PONTIANAK POST - Setelah dokumen pendaftaran dikirimkan, pelamar masih perlu menghadapi tahap wawancara. Menurut Haekal, wawancara tidak dapat dipisahkan dari seluruh informasi yang telah dicantumkan dalam dokumen.
Semua Data Harus Bisa Dipertanggungjawabkan
Pelamar perlu memastikan setiap informasi yang dicantumkan benar-benar faktual. Esai yang telah dibuat juga dapat menjadi bahan yang digunakan dalam wawancara.
Baca Juga: Tips Menulis Esai Beasiswa dengan Alur Pembuka, Konflik, dan Penyelesaian
“Wawancara tidak pernah berdiri sendiri. Esai itu menjadi pemantik wawancara. Jadi apa pun yang kita tulis harus bisa kita pertanggungjawabkan,’’ tegas awardee LPDP sekaligus kandidat doktor, Haekal Rheza Afandi MHum, dilansir dari Jawapos.
Karena itu, pelamar perlu memahami seluruh isi dokumen yang dikirimkan dan mampu menjelaskan persoalan yang diangkat.
Sampaikan Isu dengan Bahasa Sederhana
Haekal juga mengingatkan pelamar agar mampu menjelaskan isu dengan bahasa sederhana. Sebab, penguji belum tentu berasal dari bidang yang sama dengan pelamar.
Baca Juga: Ingin Lolos Beasiswa Kuliah? Bangun Personal Branding Sejak Jauh Sebelum Pendaftaran
“Jangan membuat solusi yang terlalu luas, seolah-olah akan mengubah tatanan Indonesia. Hal yang faktual dan realistis justru bisa menjadi kekuatan,’’ ungkapnya.
Pendekatan yang realistis dapat membantu pelamar menjelaskan gagasan secara lebih mudah dipahami tanpa membuat solusi yang terlalu luas. (*)
Editor : Chairunnisya