PONTIANAK POST - Klenteng Tiga Pontianak tidak hanya menarik perhatian karena usianya yang panjang, tetapi juga karena keindahan arsitektur dan ornamen yang menghiasi setiap bagian bangunannya.
Terletak di kawasan Kapuas Indah, tepatnya di sekitar Jalan Sultan Muhammad, Kota Pontianak, bangunan bersejarah ini memperlihatkan perpaduan seni arsitektur tradisional Tionghoa dengan material khas Kalimantan.
Informasi mengenai Klenteng Tiga Pontianak ini diperoleh dari tayangan YouTube 33apepsychanel10 yang menampilkan penjelasan mengenai sejarah, ornamen, hingga berbagai bagian dalam klenteng bersama pengurus Vihara Bodhisatva Karaniya Metta.
Baca Juga: Sejarah Klenteng Tiga Pontianak, Disebut Sudah Ada Sebelum Pontianak Resmi Berdiri di Tahun 1771
Dominasi Kayu Belian yang Menjadi Ciri Khas
Salah satu keunikan utama Klenteng Tiga adalah penggunaan kayu belian sebagai material utama bangunan.
Kayu belian atau kayu ulin dikenal sebagai salah satu kayu terbaik dari Kalimantan karena memiliki daya tahan yang kuat terhadap cuaca. Pada masa lalu, kayu jenis ini banyak digunakan untuk membangun rumah maupun bangunan penting karena mampu bertahan dalam waktu yang sangat lama.
Baca Juga: Pesona Klenteng Ma Cou di Tepi Sungai Kapuas, Simpan Sejarah Tiga Abad dan Panorama Sunset Memikat
Hampir seluruh bagian bangunan klenteng didominasi material kayu belian yang kemudian dipadukan dengan warna khas merah dan kuning emas.
Warna Merah dan Emas Lambangkan Harapan Baik
Warna merah menjadi salah satu ciri paling mudah dikenali dari bangunan klenteng.
Baca Juga: Klenteng Tua di Hang Mui Singkawang Konon Bermula dari Sebongkah Batu
Dalam budaya Tionghoa, warna merah memiliki makna keberuntungan, kegembiraan, dan semangat kehidupan. Sementara warna kuning emas sering dikaitkan dengan kemakmuran serta kesejahteraan.
Perpaduan kedua warna tersebut membuat Klenteng Tiga terlihat mencolok sekaligus memiliki nilai simbolis yang kuat.
Tiga Pintu Masuk Memiliki Makna Tersendiri
Baca Juga: Menyusuri Klenteng Tua di Hang Mui Singkawang, Jejak Awal Masyarakat Hakka di Kalimantan Barat
Salah satu bagian menarik dari bangunan Klenteng Tiga adalah keberadaan tiga pintu masuk yang dihiasi ornamen khas.
Menurut penjelasan pengurus, tiga pintu tersebut berkaitan dengan simbol penghormatan terhadap dewa dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Keberadaan ornamen pada pintu tidak hanya berfungsi sebagai dekorasi, tetapi juga menjadi bagian dari nilai spiritual yang melekat pada bangunan.
Baca Juga: Menyusuri Jejak Republik Lanfang di Kalimantan Barat, Dari Taman hingga Klenteng Bersejarah
Ornamen Dewa dan Simbol Kehidupan
Di dalam klenteng terdapat berbagai ornamen dan patung yang menggambarkan tokoh-tokoh dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa.
Mulai dari Dewi Samudra, Kwan Im sebagai simbol kasih sayang, hingga berbagai dewa lainnya yang dipercaya memiliki peran masing-masing.
Setiap simbol memiliki cerita dan makna tersendiri yang berkaitan dengan harapan manusia terhadap kesehatan, keselamatan, serta kesejahteraan.
Warisan Arsitektur yang Tetap Bertahan
Keberadaan ornamen dan arsitektur Klenteng Tiga menjadi bukti perjalanan panjang budaya Tionghoa di Pontianak.
Baca Juga: Klenteng Kong Miao Litang, Jejak Sejarah Konghucu dan Toleransi di Pulau Borneo
Bangunan ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi peninggalan sejarah yang memperlihatkan bagaimana seni, kepercayaan, dan budaya berpadu dalam sebuah bangunan.
Editor : Silvina