PONTIANAK POST – Nama Tan Malaka mungkin tidak sepopuler sejumlah tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia lainnya. Padahal, ia merupakan Pahlawan Nasional yang memiliki perjalanan hidup penuh perjuangan, mulai dari dunia pendidikan hingga menghadapi pengasingan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Tan Malaka lahir di Sumatera Barat pada 1898. Ia merupakan seorang guru lulusan Belanda yang kemudian memilih mendedikasikan dirinya untuk mendidik anak-anak di Semarang.
Di tengah perjuangan bangsa Indonesia menghadapi kolonialisme, Tan Malaka menempatkan pendidikan sebagai salah satu bagian penting untuk mencerdaskan rakyat.
Baca Juga: Frans Kaisiepo, Pahlawan Papua di Uang Rp10.000 yang Perjuangannya Jarang Diketahui
Tan Malaka, Guru yang Memilih Mencerdaskan Rakyat
Tidak banyak tokoh perjuangan yang dikenal sekaligus melalui kiprahnya sebagai pendidik. Tan Malaka menjadi salah satunya.
Setelah menempuh pendidikan di Belanda dan menjadi guru, ia mengabdikan dirinya untuk mendidik anak-anak di Semarang.
Dilansir dari Ruang Guru, aktivitas tersebut bukan sekadar pekerjaan sebagai pengajar. Tan Malaka juga memiliki perhatian besar terhadap upaya mencerdaskan rakyat.
Pendidikan menjadi bagian dari perjuangannya dalam membangun kesadaran masyarakat di tengah situasi kolonial.
Aktivitasnya Tak Disukai Pemerintah Belanda
Baca Juga: Dr. Rubini, Dokter Pejuang Kalbar yang Melawan Jepang dengan Ilmu dan Pengabdian
Perjuangan Tan Malaka dalam mencerdaskan rakyat ternyata tidak mendapat sambutan baik dari pemerintah kolonial Belanda.
Beragam aktivitas yang dilakukannya membuat Tan Malaka kemudian diasingkan oleh Belanda pada Februari 1922.
Pengasingan tersebut tidak membuat perjuangannya berhenti. Ia tetap melanjutkan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.
Bagi Tan Malaka, tekanan dan pengasingan tidak menjadi alasan untuk menghentikan perjuangannya.
Perjuangan Berlanjut hingga Indonesia Merdeka
Perjalanan Tan Malaka berlangsung panjang dan melewati berbagai situasi perjuangan.
Baca Juga: Pencipta Lagu Hari Merdeka Husein Mutahar, Ternyata Pernah Selamatkan Sang Saka Merah Putih
Bahkan setelah Indonesia merdeka, kehidupannya tidak serta-merta berakhir dalam suasana yang tenang.
Di tengah perpecahan di antara sesama pejuang kemerdekaan, Tan Malaka justru ditangkap oleh tentara Militer Divisi 1 Jawa Timur.
Ia kemudian dieksekusi pada 21 Februari 1949.
Baca Juga: Mengenal Husein Mutahar, Habib Pencipta Lagu Hari Merdeka, Pendiri Paskibra dan Ajudan Presiden
Peristiwa tersebut menjadi bagian paling tragis dalam perjalanan hidup Tan Malaka. Seorang tokoh yang sebelumnya berjuang untuk kemerdekaan Indonesia justru meninggal setelah negara yang diperjuangkannya merdeka.
Dari Sosok yang Jarang Dibahas hingga Pahlawan Nasional
Tan Malaka menjadi salah satu nama yang penting untuk kembali dikenang dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Baca Juga: Hari Merdeka hingga Hymne Pramuka, Ini Lagu-Lagu Nasional Karya Husein Mutahar yang Melegenda
Namanya mungkin tidak selalu menjadi tokoh yang paling sering dibicarakan dalam sejarah populer. Namun, perjalanan hidupnya memperlihatkan bagaimana pendidikan dan perjuangan kemerdekaan dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan.
Pengakuan negara terhadap perjuangannya kemudian datang setelah ia wafat.
Pada 28 Maret 1963, Presiden Soekarno secara resmi mengangkat Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional.
Baca Juga: Abdul Kadir, Pahlawan dari Tanah Sintang yang Satukan Dayak dan Melayu Melawan Belanda
Pengangkatan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas jasa dan perjuangan Tan Malaka dalam sejarah bangsa Indonesia.
Jejak Tan Malaka Layak Kembali Dikenang
Kisah Tan Malaka memperlihatkan perjalanan seorang guru yang memilih tidak berhenti pada ruang kelas.
Baca Juga: Bukan di Kantor Pemerintahan, Merah Putih Pertama di Pontianak Justru Berkibar di Padang Sayok
Ia berusaha mencerdaskan rakyat, menghadapi tekanan pemerintah kolonial, menjalani pengasingan, dan tetap melanjutkan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia.
Ironisnya, perjalanan hidupnya berakhir secara tragis hanya beberapa tahun setelah Indonesia merdeka.
Kini, Tan Malaka tercatat sebagai Pahlawan Nasional. Kisahnya menjadi pengingat bahwa sejarah kemerdekaan Indonesia tidak hanya dibangun oleh tokoh-tokoh yang paling sering disebut, tetapi juga oleh mereka yang perjuangannya terkadang kurang mendapat ruang dalam ingatan sejarah populer.
Tan Malaka adalah salah satu di antaranya.
Editor : Silvina