Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Sudah Ditanam Ratusan Tahun Lalu, Durian Diam-Diam Tumbuh di Amerika

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 29 Juni 2026 | 22:37 WIB
PESONA RAJA BUAH. Seorang pengunjung berfoto bersama buah durian di Puerto Rico. Meski identik dengan Asia Tenggara, durian ternyata telah tumbuh di wilayah Karibia selama lebih dari satu abad dan kini mulai dilirik sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi di Amerika. (yearofthedurian.com)
PESONA RAJA BUAH. Seorang pengunjung berfoto bersama buah durian di Puerto Rico. Meski identik dengan Asia Tenggara, durian ternyata telah tumbuh di wilayah Karibia selama lebih dari satu abad dan kini mulai dilirik sebagai komoditas pertanian bernilai ekonomi di Amerika. (yearofthedurian.com)

PONTIANAK POST - Durian selama ini identik dengan hutan tropis Asia Tenggara. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa "Raja Buah" tersebut ternyata telah tumbuh di Puerto Rico, wilayah Amerika di kawasan Karibia, selama lebih dari satu abad.

Jejak durian di Puerto Rico bermula pada awal abad ke-20, tak lama setelah Amerika Serikat mengambil alih pulau itu dari Spanyol. Pada periode tersebut, benih durian dibawa dari Filipina dan ditanam di Tropical Agricultural Research Station (TARS), sebuah pusat penelitian pertanian tropis milik pemerintah Amerika Serikat.

Menurut arsip TARS, periode awal pengembangan lembaga tersebut pada 1901-1930 didedikasikan untuk mengintroduksi tanaman dan varietas baru dari berbagai wilayah tropis dunia ke Puerto Rico. Seiring waktu, TARS membangun koleksi lebih dari 2.000 spesies tanaman tropis, menjadikannya salah satu pusat konservasi dan penelitian tanaman tropis terlengkap di Belahan Barat. Dalam konteks itulah, durian diperkirakan ikut diperkenalkan dan mulai beradaptasi di Puerto Rico lebih dari satu abad lalu.

Dari Tanaman Koleksi Menjadi Kebun Durian

Dikutip dari yearofthedurian.com, selama puluhan tahun, durian di Puerto Rico lebih banyak dipandang sebagai tanaman eksotis yang hanya dikenal para penggemar buah tropis. Pohonnya tumbuh di sejumlah kebun dan koleksi penelitian, tetapi belum berkembang sebagai komoditas pertanian.

Perubahan mulai terjadi pada akhir 1980-an dan 1990-an ketika sejumlah pehobi buah langka mulai mengembangkan budidaya durian. Mereka mendatangkan berbagai varietas dari Hawaii dan Malaysia, termasuk jenis Chanee, Kob, dan Red Prawn.

Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 20 hingga 30 kebun di Puerto Rico yang memiliki beberapa pohon durian. Meski jumlahnya belum besar, keberadaan kebun-kebun tersebut menunjukkan bahwa durian mampu beradaptasi di kawasan Karibia.

Durian Berbuah dan Mulai Dipanen

Salah satu pelopor budidaya durian di Puerto Rico adalah Ian Crown, petani dan pegiat buah tropis yang mengembangkan sekitar 80 pohon durian di kawasan pegunungan Cordillera.

Sebagian besar pohonnya masih berusia muda. Namun, kebun tersebut telah menghasilkan sekitar satu ton durian dalam satu musim panen.

Yang menarik, hasil panen itu tidak berhenti di kebun. Durian dari Puerto Rico telah dibeli oleh pedagang grosir Vietnam di San Juan, menandakan adanya permintaan pasar terhadap durian segar yang diproduksi di Amerika.

Potensi ekonomi durian di Puerto Rico juga terlihat dari harganya yang relatif premium. Dengan asumsi kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS, harga durian di Puerto Rico berkisar Rp188 ribu hingga Rp385 ribu per kilogram, sedangkan durian segar di pasar Amerika Serikat dapat dijual hingga sekitar Rp810 ribu per buah untuk varietas premium. Kondisi ini menunjukkan bahwa durian memiliki ceruk pasar bernilai tinggi di kawasan Amerika.

Mungkinkah Amerika Menjadi Rumah Baru Raja Buah?

Keberhasilan durian tumbuh di Puerto Rico menunjukkan bahwa buah asli Asia Tenggara tersebut tidak sepenuhnya bergantung pada tanah kelahirannya. Sejumlah faktor seperti suhu tropis, kelembapan tinggi, curah hujan yang memadai, serta kondisi pegunungan di Puerto Rico menciptakan lingkungan yang cukup mendukung pertumbuhan durian.

Para pembudidaya setempat meyakini produksi durian akan terus meningkat seiring bertambah dewasanya usia pohon. Dalam beberapa tahun ke depan, produksi di salah satu kebun bahkan diperkirakan dapat mencapai sekitar 10 ton per tahun.

Sejumlah ahli agroklimatologi menyebut durian membutuhkan suhu hangat sepanjang tahun, umumnya berkisar 24-30 derajat Celsius, kelembapan udara tinggi, serta curah hujan sekitar 1.500-3.000 milimeter per tahun yang terdistribusi cukup merata. Karakter tersebut juga ditemukan di sejumlah wilayah Puerto Rico dan kawasan tropis lainnya di Amerika, sehingga secara agroklimat dinilai memiliki potensi untuk mendukung budidaya durian.

Durian Tetap Milik Asia Tenggara, Tetapi Kini Mendunia

Bagi para pencinta durian, menikmati buah yang baru jatuh dari pohon di tengah hutan Asia Tenggara masih memiliki pengalaman yang sulit tergantikan. Asia Tenggara tetap menjadi rumah bagi ratusan varietas durian, tradisi kuliner, dan budaya yang telah berkembang selama berabad-abad.

Namun, kisah di Puerto Rico menunjukkan bahwa globalisasi juga terjadi pada buah-buahan. Setelah lebih dari 100 tahun hidup diam-diam di Amerika, durian kini mulai menunjukkan bahwa ia mampu beradaptasi jauh dari tanah asalnya dan perlahan menemukan rumah baru di kawasan Karibia.

Fakta Singkat

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#durian di Puerto Rico #budidaya durian di Amerika #raja buah Asia Tenggara #pertanian tropis di Karibia #pasar durian global