PONTIANAK POST – Di balik semak belukar yang mulai menutupi kawasan, sebuah kompleks bangunan bergaya Majapahit masih berdiri kokoh meski telah lama tidak berpenghuni. Deretan rumah, gapura, arca, hingga furnitur berbahan kayu jati masih tersisa, seolah menjadi saksi bisu kemegahan yang pernah ada.
Penampakan kompleks yang berlokasi di Jawa Timur tersebut diungkap melalui penelusuran kanal YouTube AhliRiwayat. Dari video yang ditampilkan, kawasan itu diperkirakan memiliki luas sekitar satu hektare dengan banyak bangunan yang tersebar di berbagai sudut.
Perabot Masih Lengkap, Bangunan Tetap Kokoh
Meski tidak lagi dihuni, sejumlah bangunan masih menyisakan berbagai perabot rumah tangga. Di dalam ruangan terlihat meja dan kursi berbahan kayu jati, ranjang, lemari, sofa, hingga perlengkapan dapur seperti piring, gelas, dan cobek.
Beberapa ruangan juga masih menyimpan sajadah, peci, pakaian, buku-buku, serta berbagai barang yang seolah ditinggalkan begitu saja. Bahkan, pintu dan kusen berbahan kayu jati disebut masih berfungsi dengan baik.
Kondisi tersebut menunjukkan bangunan itu dibangun dengan material berkualitas sehingga mampu bertahan meski tidak lagi dirawat.
Baca Juga: Mengenal Djiaw Kie Siong: Pemilik Rumah Bersejarah Peristiwa Rengasdengklok
Ornamen Tradisional Masih Memikat
Daya tarik lain dari kompleks ini adalah arsitekturnya yang dipenuhi ornamen bernuansa tradisional Jawa. Pengunjung akan melewati gapura-gapura besar, relief, hingga berbagai patung yang tersebar di sejumlah titik.
Patung sapi berukuran besar menjadi salah satu ikon yang paling mencolok. Selain itu terdapat pula arca menyerupai dewa-dewi, patung Ganesha, patung barong, kereta kencana, hingga relief-relief yang masih terlihat jelas meski sebagian mulai tertutup semak.
Baca Juga: Sejarah Rumah Tertua Keluarga Tjhia di Singkawang, Dibangun Perantau yang Bangkit dari Kebangkrutan
Keberadaan ornamen tersebut memberi kesan kawasan ini dahulu dibangun dengan konsep arsitektur yang matang dan memiliki nilai estetika tinggi.
Berpotensi Menjadi Aset Bernilai Sejarah
Melihat kondisi bangunan yang sebagian besar masih kokoh, kompleks tersebut dinilai memiliki potensi sebagai aset yang layak mendapat perhatian. Selain nilai arsitektur, berbagai benda yang masih tersimpan di dalamnya juga dapat menjadi bagian dari dokumentasi sejarah apabila ditelusuri lebih lanjut.
Tanpa perawatan, kerusakan akibat usia dan cuaca dikhawatirkan akan terus menggerus kondisi bangunan beserta berbagai peninggalan yang ada di dalamnya.
Menunggu Kepastian Masa Depan
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai status maupun rencana pemanfaatan kawasan tersebut. Namun, kompleks yang pernah dibangun dengan skala besar itu menyisakan pertanyaan mengenai masa depannya.
Baca Juga: Jarang Terekspos, Begini Penampakan Isi Rumah Hakka di Kubu Raya yang Sangat Megah
Jika dikelola dengan baik dan didukung penelitian sejarah yang memadai, kawasan tersebut tidak hanya menjadi bangunan kosong, tetapi juga berpotensi menjadi bagian dari jejak sejarah yang dapat dikenalkan kepada generasi mendatang.
Editor : Silvina