PONTIANAK POST – Air Zamzam yang selama ini menjadi sumber keberkahan bagi jutaan umat Islam ternyata pernah menghilang dari Kota Makkah. Sumur yang menjadi asal mata air Zamzam sempat tertutup dan tidak diketahui keberadaannya selama bertahun-tahun sebelum akhirnya ditemukan kembali oleh Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad Shallallahu'alaihiwasallam.
Kisah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah Islam. Berkat ditemukannya kembali Sumur Zamzam, umat Islam hingga kini masih dapat menikmati air Zamzam yang diyakini memiliki banyak keutamaan.
Berdasarkan informasi yang dimuat Portal Resmi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), hilangnya Sumur Zamzam terjadi setelah masa Nabi Ismail Alaihissalam akibat berbagai peristiwa yang melanda Kota Makkah.
Baca Juga: Sejarah Air Zamzam yang Tak Pernah Kering, Berawal dari Perjuangan Hajar di Lembah Tandus
Sempat Hilang Selama Bertahun-tahun
Menurut riwayat, setelah masa Nabi Ismail Alaihissalam, Sumur Zamzam tertutup dan perlahan terlupakan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai peristiwa, mulai dari kekacauan hingga penyerangan yang terjadi di Kota Makkah pada masa itu.
Akibatnya, masyarakat tidak lagi mengetahui lokasi sumber air yang dahulu menjadi penopang kehidupan di kawasan sekitar Ka'bah.
Keberadaan Sumur Zamzam baru diketahui kembali pada masa Abdul Muthalib, kakek Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam.
Dalam riwayat disebutkan, Abdul Muthalib memperoleh petunjuk melalui mimpi mengenai lokasi sumur tersebut. Berbekal petunjuk itu, ia kemudian menggali di tempat yang ditunjukkan hingga akhirnya menemukan kembali Sumur Zamzam yang telah lama menghilang.
Penemuan tersebut menjadi peristiwa penting dalam sejarah Makkah karena mengembalikan sumber air yang sangat dibutuhkan masyarakat dan para peziarah.
Baca Juga: Baru Tiba 999 Dus, Air Zamzam Jemaah Haji Kalbar Datang Bertahap, Distribusi Mulai Dilakukan
Kini Sumur Zamzam Berada di Bawah Pelataran Thawaf
Saat ini, Sumur Zamzam masih berada di kawasan Masjidil Haram, tepatnya di sisi tenggara Ka'bah dengan jarak sekitar 20 meter dari Hajar Aswad.
Namun berbeda dengan masa lalu, jamaah tidak lagi dapat melihat sumur tersebut secara langsung karena lokasinya kini berada di bawah pelataran thawaf sebagai bagian dari pengembangan Masjidil Haram.
Baca Juga: Mengapa Ada Pohon Soekarno di Padang Arafah? Begiini Fakta dan Sejarahnya
Meski demikian, air Zamzam tetap mengalir dan didistribusikan melalui keran serta galon-galon yang tersedia di berbagai titik di dalam Masjidil Haram sehingga mudah diakses oleh para jamaah.
Air Zamzam Memiliki Keutamaan dalam Islam
Air Zamzam memiliki kedudukan yang istimewa dalam ajaran Islam. Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menganjurkan umat Islam meminumnya dengan niat dan doa yang baik.
Baca Juga: Pohon Soekarno di Padang Arafah Masih Meneduhkan Jamaah Haji hingga Kini
Hal itu sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
"Air Zamzam itu sesuai dengan niat orang yang meminumnya."(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Baca Juga: Dari Pohon Soekarno di Padang Arafah, Lahir Inspirasi Menanam Pohon hingga Kini
Hadis tersebut menunjukkan air Zamzam merupakan air yang penuh keberkahan. Karena itu, banyak jamaah meminumnya sambil memohon kesehatan, kemudahan rezeki, keberkahan hidup, maupun doa-doa baik lainnya kepada Allah Subhanahuwata’ala.
Menjadi Warisan Berharga bagi Umat Islam
Hingga kini, air Zamzam tetap menjadi salah satu anugerah yang paling dinantikan umat Islam ketika menunaikan ibadah haji maupun umrah. Kisah hilangnya Sumur Zamzam, kemudian ditemukannya kembali oleh Abdul Muthalib, menjadi bukti pentingnya menjaga warisan sejarah Islam yang telah memberikan manfaat bagi umat selama berabad-abad.
Wallahua'lam bishawab
Editor : Silvina