
PONTIANAK POST – Empat puluh enam tahun lalu, nama Phạm Tuân tercatat dalam sejarah penerbangan antariksa dunia. Pada 23 Juli 1980, pilot Angkatan Udara Vietnam itu terbang ke luar angkasa bersama kosmonaut Uni Soviet Viktor Gorbatko menggunakan wahana Soyuz 37 dalam program Interkosmos.
Penerbangan tersebut menjadikan Phạm Tuân sebagai orang Vietnam pertama sekaligus orang Asia pertama yang mencapai luar angkasa. Catatan NASA pada kronologi penerbangan antariksa 1980 menyebut Tuân sebagai first Asian space traveler. Pemerintah Vietnam melalui pernyataannya di PBB juga mencatatnya sebagai warga Vietnam pertama dan orang Asia pertama yang terbang ke luar angkasa.
Peristiwa itu bukan sekadar pencapaian seorang pilot. Di tengah persaingan teknologi Amerika Serikat dan Uni Soviet pada era Perang Dingin, penerbangan Tuân menjadi bagian dari strategi Uni Soviet untuk memperluas kerja sama antariksa dengan negara-negara sekutunya dan negara berkembang.
Dari Pilot Tempur Menjadi Kandidat Kosmonaut
Phạm Tuân lahir pada 14 Februari 1947 di Provinsi Thái Bình, Vietnam Utara. Ia bergabung dengan Angkatan Udara Rakyat Vietnam pada 1965 dan kemudian menjalani pendidikan penerbangan di Uni Soviet.
Sebelum terjun ke program antariksa, Tuân dikenal sebagai pilot pesawat tempur. Ia menerbangkan MiG-17 dan MiG-21 dan ikut dalam berbagai operasi udara selama Perang Vietnam.
Namanya semakin dikenal setelah Vietnam memberikan penghargaan kepadanya atas klaim bahwa ia menembak jatuh pesawat pembom strategis Amerika Serikat, B-52, dalam pertempuran udara pada Desember 1972.
Namun, bagian sejarah tersebut masih menjadi perdebatan. Catatan Amerika Serikat menyatakan B-52 yang jatuh pada periode tersebut disebabkan oleh rudal permukaan-ke-udara, bukan tembakan pesawat tempur Tuân. Karena itu, klaim mengenai B-52 perlu ditempatkan sebagai bagian dari narasi sejarah yang berbeda antara Vietnam dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Proklamasi Dibacakan Sekali, Merdeka Selamanya: Inilah Sejarah Besar Indonesia 17 Agustus 1945
Dipilih dalam Program Interkosmos
Kesempatan menuju antariksa datang ketika Uni Soviet menjalankan program Interkosmos, sebuah program penerbangan antariksa yang memberikan kesempatan kepada warga negara non-Soviet untuk mengikuti misi bersama kosmonaut Uni Soviet.
Menurut Colin Burgess dan Bert Vis dalam kajian mereka mengenai Interkosmos, Tuân dipilih pada 1 April 1979 sebagai bagian dari kru internasional keenam program tersebut. Ia kemudian menjalani pelatihan sebagai kosmonaut penelitian di Uni Soviet.
Pemilihan Tuân juga memiliki makna politik. Vietnam baru beberapa tahun keluar dari perang dan sedang mempererat hubungan dengan Uni Soviet. Penerbangan seorang pilot Vietnam ke luar angkasa menjadi simbol hubungan erat kedua negara sekaligus menunjukkan kemampuan teknologi antariksa Soviet kepada dunia.
Baca Juga: G-Dragon Cetak Sejarah, Kirim Musik dan Video ke Luar Angkasa Bareng NASA
Kajian Cambridge mengenai sejarah Asia pada masa Perang Dingin bahkan menggambarkan penerbangan Tuân sebagai bagian dari strategi diplomasi antariksa Blok Timur untuk menunjukkan penguasaan teknologi, kerja sama internasional, serta keterlibatan negara-negara berkembang.
Detik-Detik Peluncuran Soyuz 37
Pada 23 Juli 1980, Tuân dan Gorbatko meluncur dari Baikonur Cosmodrome menggunakan Soyuz 37.
NASA mencatat peluncuran berlangsung pada 23 Juli dan membawa Kolonel Viktor Gorbatko serta Letnan Kolonel Phạm Tuân menuju stasiun antariksa Salyut 6. Wahana tersebut kemudian merapat ke stasiun pada 24 Juli.
Misi itu menjadi penerbangan luar angkasa pertama bagi Tuân sekaligus penerbangan bersejarah bagi Vietnam dan Asia.
Setelah mencapai orbit, kru melakukan perjalanan menuju Salyut 6. Mereka kemudian bergabung dengan kru yang telah berada di stasiun tersebut.
Bukan Sekadar Menjadi Penumpang
Misi Tuân bukan sekadar penerbangan simbolis.
Selama berada di orbit, ia bersama Gorbatko menjalankan sekitar 30 eksperimen. Penelitian tersebut mencakup pengamatan permukaan Bumi, ilmu kehidupan, pengujian pertumbuhan tanaman Azolla Vietnam, penelitian fungsi paru-paru, serta eksperimen pemrosesan material dalam kondisi mikrogravitasi.
Salah satu tugas yang memiliki nilai khusus bagi Vietnam adalah memotret wilayah Vietnam dari luar angkasa. Data tersebut digunakan untuk kepentingan pemetaan dan pengamatan permukaan wilayah negara tersebut.
NASA juga mencatat bahwa salah satu eksperimen awal yang dilakukan setelah mereka tiba di Salyut 6 berkaitan dengan sirkulasi darah di kepala selama tubuh beradaptasi dengan kondisi tanpa bobot. Phạm Tuân menjadi subjek pertama dalam penelitian tersebut.
Hampir Delapan Hari di Luar Angkasa
Tuân dan Gorbatko menghabiskan waktu sekitar 7 hari 20 jam 42 menit dalam penerbangan tersebut.
Setelah menyelesaikan misi, keduanya tidak kembali menggunakan Soyuz 37. Mereka pulang menggunakan Soyuz 36 pada 31 Juli 1980. Data Spacefacts mencatat durasi penerbangan Tuân selama 7 hari 20 jam 42 menit.
Dalam periode tersebut, Tuân menyelesaikan sekitar 142 orbit mengelilingi Bumi.
Museum Sejarah Nasional Vietnam mencatat bahwa saat kembali ke Bumi, Tuân membawa sejumlah benda simbolis, termasuk foto keluarga, bendera Vietnam dan Uni Soviet, serta beberapa benda yang berkaitan dengan sejarah Vietnam.
Mengapa Phạm Tuân Disebut Orang Asia Pertama di Antariksa?
Istilah tersebut merujuk pada pencapaian Tuân sebagai orang pertama dari Asia yang mencapai luar angkasa.
NASA secara eksplisit menyebutnya sebagai first Asian space traveler. Sementara catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebut Tuân sebagai warga Vietnam pertama dan orang Asia pertama yang terbang ke luar angkasa.
Setelah Tuân, sejumlah negara Asia menyusul mengirim warganya ke luar angkasa. Mongolia mengirim Jügderdemidiin Gürragchaa pada 1981, sedangkan India mengirim Rakesh Sharma pada 1984.
Dengan demikian, pencapaian Tuân bukan hanya menjadi tonggak Vietnam, tetapi juga membuka daftar panjang perjalanan manusia dari negara-negara Asia menuju antariksa.
Warisan Phạm Tuân
Setelah kembali dari luar angkasa, Tuân melanjutkan kariernya di lingkungan militer dan pemerintahan Vietnam. Ia kemudian mencapai pangkat letnan jenderal dan memperoleh berbagai penghargaan, termasuk Hero of the Soviet Union, salah satu penghargaan tertinggi Uni Soviet.
Perjalanan Tuân juga memperlihatkan bagaimana eksplorasi antariksa pada era Perang Dingin tidak dapat dipisahkan dari politik internasional. Bagi Uni Soviet, Interkosmos merupakan sarana menunjukkan kemampuan teknologi dan memperkuat hubungan dengan negara sahabat. Bagi Vietnam, penerbangan Tuân menjadi simbol kemajuan dan kebanggaan nasional.
Lebih dari empat dekade setelah Soyuz 37 meninggalkan Baikonur, nama Phạm Tuân tetap memiliki tempat khusus dalam sejarah eksplorasi manusia di luar Bumi.
Ia bukan orang pertama di dunia yang pergi ke luar angkasa. Namun pada 23 Juli 1980, seorang pilot dari Vietnam berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang Asia sebelumnya: menembus batas atmosfer Bumi dan menjadi manusia pertama dari Asia yang mencapai luar angkasa. (*)
Editor : Rafael B. Junior