PONTIANAK POST – Setiap bulan Agustus, jutaan masyarakat Indonesia menyanyikan lagu Hari Merdeka dan menyaksikan pengibaran Sang Saka Merah Putih. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa pencipta lagu tersebut, Husein Mutahar, juga pernah mengemban tugas penting menyelamatkan Bendera Merah Putih pada masa awal perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Kiprah itu menjadi salah satu jasa besar Husein Mutahar yang jarang diangkat. Di tengah situasi revolusi yang penuh ketidakpastian, keberadaan Bendera Merah Putih bukan sekadar selembar kain, melainkan lambang kedaulatan bangsa yang harus dijaga. Dalam situasi itulah Husein Mutahar dipercaya menjalankan tugas penting untuk mengamankan Sang Saka Merah Putih.
Menjaga Simbol Kemerdekaan di Masa Revolusi
Baca Juga: Mengenang Husein Mutahar, Dari Pencipta Lagu Hari Merdeka, Pendiri Paskibra hingga Ajudan Presiden
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lintasedukasi.com, Husein Mutahar pernah berjasa menyelamatkan Bendera Merah Putih ketika ibu kota pemerintahan Indonesia dipindahkan ke Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peristiwa tersebut berlangsung setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 1945. Ketika kondisi negara masih belum stabil, keberadaan Sang Saka Merah Putih menjadi simbol yang harus dijaga. Dalam momentum itulah Husein Mutahar dipercaya untuk mengamankan bendera kebanggaan bangsa Indonesia.
Jasa tersebut menjadi salah satu bukti besarnya pengabdian Husein Mutahar kepada negara. Meski tidak banyak dibahas, perannya dalam menjaga Sang Saka Merah Putih menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Baca Juga: Bukan di Kantor Pemerintahan, Merah Putih Pertama di Pontianak Justru Berkibar di Padang Sayok
Sosok yang Mengabdi Lewat Berbagai Cara
Husein Mutahar memiliki nama lengkap Habib Muhammad bin Husein Al Mutahar. Ia lahir di Semarang pada 5 Agustus 1916.
Semasa hidupnya, Husein Mutahar menempuh pendidikan di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) B pada 1934. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Algemeene Middelbare School (AMS) A-I di Yogyakarta pada 1938 sebelum meneruskan studi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM).
Baca Juga: Meski Berawal dari Sejarah Kelam, Panjat Pinang Kini Jadi Simbol Kebersamaan dan Penuh Makna
Selain dikenal sebagai sosok yang pernah menyelamatkan Bendera Merah Putih, Husein Mutahar juga aktif dalam dunia kepanduan. Kiprahnya kemudian turut mewarnai perkembangan Gerakan Pramuka di Indonesia.
Pendiri Paskibraka yang Warisannya Terus Hidup
Nama Husein Mutahar juga dikenang sebagai pendiri Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Gagasannya melahirkan pasukan pengibar bendera hingga kini terus menjadi bagian penting dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca Juga: Panjat Pinang Tetap Jadi Ikon 17 Agustus, Ini Nilai yang Terus Dijaga Hingga Kini
Setiap tahun, generasi muda dari berbagai daerah mendapat kehormatan menjadi anggota Paskibraka untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih sebagai simbol penghormatan terhadap bangsa dan negara.
Warisan tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian Husein Mutahar tidak berhenti pada satu bidang saja, tetapi juga menyentuh pembinaan karakter generasi muda Indonesia.
Jejak Pengabdian yang Tak Lekang oleh Waktu
Baca Juga: Benarkah Lomba Balap Karung Berawal dari Pakaian Darurat pada Masa Penjajahan? Begini Ceritanya
Husein Mutahar wafat pada 9 Juni 2004 dalam usia 88 tahun. Meski telah berpulang, jasa dan pengabdiannya tetap hidup dalam sejarah Indonesia.
Di balik berkibarnya Sang Saka Merah Putih setiap 17 Agustus, terdapat jejak seorang Husein Mutahar yang bukan hanya menciptakan lagu untuk membangkitkan semangat bangsa dan mendirikan Paskibraka. Husein Mutahar juga pernah menjaga serta menyelamatkan simbol kemerdekaan Indonesia pada masa-masa paling menentukan dalam perjalanan bangsa.
Editor : Silvina