Hari Anak Nasional Ternyata Bermula dari Gerakan Perempuan, Tanggal Peringatannya Pernah Berubah

Silvina • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:22 WIB
Srikandi PLN UID Kalimantan Barat berfoto bersama anak-anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional  baru-baru ini (DOK PONTIANAK POST)
Srikandi PLN UID Kalimantan Barat berfoto bersama anak-anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional baru-baru ini (DOK PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Banyak masyarakat mengira Hari Anak Nasional lahir begitu saja melalui keputusan pemerintah. Padahal, sejarah mencatat peringatan tersebut berawal dari perjuangan organisasi perempuan Indonesia yang menginginkan anak-anak mendapatkan perhatian khusus dalam pembangunan bangsa, jauh sebelum akhirnya ditetapkan secara resmi pada 23 Juli.

Gagasan Hari Anak Nasional Berasal dari Organisasi Perempuan

Dilansir dari antaranews.com, Hari Anak Nasional memiliki sejarah panjang yang tidak banyak diketahui masyarakat. Cikal bakalnya justru lahir dari gagasan Kongres Wanita Indonesia (Kowani), organisasi perempuan yang berdiri pada 1946 dan berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928.

Baca Juga: Hari Anak Nasional ke-41: Anak Singkawang Tunjukkan Bakat di Gelanggang Ksatria Bumi

Dalam sidang Kowani pada 1951, organisasi tersebut mengusulkan agar Indonesia memiliki Hari Kanak-Kanak Nasional sebagai bentuk penghormatan terhadap hak, pendidikan, dan kesejahteraan anak.

Usulan itu mendapat sambutan positif dan mulai diwujudkan pada 1952 melalui penyelenggaraan Pekan Kanak-Kanak.

Soekarno Pernah Menyambut Ribuan Anak di Istana Merdeka

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Gelar PalmCo Goes to School di Paser Kaltim

Salah satu fakta sejarah yang jarang diangkat adalah keterlibatan langsung Presiden Soekarno dalam peringatan awal Hari Anak Nasional.

Pada pelaksanaan Pekan Kanak-Kanak tahun 1952, ribuan anak mengikuti pawai menuju Istana Merdeka. Mereka disambut langsung oleh Presiden Soekarno sebagai simbol bahwa anak-anak merupakan aset penting bagi masa depan Indonesia.

Momentum tersebut menjadi salah satu tonggak awal perhatian negara terhadap pemenuhan hak anak di Indonesia.

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Srikandi PLN Bantu PKBM Tingkatkan Akses Belajar Digital

Tanggal Hari Anak Nasional Pernah Beberapa Kali Berubah

Menariknya, Hari Anak Nasional tidak selalu diperingati setiap 23 Juli seperti sekarang.

Pada Sidang Kowani di Bandung tahun 1953, peringatan Hari Anak Nasional ditetapkan pada minggu kedua bulan Juli.

Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-1) : Tarik Ulur Politik Mengawali Jalan Panjang Kehadiran TNI

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1959, pemerintah kembali mengubah jadwal peringatan menjadi 1 hingga 3 Juni, berdekatan dengan ulang tahun Presiden Soekarno dan Hari Anak Internasional.

Perubahan itu menunjukkan penetapan Hari Anak Nasional sempat mengalami beberapa penyesuaian sebelum akhirnya memiliki tanggal tetap.

Baru Resmi Diperingati Setiap 23 Juli pada Era Orde Baru

Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-2):  Demonstrasi Rakyat Menggema Demi Keamanan Daerah

Tanggal 23 Juli baru ditetapkan sebagai Hari Anak Nasional pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 44 Tahun 1984, pemerintah menetapkan 23 Juli sebagai Hari Anak Nasional. Penetapan itu disesuaikan dengan momentum pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak.

Sejak saat itu, setiap 23 Juli diperingati sebagai Hari Anak Nasional sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan tumbuh kembang anak Indonesia.

Baca Juga: Sejarah Lahirnya TNI di Kalbar (Bag-3): Keberangkatan Mayor Suharsono Memicu Langkah Baru Perjuangan

Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan hasil perjuangan panjang organisasi perempuan, pemerintah, dan masyarakat dalam menempatkan anak sebagai bagian penting pembangunan bangsa.

 

Editor : Silvina
sejarah hari anak nasional gerakan perempuan perjuangan perempuan tanggal penetapan peringatan HAN