PONTIANAK POST – Di balik megahnya aliran Sungai Kapuas, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat selama lebih dari tiga abad. Klenteng Ma Cou atau Vihara Dewi Ma Cou di Desa Ambang Kumpai Besar, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dikenal sebagai salah satu klenteng tertua di wilayah Pontianak dan sekitarnya.
Keberadaan kelenteng ini tidak hanya menjadi tempat ibadah umat Konghucu, Buddha, dan Tao, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, budaya, sekaligus menjadi destinasi wisata religi yang menarik untuk dikunjungi.
Berdiri Lebih dari 300 Tahun
Baca Juga: Klenteng Tua di Hang Mui Singkawang Konon Bermula dari Sebongkah Batu
Berdasarkan informasi yang dibagikan kanal YouTube Warisan Cerita, Klenteng Ma Cou diperkirakan telah berdiri sejak sekitar 300 tahun silam. Hal itu menjadikannya sebagai salah satu kelenteng tertua di kawasan Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya.
Usia bangunan yang telah melintasi berbagai zaman menunjukkan kuatnya peran klenteng ini sebagai pusat aktivitas keagamaan sekaligus bagian dari sejarah perkembangan masyarakat Tionghoa di tepian Sungai Kapuas.
Altar Utama Didedikasikan untuk Dewi Ma Cou
Baca Juga: Menyusuri Klenteng Tua di Hang Mui Singkawang, Jejak Awal Masyarakat Hakka di Kalimantan Barat
Memasuki bagian dalam klenteng, pengunjung akan menemukan altar utama yang berada tepat di bagian tengah bangunan. Altar tersebut didedikasikan untuk Dewi Ma Cou atau Dewi Samudra yang dipercaya sebagai pelindung para pelaut dan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas di laut maupun sungai.
Selain altar Dewi Ma Cou, terdapat pula sejumlah altar dewa dan dewi lainnya yang menjadi tempat umat berdoa sesuai tradisi kepercayaan masing-masing.
Keberadaan berbagai altar tersebut memperlihatkan kekayaan tradisi spiritual yang telah diwariskan secara turun-temurun hingga sekarang.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Republik Lanfang di Kalimantan Barat, Dari Taman hingga Klenteng Bersejarah
Menghadap Langsung ke Sungai Kapuas
Salah satu daya tarik utama Klenteng Ma Cou adalah lokasinya yang berada tepat di tepi Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia.
Posisi ini membuat pengunjung dapat menikmati panorama alam yang menenangkan, terutama saat matahari mulai terbenam. Cahaya senja yang memantul di permukaan Sungai Kapuas menciptakan suasana yang indah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun pencinta fotografi.
Tak sedikit pengunjung yang datang bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga menikmati keindahan pemandangan di sekitar klenteng.
Dapat Ditempuh Lewat Jalur Darat dan Sungai
Klenteng Ma Cou berada di Desa Ambang Kumpai Besar, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Baca Juga: Menyusuri Sejarah dan Keunikan Klenteng Tengah Laut Kubu Raya, Satu-Satunya di Dunia
Lokasinya berjarak sekitar 18 kilometer dari Kota Pontianak sehingga relatif mudah dijangkau. Pengunjung dapat menggunakan kendaraan melalui jalur darat maupun memanfaatkan transportasi sungai yang sejak dahulu menjadi jalur utama masyarakat di kawasan tersebut.
Perjalanan menuju klenteng juga memberikan pengalaman tersendiri karena pengunjung dapat menyaksikan kehidupan masyarakat di sepanjang tepian Sungai Kapuas.
Menjadi Warisan Sejarah dan Wisata Religi
Baca Juga: Klenteng Kong Miao Litang, Jejak Sejarah Konghucu dan Toleransi di Pulau Borneo
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Klenteng Ma Cou juga menjadi bagian dari warisan sejarah yang memperkaya khazanah budaya Kalimantan Barat.
Keberadaannya menunjukkan bagaimana kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Kapuas berkembang seiring masuknya berbagai budaya yang kemudian hidup berdampingan hingga saat ini.
Editor : Silvina