirnya pada tahun 1775 berubah status dari sebuah perkampungan menjadi pemerintahan berbentuk kerajaan.
Syarif Idrus kemudian dinobatkan sebagai raja pertama dengan gelar Tuan Besar Kubu. Masa pemerintahannya berlangsung dari tahun 1775 hingga 1794.
Pengangkatan tersebut menandai lahirnya Kerajaan Kubu sebagai salah satu kerajaan Melayu Islam yang memiliki pengaruh di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Dari Cerita Lisan ke Layar Kaca, Legenda Padang 12 Diangkat Jadi Film dan Sempat Trending
Didukung Tokoh-Tokoh dari Yaman
Dalam menjalankan roda pemerintahan, Syarif Idrus tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh tiga tokoh penting yang juga berasal dari Hadramaut, Yaman.
Mereka adalah Sayid Hamzah Al Baraqbah, Sayid Ali As Shahabuddin, dan Syekh Akhmad Faluga.
Baca Juga: Dari Cerita Lisan ke Layar Kaca, Legenda Padang 12 Diangkat Jadi Film dan Sempat Trending
Kehadiran para tokoh tersebut memberikan kontribusi penting dalam membangun sistem pemerintahan, memperkuat kehidupan sosial masyarakat, serta mengembangkan nilai-nilai Islam di Kerajaan Kubu.
Warisan Sejarah yang Masih Dikenang
Meski Kerajaan Kubu telah lama menjadi bagian dari sejarah, kisah berdirinya tetap menjadi warisan penting bagi masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Kubu Raya.
Baca Juga: Kisah Rhoma Irama di Ketapang Bikin Penasaran, Benarkah Pernah Manggung di Padang 12?
Perjalanan para perantau dari Hadramaut yang menembus lautan, membangun permukiman di tepian sungai, hingga mendirikan sebuah kerajaan menunjukkan bagaimana interaksi perdagangan, migrasi, dan penyebaran Islam membentuk sejarah Kalimantan Barat.
Dari sebuah kampung kecil yang lahir di persimpangan sungai, Kerajaan Kubu kemudian tumbuh menjadi salah satu kerajaan Melayu Islam yang memiliki peran penting dalam perkembangan kawasan pesisir Kalimantan Barat.
Editor : Silvina