PONTIANAK POST – Di tengah derasnya arus permainan digital dan hiburan modern, masyarakat pesisir Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, ternyata memiliki warisan budaya yang unik dan menarik untuk dikenang. Beragam permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di kawasan pesisir tidak hanya menghadirkan kesenangan, tetapi juga mengandung nilai pendidikan, olahraga, dan pembentukan karakter.
Temuan tersebut diungkap dalam penelitian yang dipublikasikan melalui laman Repositori Kemendikdasmen oleh Nurcahyani, Lisyawati, Setiawan, Ilham, dan Gunawan. Penelitian tersebut mengulas berbagai permainan tradisional masyarakat pesisir Teluk Pakedai yang kini mulai jarang dimainkan oleh generasi muda
Para peneliti ini mengatakan, permainan-permainan tersebut lahir dari lingkungan alam yang didominasi sungai dan perairan. Tak heran jika sebagian besar aktivitas permainan dilakukan di air dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat.
Baca Juga: Mengungkap Sejarah Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu
Lahir dari Budaya Pesisir Sungai
Setiap daerah di Indonesia memiliki permainan tradisional yang khas dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakatnya. Begitu pula dengan Teluk Pakedai yang dikenal sebagai kawasan pesisir dan daerah aliran sungai.
Kondisi geografis tersebut melahirkan berbagai permainan rakyat yang berbeda dengan daerah lain. Anak-anak pesisir memanfaatkan sungai sebagai arena bermain sekaligus tempat belajar mengasah kemampuan fisik dan sosial.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 1)
Beberapa permainan yang dahulu sangat populer di Teluk Pakedai antara lain Anjong Tapah, Jage Telok Buaya, dan Gelembos Pelekat. Meski kini mulai jarang dimainkan, permainan tersebut pernah menjadi hiburan utama masyarakat pesisir.
Anjong Tapah, Permainan yang Menguji Keberanian
Salah satu permainan yang paling unik adalah Anjong Tapah. Permainan ini dilakukan di dalam air dan membutuhkan keberanian serta keseimbangan tubuh yang baik.
Baca Juga: Mengenal H. Ismail Mundu, Pendiri Masjid Batu Teluk Pakedai yang Dibangun Tanpa Kayu (bagian 2)
Dalam permainan tersebut, seorang pemain berdiri atau bertumpu di atas pundak temannya sebelum melakukan gerakan akrobatik dan menjatuhkan diri ke air.
Selain menghibur, permainan ini juga melatih keberanian, keseimbangan tubuh, ketangkasan, dan kepercayaan antarpemain. Tidak semua anak berani mencobanya karena membutuhkan kemampuan mengendalikan tubuh saat berada di atas air.
Jage Telok Buaya yang Penuh Strategi
Baca Juga: Pembangunan Jalan Poros Teluk Pakedai-Kubu Raya Digenjot dengan Anggaran Rp 2,5 Miliar
Permainan unik lainnya adalah Jage Telok Buaya. Permainan ini mengandalkan strategi, kecepatan, dan stamina.
Dalam permainan tersebut, seorang pemain bertugas menjaga "telur buaya" dari pemain lain yang berusaha mencurinya. Penjaga harus mampu mengawasi dan menangkap para pencuri yang mencoba mengambil telur tanpa ketahuan.
Suasana permainan biasanya berlangsung seru karena setiap pemain harus menyusun strategi untuk mengelabui penjaga. Di sisi lain, penjaga harus memiliki ketahanan fisik yang kuat untuk mengejar para pencuri.
Baca Juga: Sekda Kalbar Buka Festival Permainan Rakyat, Dorong Pelestarian Budaya dan Permainan Tradisional
Permainan ini mengajarkan kecerdikan, sportivitas, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Gelembos Pelekat yang Mengandalkan Kekuatan Napas
Tak kalah menarik adalah Gelembos Pelekat atau yang juga dikenal sebagai Gelembos Sarong.
Permainan ini memanfaatkan sarung yang ditiup hingga mengembang seperti balon. Pemain kemudian berada di dalamnya di atas air dan berusaha bertahan selama mungkin.
Karena dilakukan di lingkungan perairan, permainan ini membutuhkan teknik pernapasan yang baik serta daya tahan tubuh yang kuat.
Bagi masyarakat pesisir, permainan ini bukan hanya hiburan semata, tetapi juga menjadi sarana melatih kemampuan bernapas dan beradaptasi dengan lingkungan sungai.
Baca Juga: 58 Titik Pembangunan di Teluk Pakedai Terealisasi 2026, Didukung APBD dan APBN
Memanfaatkan Alam Sebagai Arena Bermain
Keunikan permainan rakyat Teluk Pakedai terletak pada kesederhanaannya. Hampir seluruh permainan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sehingga tidak memerlukan biaya besar.
Anak-anak cukup memanfaatkan sungai, sarung, atau benda-benda sederhana yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Hal ini menunjukkan bagaimana masyarakat masa lalu mampu menciptakan hiburan kreatif dari alam yang mereka miliki.
Baca Juga: Ahli Waris Seorang Petani di Teluk Pakedai Terima Klaim Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan
Di balik kesederhanaannya, permainan tersebut ternyata menyimpan nilai budaya yang sangat tinggi.
Membentuk Karakter Generasi Muda
Selain melatih fisik, permainan tradisional pesisir Teluk Pakedai juga mengandung banyak nilai pendidikan karakter.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Perantau Hadramaut Yaman yang Membangun Kerajaan Kubu di Kalbar
Anak-anak diajarkan untuk bersikap sportif, berani menghadapi tantangan, bekerja sama dengan teman, menghargai orang lain, serta saling membantu ketika bermain.
Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membentuk generasi yang tangguh dan memiliki ketahanan budaya di tengah perubahan zaman.
Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Baca Juga: Mengenal Pahlawan Wanita dari Kayong Utara yang Makamnya Masih Terawat di Perbukitan
Sayangnya, seiring perkembangan teknologi dan masuknya berbagai permainan modern, keberadaan permainan tradisional pesisir Teluk Pakedai semakin jarang dijumpai.
Banyak anak-anak masa kini yang lebih akrab dengan gawai dibanding permainan rakyat yang pernah menjadi bagian penting kehidupan masyarakat pesisir.
Padahal, selain menjadi sarana hiburan, permainan tradisional tersebut juga mengajarkan nilai sportivitas, keberanian, kerja sama, toleransi, dan semangat tolong-menolong. Menurut penelitian Nurcahyani, Lisyawati, Setiawan, Ilham, dan Gunawan, nilai-nilai tersebut berperan penting dalam membentuk karakter anak sekaligus memperkuat ketahanan budaya masyarakat pesisir.
Karena itu menurut para peneliti ini, mengenalkan kembali permainan Anjong Tapah, Jage Telok Buaya, dan Gelembos Pelekat kepada generasi muda menjadi langkah penting agar warisan budaya Teluk Pakedai tetap lestari dan tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Editor : Silvina