PONTIANAK POST - Menjalankan usaha jasa melalui media sosial tidak lepas dari kritik maupun komentar negatif.
Cara penyedia jasa merespons masukan justru dapat menentukan kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang ditawarkan.
Dilansir dari Jawapos, Founder Sinergi Bicara, Rizqiani Putri SSos MMedKom, mengatakan kritik merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dalam ruang publik media sosial.
Baca Juga: Bahasa yang Tepat Menentukan Profesionalisme Penyedia Jasa di Media Sosial
Gunakan Prinsip Acknowledge–Clarify–Resolve
Menurut Rizqiani, penyedia jasa dapat menerapkan prinsip Acknowledge–Clarify–Resolve, yaitu mengakui adanya masukan, mencari fakta secara objektif, lalu memberikan solusi.
"Ada kalanya cara seseorang merespons kritik sering kali lebih menentukan reputasi dibandingkan kritik itu sendiri," paparnya.
Kepercayaan Dibangun dari Konsistensi
Baca Juga: Ingin Jual Jasa di Media Sosial? Hindari Klaim Berlebihan Sejak Awal
Selain penyedia jasa, pelanggan juga perlu menjaga etika komunikasi dengan mengajukan pertanyaan secara sopan, menghargai nilai jasa yang ditawarkan, serta memberi kabar apabila membatalkan pesanan.
Menurut Rizqiani, kebiasaan menghilang tanpa kabar atau ghosting masih menjadi salah satu keluhan yang paling sering dialami penyedia jasa.
Ia menambahkan, kepercayaan pelanggan tidak dibangun melalui popularitas sesaat, melainkan lewat konsistensi dalam memberikan pelayanan.
Baca Juga: Ini Batas Aman Mengajak Anak Tampil Saat Live Jualan Media Sosial
"Kepercayaan pelanggan tumbuh dari konsistensi, bukan dari satu unggahan viral sesaat. Bahkan pesan sederhana yang memberi kepastian waktu respons bisa meningkatkan kepercayaan secara signifikan," ucapnya.
Rizqiani menilai identitas yang jelas, portofolio yang dapat dipertanggungjawabkan, testimoni asli, respons yang sopan, dan kemampuan menepati janji menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. (*)
Editor : Chairunnisya