PONTIANAK POST – Setiap 17 Agustus, perayaan Kemerdekaan Indonesia identik dengan upacara pengibaran bendera. Namun, di balik seremoni tersebut, ada tradisi lain yang sejak dahulu ikut mewarnai suasana kemerdekaan: pawai dan pesta rakyat.
Tradisi itu hadir di jalan-jalan hingga kampung-kampung di ibu kota. Masyarakat merayakan hari kemerdekaan dengan berbagai kegiatan yang membuat suasana menjadi lebih meriah.
Gambaran tentang semarak perayaan tersebut ditampilkan dalam video kanal YouTube @DjakartaUnique, yang ditayangkan sekitar tiga tahun lalu dengan tema 17 Agustus Hari Kemerdekaan Indonesia.
Baca Juga: Mengungkap Peran Besar Ulama di Balik Kemerdekaan Indonesia, Tak Sekadar di Medan Perang
Pawai Sepeda Hias hingga Kendaraan Hias
Beragam bentuk perayaan muncul dari tahun ke tahun. Salah satunya adalah pawai sepeda hias pada 1952.
Lima tahun kemudian, kemeriahan berlanjut dengan pawai kendaraan hias pada 1957.
Tradisi menghias lingkungan juga menjadi bagian dari perayaan. Pada 1960, gapura hias hadir di sejumlah perkampungan. Pada tahun yang sama, masyarakat juga menggelar lomba perahu hias di Sungai Ciliwung.
Baca Juga: Kisah B.M. Diah, Wartawan yang Sebarkan Berita Kemerdekaan di Tengah Tekanan Jepang
Semarak dekorasi bahkan terlihat di kawasan perdagangan. Gapura hias Pasar Baru tercatat hadir pada 1951.
Penjual Jamu Ikut Meramaikan Pawai
Perayaan kemerdekaan juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Salah satu gambaran menarik muncul pada 1961, ketika penjual jamu ikut dalam pawai.
Baca Juga: S.K. Trimurti, Wartawati Pejuang yang Berani Melawan Kolonial Belanda Lewat Tulisan
Rangkaian catatan tersebut memperlihatkan bagaimana perayaan 17 Agustus pada masa lalu tidak hanya berlangsung dalam bentuk upacara. Pawai, hiasan, dan pesta rakyat menjadi bagian dari cara masyarakat menyambut hari kemerdekaan.
Dari sepeda hias, kendaraan hias, gapura kampung, hingga perahu di Sungai Ciliwung, semarak perayaan tumbuh di ruang-ruang publik dan menjadi bagian dari suasana kemerdekaan.
Kini, ketika Indonesia kembali memasuki momentum peringatan kemerdekaan, tradisi tersebut menjadi bagian dari jejak sejarah perayaan 17 Agustus. Perayaan kemerdekaan bukan hanya tentang seremoni, tetapi juga tentang kegembiraan masyarakat dalam menyambut hari lahirnya Indonesia sebagai bangsa merdeka.
Editor : Silvina