Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Fakta Ilmiah Sumur Zamzam, Ternyata Daerah Tangkapan Airnya Relatif Kecil

Silvina • Kamis, 2 Juli 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi kedalaman sumur zamzam
Ilustrasi kedalaman Sumur Zamzam

 

PONTIANAK POST – Sumur Zamzam selama ini dikenal sebagai sumber air yang penuh keberkahan bagi umat Islam. Namun di balik nilai religiusnya, sumur yang berada di kawasan Masjidil Haram itu juga menyimpan fakta ilmiah yang menarik. Mulai dari kedalaman, struktur batuan, hingga daerah tangkapan airnya telah menjadi objek penelitian para ahli.

Mengutip Darunnajah.com, secara hidrogeologi Sumur Zamzam memiliki karakteristik yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Meski demikian, keberadaannya tetap memiliki makna spiritual yang sangat besar bagi umat Islam di seluruh dunia.

Daerah Tangkapan Air Ternyata Relatif Kecil

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Begini Cara Arab Saudi Menjaga Keberkahan Sumur Zamzam

Salah satu fakta yang jarang diketahui adalah luas daerah tangkapan air (catchment area) Sumur Zamzam.

Menurut Saudi Geological Survey (SGS), Kota Makkah berada di sebuah lembah dengan daerah tangkapan air yang hanya sekitar 60 kilometer persegi. Luasan tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan air yang harus dipenuhi bagi jutaan jamaah haji dan umrah setiap tahun.

Sumber utama air Sumur Zamzam berasal dari air hujan yang turun di kawasan sekitar Makkah. Karena curah hujan di wilayah tersebut relatif rendah, kawasan resapan air harus dijaga agar pasokan air tetap stabil.

Baca Juga: Air Zamzam Ternyata Pernah Hilang, Begini Sejarah Penemuan Kembali Sumurnya

Memiliki Kedalaman Lebih dari 30 Meter

Secara fisik, Sumur Zamzam memiliki kedalaman sekitar 30,5 meter.Lapisan bagian atas hingga kedalaman sekitar 13,5 meter terdiri atas endapan aluvial Wadi Ibrahim yang didominasi pasir berpori sehingga mampu menyimpan dan mengalirkan air dengan baik.

Di bawahnya terdapat lapisan batuan yang sangat mudah meloloskan air (permeabel). Lapisan inilah yang menjadi salah satu sumber utama keluarnya air ke dalam sumur.

Baca Juga: Fakta Sains Air Zamzam: Bebas Kuman, Kaya Mineral, hingga Penelitian Masaru Emoto yang Mengundang Perhatian

Sementara mulai kedalaman sekitar 17 meter, sumur menembus batuan beku jenis diorit yang banyak ditemukan di Jazirah Arab. Pada bagian batuan tersebut terdapat sejumlah rekahan alami yang juga menjadi jalur masuknya air ke Sumur Zamzam.

Debit Air Mencapai Puluhan Ribu Liter per Jam

Hasil uji pemompaan menunjukkan Sumur Zamzam mampu menghasilkan debit air antara 11 hingga 18,5 liter per detik.

Baca Juga: Sejarah Air Zamzam yang Tak Pernah Kering, Berawal dari Perjuangan Hajar di Lembah Tandus

Jika dihitung, jumlah tersebut setara dengan sekitar 660 liter per menit atau mencapai 40 ribu liter setiap jam.

Air tersebut keluar melalui sejumlah rekahan alami di dalam batuan. Salah satu rekahan terbesar mengarah ke kawasan Hajar Aswad, sementara rekahan lainnya berada di arah Bukit Safa dan Marwah.

Dijaga Agar Tetap Lestari

Baca Juga: 13 Sumur Baru Ditemukan di Samboja, Cadangan Migas Nyaris 1 Juta Barel

Menurut kajian hidrogeologi, Sumur Zamzam memerlukan pengelolaan yang baik agar kualitas dan debit airnya tetap terjaga.

Karena itu, pembangunan kawasan di sekitar Makkah diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu daerah resapan air yang menjadi sumber pasokan Sumur Zamzam.

Selain menjaga kuantitas air, pengelolaan juga dilakukan untuk memastikan kualitas air tetap higienis sehingga aman dikonsumsi oleh jutaan jamaah setiap tahun.

Baca Juga: Mengapa Ada Pohon Soekarno di Padang Arafah? Begini Fakta dan Sejarahnya

Bangunan Sumur Kini Sudah Tidak Terlihat

Dahulu, di atas Sumur Zamzam berdiri bangunan berukuran sekitar 8,3 × 10,7 meter yang menjadi tempat jamaah mengambil air secara langsung.

Namun, antara tahun 1381–1388 Hijriah, bangunan tersebut dibongkar untuk memperluas area thawaf di Masjidil Haram.

Baca Juga: Di Sinilah Nabi Ismail Akan Disembelih, Lokasinya Masih Bisa Dilihat Jamaah Haji

Sebagai gantinya, fasilitas pengambilan air dipindahkan ke ruang bawah tanah yang dilengkapi sekitar 350 keran, terdiri atas 220 keran untuk jamaah laki-laki dan 130 keran untuk jamaah perempuan.

Kini, air Zamzam didistribusikan melalui berbagai titik di Masjidil Haram sehingga lebih mudah diakses oleh jamaah tanpa mengganggu kelancaran ibadah thawaf.

Harmoni Antara Sains dan Nilai Spiritual

Baca Juga: Menelurusi Gua Hira, Lokasi Bersejarah Lahirnya Risalah Islam di Pinggir Mekkah

Secara ilmiah, Sumur Zamzam memang dapat dijelaskan melalui kajian hidrogeologi mengenai lapisan tanah, batuan, dan sistem air tanah. Namun bagi umat Islam, Sumur Zamzam memiliki makna yang jauh lebih besar sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang penuh keberkahan.

Karena itu, hingga kini pengelolaan Sumur Zamzam tidak hanya mengedepankan teknologi dan penelitian ilmiah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga salah satu warisan penting dalam sejarah Islam.

Editor : Silvina
#air zamzam #sumur zamzam #sumur bertuah #dimensi sumur #Makkah