PONTIANAK POST – Wajahnya terpampang pada uang pecahan Rp10.000. Namun, tidak semua orang mengenal sosok dan perjuangan di balik gambar tersebut. Ia adalah Frans Kaisiepo, pahlawan nasional asal Papua yang memiliki peran penting dalam perjuangan mempertahankan integrasi Papua ke dalam Republik Indonesia.
Frans Kaisiepo menjadi salah satu tokoh pejuang yang kisahnya menarik untuk kembali dikenalkan, terutama kepada generasi muda. Perjuangannya tidak berhenti setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Sebaliknya, ia terus memperjuangkan agar wilayah Papua menjadi bagian dari Republik Indonesia.
Bukan Sekadar Tokoh di Uang Rp10.000
Frans Kaisiepo lahir di Wardo, Biak, Papua, pada 10 Oktober 1921. Semangat kebangsaannya semakin tumbuh ketika ia mengikuti kursus Pamong Praja di Jayapura.
Dalam perjalanan perjuangannya, Frans Kaisiepo dikenal sebagai tokoh yang gigih mempertahankan keutuhan Indonesia. Ia menolak berbagai upaya Belanda yang ingin mempertahankan pengaruhnya di Papua dan terus mendorong persatuan Papua dengan Republik Indonesia.
Baca Juga: Abdul Kadir, Pahlawan dari Tanah Sintang yang Satukan Dayak dan Melayu Melawan Belanda
Ruangguru mencatat, setelah Indonesia merdeka, Frans Kaisiepo menjadi salah satu tokoh penting yang memastikan Papua tetap berada dalam bagian Republik Indonesia. Ia juga terus mengorganisasi gerakan perlawanan terhadap Belanda di Papua.
Memperjuangkan Papua Tetap Bersama Indonesia
Perjuangan Frans Kaisiepo tidak hanya dilakukan melalui pernyataan politik. Ia juga mengambil peran dalam berbagai upaya mempertahankan keberadaan Republik Indonesia di Papua.
Baca Juga: Dr. Rubini, Dokter Pejuang Kalbar yang Melawan Jepang dengan Ilmu dan Pengabdian
Salah satu bagian penting dari perjalanan perjuangannya adalah ketika ia menentang upaya Belanda untuk memisahkan Papua dari Indonesia.
Semangat tersebut terus ia bawa hingga kemudian dipercaya menjadi Gubernur Irian Barat pada 1964–1973. Posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam memperjuangkan integrasi wilayah Papua dengan Indonesia.
Frans Kaisiepo kemudian wafat pada 10 April 1979. Atas jasa dan perjuangannya bagi bangsa dan negara, pemerintah menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional pada 1993.
Baca Juga: Mengenang Soeharto di Hari Kelahirannya, Dari Kritik Sejarah hingga Gelar Pahlawan Nasional
Mengapa Wajahnya Ada di Uang Rp10.000?
Penggunaan gambar Frans Kaisiepo pada uang rupiah bukan sekadar penghormatan terhadap seorang tokoh dari Papua. Kehadirannya juga mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan mempertahankan persatuan Indonesia.
Frans Kaisiepo merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan agar Papua tetap menjadi bagian dari Indonesia. Namanya juga diabadikan sebagai Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak dan KRI Frans Kaisiepo.
Baca Juga: Kekuatan Pahlawan Nasional Jenderal Soedirman Ternyata Bukan Senjata
Karena itu, ketika lembar uang Rp10.000 berada di tangan masyarakat, sebenarnya ada kisah perjuangan panjang yang ikut hadir di dalamnya.
Dari Papua untuk Indonesia
Kisah Frans Kaisiepo menunjukkan bahwa perjuangan mempertahankan Indonesia tidak hanya dilakukan oleh tokoh-tokoh yang dikenal luas dalam buku sejarah.
Dari Papua, Frans Kaisiepo ikut berdiri mempertahankan gagasan tentang Indonesia sebagai negara yang utuh. Perjuangannya menjadi bagian dari sejarah panjang perjalanan bangsa setelah Proklamasi Kemerdekaan.
Mengenalkan kembali tokoh seperti Frans Kaisiepo penting dilakukan agar generasi muda tidak hanya mengenal wajahnya dari uang Rp10.000, tetapi juga memahami siapa sosok di balik gambar tersebut dan apa yang telah diperjuangkannya untuk Indonesia.
Editor : Silvina