PONTIANAK POST - Penggunaan pendingin ruangan (air conditioner/AC) diperkirakan meningkat seiring cuaca panas yang melanda sejumlah wilayah akibat fenomena El Nino. Di tengah tingginya ketergantungan masyarakat terhadap AC untuk menjaga kenyamanan di rumah, kantor, maupun pusat perbelanjaan, pakar mengingatkan pentingnya perawatan rutin agar perangkat tersebut tidak menjadi tempat berkembangnya debu, bakteri, dan jamur yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Sempat beredar pesan berantai di media sosial yang memperingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap AC yang lama tidak dibersihkan. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa jamur yang tumbuh di dalam AC dapat merusak paru-paru bahkan menyebabkan kematian.
Narasi itu juga mengklaim bahwa jamur yang terhirup dari AC menjadi ancaman serius bagi kesehatan manusia.
AC yang Jarang Dibersihkan Memang Bisa Menjadi Sarang Jamur
Ahli epidemiologi dari Departemen Kesehatan Masyarakat California, Dr. Mark Mendell, menjelaskan bahwa AC yang tidak dirawat dengan baik memang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.
Dalam artikel You Asked: Is My Air Conditioner Killing Me? yang diterbitkan TIME, Mendell menyebut paparan udara dari AC yang terkontaminasi jamur dan bakteri dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama pada orang yang sensitif.
Beberapa dampak kesehatan yang mungkin muncul antara lain:
- Alergi
- Asma
- Hidung tersumbat
- Gangguan pernapasan
- Sakit kepala
- Kelelahan
- Iritasi kulit
Kondisi tersebut juga dikenal sebagai Sick Building Syndrome (SBS), yaitu kumpulan gejala yang dialami seseorang akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk.
Jamur Paru Memang Ada, Tetapi Bukan Berasal dari AC
Di sisi lain, terdapat penyakit paru-paru akibat infeksi jamur yang dikenal sebagai histoplasmosis. Penyakit ini dapat menjadi kronis dan berpotensi mengancam jiwa apabila tidak ditangani.
Namun, histoplasmosis bukan disebabkan oleh jamur yang tumbuh di AC.
Infeksi tersebut umumnya terjadi ketika seseorang menghirup spora jamur Histoplasma yang berasal dari tanah lembap yang terkontaminasi kotoran burung atau kelelawar, seperti di kandang ayam, lumbung tua, taman, atau gua.
Kelompok yang paling berisiko antara lain petani, pekerja peternakan, maupun orang yang sering beraktivitas di lokasi yang banyak terdapat kotoran burung atau kelelawar.
Kesimpulan
AC yang kotor memang dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri yang berpotensi memicu alergi, asma, serta gangguan saluran pernapasan. Namun, klaim bahwa jamur di dalam AC dapat langsung menyebabkan kematian tidak didukung oleh bukti ilmiah dan merupakan informasi yang keliru.
Membersihkan dan merawat AC secara berkala tetap penting untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan debu, jamur, dan bakteri. *
Editor : Aristono Edi Kiswantoro