PONTIANAK POST – Paris tidak hanya menawarkan pesona Menara Eiffel dan bangunan-bangunan bersejarah. Di balik gemerlap kota yang dijuluki Kota Cinta ini, tersimpan pengalaman yang lebih dalam, mulai dari kawasan seni yang penuh nostalgia, pusat belanja premium, kuliner kelas dunia, hingga hotel bersejarah yang menyimpan cerita unik perjalanan zaman.
Pengalaman tersebut dirasakan Syafarudin Daeng Usman saat menjelajahi berbagai sudut Paris bersama istrinya. Perjalanan itu memperlihatkan romantisme Paris tidak hanya hadir dalam bentuk arsitektur dan pemandangan, tetapi juga melalui budaya, sejarah, serta gaya hidup masyarakatnya.
Baca Juga: Menyusuri Romantisme Paris (bag-1): Dari Pesona Menara Eiffel hingga Montmartre yang Bersejarah
La Vallée Village, Surga Belanja Produk Desainer Dunia
Bagi pencinta fesyen, Paris juga menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda di La Vallée Village. Kawasan premium outlet ini menghadirkan berbagai merek ternama dunia dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan gerai resminya.
Merek-merek Prancis seperti Sandro, Eric Bompard, Longchamp, dan Vanessa Bruno dapat ditemukan berdampingan dengan label internasional seperti Jimmy Choo, Kenzo, Marni, Michael Kors, Paul Smith, Tod's, hingga Sonia Rykiel.
Baca Juga: Jejak Sejarah Flanerie di Paris, Seni Berjalan Santai yang Membentuk Kota Romantis Dunia
Terletak tidak jauh dari Disneyland Paris di kawasan Marne-la-Vallée, lokasi ini dapat ditempuh sekitar 40 menit dari pusat Paris. Wisatawan juga dapat menggunakan kereta menuju stasiun Marne-la-Vallée Chessy yang berada dekat dengan kawasan tersebut.
Yang membuat pengalaman berbelanja semakin menarik adalah layanan personal stylist yang membantu memilih busana sesuai karakter pengunjung. Selain itu tersedia layanan hands-free shopping yang memungkinkan wisatawan berbelanja tanpa harus repot membawa banyak kantong belanjaan.
Menikmati Paris Lewat Kuliner Kelas Dunia
Baca Juga: Museum Louvre Paris, Saksi Bisu Ribuan Tahun Sejarah yang Masih Memikat Dunia
Paris juga dikenal sebagai salah satu destinasi kuliner terbaik dunia. Salah satu nama yang kerap menjadi perbincangan adalah Arpège, restoran yang terkenal karena mengangkat sayuran, buah-buahan, dan rempah menjadi hidangan berkelas tinggi.
Keunikan restoran ini terletak pada penggunaan bahan-bahan segar yang dipanen langsung dari lahan pertanian milik restorannya sendiri. Bahan-bahan tersebut dikirim setiap hari menjelang jam makan sehingga kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
Karena mengikuti musim panen, menu yang disajikan pun terus berubah. Salah satu hidangan yang banyak direkomendasikan adalah telur panas-dingin yang dipadukan dengan whipped cream, cuka sherry, daun chives, dan sirup maple. Selain itu terdapat pula vol-au-vent yang dipadukan dengan anggur, kacang polong, dan lobak.
Baca Juga: Bukan Sekadar Hotel, Bangunan Bersejarah di Paris Ini Melahirkan Mahakarya Dunia
Tak kalah menarik adalah Septime, restoran milik Chef Bertrand Grébaut yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik reputasi Paris sebagai ibu kota kuliner dunia.
Restoran ini menawarkan konsep sederhana namun berkualitas tinggi. Salah satu menu andalannya adalah kembang kol panggang dengan rumput laut dan mentega wasabi. Ciri khas Septime adalah keberanian memadukan bahan-bahan yang tidak biasa namun tetap menghasilkan rasa yang harmonis.
Budaya Kuliner yang Melekat dalam Kehidupan Warga Paris
Baca Juga: Kapal Pesiar M/V Coral Geographer Sambangi Pulau Pelapis, Promosikan Wisata Karimata ke Dunia
Meski terkenal dengan restoran berbintang, budaya kuliner Paris tidak hanya hadir di meja-meja mewah. Warga setempat juga menikmati baguette hangat dari boulangerie, mencicipi berbagai jenis keju di fromagerie, atau berbelanja bahan makanan segar di pasar tradisional yang tersebar di setiap distrik.
Pecinta makanan manis dapat menjelajahi toko kue, cokelat, dan permen terbaik di kota ini. Sementara bagi penikmat suasana klasik Paris, kafe legendaris seperti Café de Flore dan Les Deux Magots menjadi destinasi yang menarik.
Kedua kafe tersebut pernah menjadi tempat berkumpul para tokoh dunia seperti Ernest Hemingway hingga Pablo Picasso yang menjadikannya bagian dari sejarah intelektual dan seni Paris.
Baca Juga: Pulau Pyeongdong Jadi Panggung Kisah Hangat Doctor on The Edge
Saat malam tiba, wisatawan dapat menutup hari dengan menyaksikan pertunjukan kabaret di Moulin Rouge sambil menikmati hidangan khas Prancis dan segelas sampanye.
Hotel Molitor, Dari Kolam Renang Ikonik Menjadi Hotel Mewah
Perjalanan Syafarudin di Paris juga membawanya menginap di Hotel Molitor Paris, sebuah hotel yang memiliki sejarah panjang dan unik.
Baca Juga: Renovasi Hotel Tua: Bukan Sekadar Memperbarui Interior
Daya tarik utama hotel ini bukanlah pemandangan Menara Eiffel, melainkan Piscine Molitor, kolam renang legendaris yang pertama kali dibuka untuk umum pada 1929 dan pernah menjadi simbol gaya hidup kalangan elite Paris.
Selama puluhan tahun, kolam renang tersebut menjadi pusat rekreasi warga kota. Tempat ini juga memiliki catatan sejarah penting karena menjadi lokasi pertama diperkenalkannya bikini kepada publik, sebuah inovasi yang kemudian mengubah dunia mode pantai secara global.
Memasuki dekade 1970-an, popularitas Piscine Molitor mulai meredup. Bangunan tersebut sempat terbengkalai dan dipenuhi graffiti karya seniman jalanan. Namun kondisi itu justru menciptakan identitas baru yang unik.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Perantau Hadramaut Yaman yang Membangun Kerajaan Kubu di Kalbar
Berbagai konser, pesta, hingga peragaan busana pernah digelar di lokasi tersebut sebelum akhirnya Pemerintah Kota Paris memutuskan untuk melakukan restorasi besar-besaran bersama AccorHotels pada 2011.
Beberapa tahun kemudian, kawasan itu kembali hidup sebagai hotel mewah dengan 124 kamar dan suite yang mengelilingi kolam renang bersejarah tersebut. Desainnya menyerupai kapal pesiar elegan dengan sentuhan karya arsitek Jean-Philippe Nuel.
Menariknya, elemen graffiti yang pernah menjadi bagian sejarah bangunan tetap dipertahankan dan diadaptasi ke berbagai sudut hotel sebagai penghormatan terhadap perjalanan panjang Molitor.
Baca Juga: Jejak Van Houten, Penemu Cokelat Bubuk yang Mengubah Cara Dunia Menikmati Kakao
Romantisme Paris yang Selalu Menyisakan Cerita
Dari jalan-jalan artistik Montmartre, pusat belanja premium, restoran kelas dunia, hingga hotel bersejarah yang menyimpan jejak perubahan zaman, Paris terus menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap pengunjungnya.
Kota ini bukan hanya tentang Menara Eiffel atau Sungai Seine. Paris adalah perpaduan harmonis antara sejarah, seni, kuliner, mode, dan romantisme yang selalu menyisakan cerita untuk dikenang.
Selesai
Editor : Silvina