Mengintip Laut Merah yang Diyakini Pernah Dibelah Nabi Musa, Begini Penampakan dan Kisah Mukjizatnya

Silvina • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:09 WIB
LAUT MERAH : Potongan video penampakan sebagian laut merah yang diyakini sebagai tempat Nabi Musa membelah laut
LAUT MERAH : Potongan video dari kanal 62Makkah yang menunjukkan penampakan laut merah yang diyakini sebagai tempat Nabi Musa membelah laut. 

 

PONTIANAK POST – Laut Merah menjadi salah satu lokasi yang paling sering dikaitkan dengan kisah agung dalam sejarah para nabi. Laut ini diyakini sebagai tempat terjadinya mukjizat Nabi Musa 'Alaihissalam ketika membelah lautan untuk menyelamatkan Bani Israil dari kejaran Fir'aun beserta pasukannya.

Hingga kini, kawasan Laut Merah masih menjadi perhatian para peziarah, jemaah umrah, dan wisatawan yang ingin melihat dari dekat wilayah yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tersebut.

Melalui tayangan YouTube Shorts kanal 62Makkah, diperlihatkan suasana pesisir Laut Merah yang berada di kawasan Jeddah, Arab Saudi. Video yang diunggah, 5 Februari 2026 tersebut mengajak penonton mengenang salah satu mukjizat terbesar yang diabadikan dalam Alquran.

Baca Juga: Kisah Menakjubkan Orang Saleh yang Memberi Makan Fakir Meski Keluarganya Sendiri Belum Makan

Mukjizat Nabi Musa ‘Alaihissalam yang Diabadikan dalam Alquran 

Kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam  membelah laut merupakan salah satu mukjizat yang paling dikenal dalam Islam.

Saat itu, Nabi Musa ‘Alaihissalam  bersama Bani Israil berada dalam keadaan terdesak karena dikejar oleh Fir'aun dan pasukannya.

Atas perintah Allah Subhanahuwata’ala, Nabi Musa AS memukulkan tongkatnya ke arah laut. Dengan izin Allah, air laut pun terbelah dan membentuk jalan yang kering sehingga Bani Israil dapat menyeberang dengan selamat.

Baca Juga: Begini Sejarah Penetapan Tahun Baru Islam dan Kalender Hijriah yang Mendunia

Setelah mereka berhasil melewati lautan, Fir'aun beserta tentaranya ikut memasuki jalur tersebut. Namun ketika mereka berada di tengah perjalanan, Allah Subhanahuwata’ala mengembalikan air laut seperti semula sehingga Fir'aun dan pasukannya tenggelam.

Peristiwa luar biasa tersebut diabadikan dalam Alquran, di antaranya dalam Surah Asy-Syu'ara ayat 63.

Laut Merah Menjadi Simbol Sejarah dan Keimanan

Baca Juga: Perjanjian Hudaibiyah, Strategi Damai Rasulullah yang Mengubah Sejarah Islam

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa kawasan Laut Merah yang berada di Jeddah masih terhubung dengan wilayah pesisir Mesir.

Narator menyebut lokasi mukjizat Nabi Musa ‘Alaihissalam diyakini berada di kawasan seberang yang mengarah ke wilayah Mesir, bukan tepat di titik pesisir Jeddah yang direkam dalam video.

Meski demikian, Laut Merah tetap dipandang sebagai bagian dari kawasan yang memiliki hubungan erat dengan kisah penyelamatan Bani Israil.

Baca Juga: Hikmah Besar Dibalik Kisah Nabi Sulaiman dan Semut yang Takut Terinjak  

Bagi banyak umat Islam, keberadaan Laut Merah menjadi pengingat akan kebesaran Allah Subhanahuwata’ala dan pertolongan-Nya kepada para nabi serta orang-orang yang beriman.

Mukjizat Tidak Selalu Dapat Dijelaskan dengan Logika

Dalam penjelasannya, narator mengingatkan bahwa mukjizat merupakan kekuasaan Allah Subhanahuwata’ala yang berada di luar hukum alam yang biasa dipahami manusia.

Baca Juga: Benarkah Candi Borobudur Warisan Nabi Sulaiman? Ini Ulasannya

Karena itu, mukjizat tidak dapat sepenuhnya diukur menggunakan logika ataupun pendekatan ilmiah semata.

Bagi umat Islam, kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam membelah laut merupakan bagian dari keimanan terhadap para rasul dan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahuwata’ala sebagaimana dijelaskan dalam Alquran.

Laut Merah Kini Dikenal Bersih dan Menjadi Destinasi Wisata

Baca Juga: Di Sinilah Nabi Ismail Akan Disembelih, Lokasinya Masih Bisa Dilihat Jamaah Haji

Selain nilai sejarahnya, Laut Merah juga dikenal memiliki perairan yang jernih dengan keanekaragaman hayati yang kaya.

Dalam video tersebut tampak air laut berwarna biru kehijauan dan lingkungan pesisir yang terjaga kebersihannya.

Narator menyebut kawasan tersebut kini memiliki aturan yang cukup ketat, termasuk larangan memancing di beberapa lokasi agar ekosistem laut tetap terpelihara dan kenyamanan pengunjung tidak terganggu.

Ia juga mengungkapkan dahulu kawasan pesisir Laut Merah di Jeddah lebih sering dikunjungi oleh jemaah umrah. Namun, kini jumlah kunjungan berkurang karena keterbatasan area parkir dan perubahan pola perjalanan wisata religi.

Baca Juga: Ismail atau Ishaq? Ini Fakta Perdebatan Anak Nabi Ibrahim dalam Kisah Kurban dan Jawaban Gus Dur

Menjadi Pengingat Kebesaran Allah Subhanahuwata’ala

Bagi umat Islam, kisah Laut Merah bukan sekadar catatan sejarah.Peristiwa tersebut menjadi pelajaran tentang pertolongan Allah Subhanhuwata’ala yang datang kepada hamba-Nya pada saat yang paling sulit sekalipun.

Mukjizat Nabi Musa AS mengajarkan bahwa kekuasaan Allah Subhahuwata’ala berada di atas segala hukum alam. Apa yang tampak mustahil bagi manusia dapat terjadi apabila Allah Subhanhuwata’ala menghendakinya.

Baca Juga: Menguji Teori Borobudur Peninggalan Nabi Sulaiman dan Catatan Kritisnya

Karena itu, kisah pembelahan Laut Merah terus dikenang sebagai salah satu mukjizat terbesar para nabi yang menguatkan keimanan umat Islam dari generasi ke generasi.

Editor : Silvina
mukjizat nabi musa nabi musa belat laut lokasi laut merah kondisi terkini laut merah penampakan laut merah