Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Fakta Sains Air Zamzam: Bebas Kuman, Kaya Mineral, hingga Penelitian Masaru Emoto yang Mengundang Perhatian

Silvina • Rabu, 1 Juli 2026 | 16:12 WIB
Air Zamzam siap didistribusikan ke tanah air (DOK JAWA POS)
Air Zamzam siap didistribusikan ke tanah air (DOK JAWA POS)

 

PONTIANAK POST – Penelitian menunjukkan air zamzam memiliki karakteristik yang berbeda dibanding air minum biasa, mulai dari kandungan mineral hingga ketahanannya terhadap pertumbuhan biologis.

Air zamzam telah lama dikenal sebagai air yang memiliki nilai spiritual bagi umat Islam. Namun, di balik nilai religius tersebut, sejumlah penelitian ilmiah juga mencoba mengungkap karakteristik unik air yang berasal dari Sumur Zamzam di Makkah, Arab Saudi.

Beberapa penelitian menunjukkan air zamzam memiliki kandungan mineral yang tinggi, bebas dari kontaminasi mikroorganisme tertentu, serta memiliki karakteristik fisik yang berbeda dibandingkan air minum pada umumnya.

Baca Juga: Sejarah Air Zamzam yang Tak Pernah Kering, Berawal dari Perjuangan Hajar di Lembah Tandus

Analisis Kimia Menunjukkan Air Zamzam Bebas Kuman

Berdasarkan laporan yang dikutip dari National Geographic, analisis kimia yang dilakukan pada tahun 1908 dan kembali pada 1973 menunjukkan  air zamzam bebas dari kuman maupun polutan.Hasil penelitian tersebut juga mengategorikan air zamzam sebagai air mineral dengan kandungan mineral sekitar 2.000 mg per liter.

Karakteristik ini menjadi salah satu alasan mengapa air zamzam sering menjadi objek penelitian, baik dari sisi kimia, geologi, maupun kesehatan.

Baca Juga: Harapan untuk Penderita Diabetes dan Hipertensi: Penelitian Terbaru Ungkap Manfaat Campuran Bawang Dayak, Ciplukan, dan Kulit Manis

Tidak Berjamur dan Tidak Mengalami Perubahan Rasa

Penelitian lain menemukan air zamzam memiliki sifat yang berbeda dibanding sebagian besar air sumur lainnya. Air zamzam dilaporkan tidak mengalami perubahan warna, rasa, maupun bau meskipun disimpan dalam waktu lama. Selain itu, tidak ditemukan pertumbuhan jamur maupun alga yang umumnya muncul pada banyak sumur air.

Tidak Ada Pertumbuhan Biologis

Baca Juga: Polsek Meliau Gencarkan Pencegahan PETI setelah Warga Desa Lalang Krisis Air Bersih

Pada sebagian besar sumur, pertumbuhan biologis berupa alga maupun vegetasi lazim ditemukan. Pertumbuhan tersebut dapat menyebabkan perubahan rasa dan aroma air.Namun, pada Sumur Zamzam, para peneliti tidak menemukan tanda-tanda pertumbuhan biologis yang dapat memengaruhi kualitas air.

Kandungan Mineral Air Zamzam Lebih Tinggi

Analisis terhadap kandungan mineral menunjukkan air zamzam mengandung berbagai unsur penting, antara lain: Kalsium (Ca), Natrium (Na),Magnesium (Mg),Kalium (K), Klorida (Cl),Sulfat (SO₄) Nitrat (NO₃)Fluorida (F).

Baca Juga: G7 Kurangi Ketergantungan pada China, Peluang Mineral Kritis dan Logam Tanah Jarang Indonesia Kian Besar

Menurut hasil analisis tersebut, hampir seluruh mineral berada pada konsentrasi yang lebih tinggi dibandingkan air minum biasa, kecuali fluorida yang berada pada tingkat berbeda.Sementara itu, unsur seperti antimon, berilium, bismut, brom, kobalt, yodium, dan molibdenum hanya ditemukan dalam jumlah sangat kecil, yaitu kurang dari 0,01 ppm.

Perbandingan dengan Air Mineral

Penelitian yang dilakukan Nayab dan rekan-rekannya juga membandingkan air zamzam dengan air mineral kemasan.Hasil penelitian menyebutkan bahwa air zamzam memiliki profil mineral esensial yang lebih kaya. Nilai Total Dissolved Solids (TDS) masih berada dalam kisaran yang dapat diterima, yakni hingga sekitar  1.000 mg/L.

Baca Juga: Wagub Kalbar Dorong PDAM Bertransformasi Layani Air Minum Aman dan Modern

Selain itu, daya hantar listrik air zamzam mencapai sekitar 1.390 μS/cm, jauh lebih tinggi dibandingkan air mineral yang berada pada kisaran 235 μS/cm.

Penelitian Masaru Emoto Tentang Kristal Air Zamzam

Salah satu penelitian yang cukup dikenal masyarakat berasal dari Masaru Emoto, peneliti asal Jepang yang banyak meneliti bentuk kristal air.Dalam naskah proyek Miracle of Water yang disupervisi Wafa Mansour Frigui, disebutkan  Masaru mengamati bentuk kristal air zamzam menggunakan teknik yang disebut sebagai NANO  dalam dokumentasi tersebut.

Baca Juga: 5 Tips Membersihkan Dispenser Air Minum agar Tetap Higienis dan Awet

Menurut laporan tersebut, kristal air zamzam memiliki bentuk yang unik dan digambarkan menyerupai dua kristal yang saling berpasangan. Masaru juga menyatakan ketika satu tetes air zamzam dicampurkan dengan 1.000 tetes air biasa, air tersebut diklaim memperoleh karakteristik yang menyerupai air zamzam.

Selain itu, ia menyebut kualitas air zamzam tetap stabil meskipun mengalami proses daur ulang.

Metode Masaru Emoto Masih Menjadi Perdebatan

Baca Juga: Perumda Air Minum Tirta Muare Ulakan Benahi Sistem SPAM untuk Jaga Pasokan Air Bersih Saat Musim Kemarau

Metode yang digunakan Masaru Emoto dilakukan dengan membekukan sampel air sebanyak 0,5 mililiter, kemudian mengamati bentuk kristal es yang terbentuk.

Menurut penjelasan laman Flaska, metode tersebut berangkat dari asumsi bahwa struktur internal air dapat memengaruhi bentuk kristalnya. Air yang mengalami gangguan mekanis, kimiawi, maupun getaran disebut cenderung menghasilkan kristal yang tidak beraturan, sedangkan air dari mata air umumnya membentuk kristal heksagonal.

Meski demikian, perlu diketahui bahwa klaim-klaim Masaru Emoto mengenai hubungan bentuk kristal air dengan kualitas, kata-kata, maupun energi belum diterima sebagai konsensus ilmiah. Banyak ilmuwan menilai metode penelitiannya belum memenuhi standar penelitian yang ketat sehingga hasilnya masih menjadi bahan perdebatan dalam komunitas sains.

Baca Juga: Strategi Minum Air 2-4-2, Dokter Ungkap Puasa Lebih Kuat dan Optimal

Air Zamzam Tetap Menjadi Objek Penelitian

Hingga kini, air zamzam masih menjadi salah satu objek penelitian yang menarik karena memiliki karakteristik mineral yang berbeda dibandingkan banyak air minum lainnya.

Berbagai studi ilmiah terus dilakukan untuk memahami komposisi, kualitas, serta karakteristik fisik dan kimia air zamzam. Di sisi lain, sejumlah klaim yang belum didukung bukti ilmiah yang kuat masih memerlukan penelitian lanjutan agar dapat diverifikasi secara objektif.

 

Editor : Silvina
#air zamzam #fakta sains #masaru emoto #air kaya mineral #hasil penelitian