PONTIANAK POST - Memilih material dinding menjadi salah satu keputusan penting sebelum membangun rumah.
Setiap jenis material memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda.
Karena itu, pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan bangunan, anggaran, serta tingkat kenyamanan yang ingin dicapai.
Dilansir dari Jawapos, arsitek, Hilman Ferdinand mengatakan tidak ada material dinding yang paling unggul untuk semua kondisi.
Baca Juga: Tips Bersihkan Rumah Tanpa Banyak Bahan Kimia
"Tidak ada yang paling unggul untuk semua situasi. Yang terpenting adalah memilih material yang sesuai dengan kebutuhan rumah dan kondisi proyeknya," ujarnya.
Bata Merah Kuat, tetapi Pemasangannya Lebih Lama
Menurut Hilman, bata merah masih menjadi salah satu material yang paling banyak digunakan karena dikenal kuat dan tahan lama.
"Kelebihan bata merah pada kekuatan dan ketahanan. Material ini mudah didapat dan cukup dipasang menggunakan adukan semen biasa," jelasnya.
Baca Juga: Tips Mendesain Carport Nyaman agar Rumah Tetap Rapi dan Fungsional
Namun, proses pemasangan bata merah membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan material lainnya.
"Kekurangannya proses pemasangan cenderung lebih lama dibandingkan material lain," lanjutnya.
Selain itu, bobot bata merah yang relatif berat juga perlu menjadi perhatian. Dinding yang lebih berat akan menambah beban struktur bangunan sehingga harus diperhitungkan sejak tahap perencanaan.
Meski harga per buah relatif murah, biaya keseluruhan pembangunan dapat meningkat karena penggunaan material pendukung dan kebutuhan tenaga kerja yang lebih besar.
"Harga per bijinya memang relatif murah. Namun secara keseluruhan biaya bisa meningkat karena penggunaan material pendukung dan kebutuhan tenaga kerja yang lebih besar," kata Hilman.
Hebel Lebih Ringan dan Nyaman
Baca Juga: Tips Mengatasi Angin Kencang dan Panas pada Kebun Balkon Rumah
Bata ringan atau hebel kini semakin banyak digunakan, terutama pada pembangunan perumahan modern.
Bobotnya yang ringan serta ukuran yang presisi membuat proses pemasangan menjadi lebih cepat.
Menurut Hilman, hebel juga memiliki kemampuan insulasi panas dan suara yang lebih baik dibandingkan bata merah.
Kondisi tersebut membuat ruangan terasa lebih nyaman sekaligus membantu meredam kebisingan dari luar rumah.
Baca Juga: Tips Membuat Taman Kering Indoor untuk Ruang Rumah yang Sempit
Meski demikian, hebel memiliki beberapa kekurangan. Material ini lebih rapuh terhadap benturan dan memerlukan perekat khusus, bukan adukan semen biasa.
Selain itu, daya serap airnya cukup tinggi sehingga proses plester dan finishing harus dilakukan dengan baik agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
"Biaya material awal memang lebih tinggi dibandingkan bata merah. Tetapi pemasangannya lebih cepat sehingga bisa menghemat waktu pengerjaan dan biaya tenaga kerja," terangnya.
Baca Juga: Tips Menentukan Bahan dan Warna Gorden Sesuai Konsep Interior Rumah
Batako Jadi Pilihan untuk Efisiensi Biaya
Batako masih menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menekan biaya pembangunan. Ukurannya yang lebih besar membuat pemasangan dinding berlangsung lebih cepat dibandingkan bata merah.
Namun, Hilman mengingatkan bahwa kekuatan batako umumnya berada di bawah bata merah.
Material ini juga lebih mudah retak, kurang mampu meredam suara, serta cenderung menyerap panas lebih banyak sehingga kenyamanan ruangan perlu menjadi perhatian.
Ia menambahkan, permukaan batako yang berpori juga membutuhkan plesteran dan finishing tambahan agar hasil akhirnya lebih rapi dan tidak mudah menyerap air.
Baca Juga: Tips Memilih Partisi Rumah agar Ruangan Tetap Lapang dan Nyaman
"Permukaan batako yang berpori biasanya membutuhkan plesteran dan finishing tambahan agar hasil akhir terlihat rapi dan tidak mudah menyerap air. Karena itu, biaya akhir tidak selalu jauh lebih murah dibandingkan perkiraan awal," lanjutnya.
Jangan Hanya Pertimbangkan Harga
Hilman mengingatkan bahwa memilih material dinding sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga.
Baca Juga: Tips Memilih Warna Cat Dinding agar Rumah Terasa Lebih Homey
Faktor kekuatan, kenyamanan termal, kecepatan pembangunan, hingga biaya jangka panjang juga perlu menjadi bahan pertimbangan agar hasil pembangunan sesuai kebutuhan. (*)
Editor : Chairunnisya