PONTIANAK POST - Mendapatkan beasiswa kuliah tidak cukup hanya dengan memenuhi persyaratan administrasi. Pelamar perlu menyiapkan profil diri, memahami karakter program yang dituju, hingga mampu menjelaskan alasan studi lanjutan dibutuhkan.
Menurut awardee LPDP sekaligus kandidat doktor, Haekal Rheza Afandi MHum, persiapan bahkan sebaiknya dimulai sekitar setahun sebelum pendaftaran.
Haekal menyarankan calon pelamar menggunakan waktu sekitar satu tahun sebelum pendaftaran untuk menentukan kampus dan beasiswa tujuan sekaligus melengkapi berbagai persyaratan.
Baca Juga: Ingin Kuliah ke Luar Negeri? Analisis BaZi Sebut Waktu Terbaik Berburu Beasiswa hingga Tahun 2031
“Butuh persiapan setahun sebelum pendaftaran. Rentang waktu tersebut dapat digunakan untuk menentukan kampus dan beasiswa tujuan sekaligus melengkapi berbagai persyaratan,’’ kata Haekal, dilansir dari Jawapos.
Menurut dia, salah satu hal yang perlu dibangun jauh sebelum pendaftaran adalah profil diri. Pengalaman bekerja, kegiatan sukarela, karya, penelitian, hingga pencapaian dapat menjadi bagian dari rekam jejak yang memperkuat profil pelamar.
“Profil diri itu yang pasti akan dilihat para penguji atau lembaga pemberi beasiswa. Profil itu harus sudah diciptakan dari jauh-jauh hari, bisa dari pengalaman bekerja, volunteer, karya, dan sebagainya. Itu menjadi personal branding,’’ jelasnya.
Baca Juga: Dulu Nilai Kimianya Paling Rendah, Kini Resmi Jadi Guru Besar UI Dari Hasil Perjuangan dan Beasiswa
Haekal juga mendorong pelamar agar memberikan dampak melalui berbagai kegiatan yang dilakukan.
“Jadilah orang yang impactful, apa pun yang kalian kerjakan,’’ ucapnya.
Bahasa hingga Surat Rekomendasi Perlu Disiapkan
Kemampuan bahasa juga perlu dipersiapkan sejak awal. Setiap program beasiswa dapat memiliki persyaratan bahasa yang berbeda sehingga calon pelamar perlu mengetahui jenis bahasa atau sertifikat yang diwajibkan.
“Pelamar perlu menyiapkan pencapaian dan surat rekomendasi dari dosen atau atasan,’’ sambungnya. (*)
Editor : Chairunnisya