PONTIANAK POST - Munculnya lalat kecil berwarna hitam yang beterbangan di sekitar tanaman hias bisa menjadi tanda keberadaan fungus gnats, yang juga dikenal sebagai lalat tanaman atau sciarid flies.
Menurut BBC Gardeners' World Magazine, serangga dewasa umumnya hanya menimbulkan sedikit atau bahkan tidak menimbulkan kerusakan pada tanaman.
Namun, keberadaannya dapat mengganggu penghuni rumah. Larvanya hidup di lapisan atas media tanam dan memakan alga, jamur, serta akar tanaman.
Baca Juga: Cara Membakar Lemak Tubuh dengan Tepat, Latihan Beban Disebut Lebih Efektif
Tanaman yang sehat biasanya mampu menoleransi kerusakan ringan pada akar. Namun, larva fungus gnats dapat menjadi masalah bagi bibit atau tanaman yang lemah.
1. Kurangi Frekuensi Penyiraman
Cara pertama untuk mengurangi populasi fungus gnats adalah tidak terlalu sering menyiram tanaman.
Larva membutuhkan media tanam yang lembap untuk hidup. Kondisi lembap juga mendukung pertumbuhan alga dan jamur yang menjadi sumber makanan larva.
Baca Juga: Gardenia, Bunga Putih Harum yang Cantik tetapi Cukup Sulit Dirawat
Dengan membiarkan media tanam mengering di antara waktu penyiraman, populasi fungus gnats dapat dikurangi secara signifikan sekaligus menghambat siklus hidupnya.
2. Tutup Permukaan Media dengan Kerikil
Cara berikutnya adalah menutup permukaan media tanam menggunakan mulsa kerikil, grit, atau kerikil kaca dekoratif. Lapisan setebal sekitar 1 sentimeter dapat membuat fungus gnats kesulitan meletakkan telurnya di permukaan media.
Baca Juga: Brugmansia, Bunga Terompet Harum tetapi Sangat Beracun
Media tanam komersial pada umumnya telah disterilkan sehingga tidak mengandung larva fungus gnats. Sebaliknya, penggunaan kompos buatan sendiri di dalam rumah sebaiknya dihindari karena dapat menjadi sumber fungus gnats.
3. Pasang Perangkap Kuning
Perangkap lengket berwarna kuning dapat digunakan untuk menangkap fungus gnats dewasa. Perangkap cukup ditempatkan di dekat tanaman yang terdampak. Perangkap juga dapat dipasang pada batang bambu yang ditancapkan ke media tanam.
Posisinya sebaiknya dekat dengan permukaan tanah karena fungus gnats jarang terbang jauh dari media tanam. Perangkap sebaiknya tidak dipasang di luar ruangan karena berpotensi ikut menangkap kupu-kupu dan hoverflies.
4. Gunakan Pengendalian Biologis
Jika jumlah tanaman hias cukup banyak, pengendalian biologis dapat menjadi pilihan.
Baca Juga: Mengenal Leucanthemum Annual, Bunga Daisy yang Menutup Saat Mendung
Salah satu yang dapat digunakan adalah nematoda Steinernema feltiae. Selain itu, terdapat tungau predator dan larva kumbang rove yang dapat digunakan untuk mengendalikan fungus gnats. Penggunaannya perlu mengikuti petunjuk pada kemasan.
Nematoda dapat digunakan di dalam rumah. Sementara itu, tungau dan larva kumbang rove lebih disarankan untuk lingkungan terbatas seperti rumah kaca atau konservatori tertutup.
Bagi pemilik yang hanya memiliki beberapa tanaman, sundew (Drosera) juga dapat menjadi pilihan. Tanaman karnivora dengan permukaan lengket tersebut disebut sangat efektif menjebak fungus gnats.
Baca Juga: Alocasia, Tanaman Hias Daun Eksotis untuk Hadirkan Nuansa Tropis di Rumah
Kenali dari Tempat Munculnya
Fungus gnats merupakan lalat kecil berwarna hitam yang biasanya terlihat beterbangan di sekitar tanaman hias atau hidup di media tanam.
Serangga ini terkadang disangka sebagai lalat buah. Namun, jika lalat kecil tersebut ditemukan terutama di sekitar tanaman hias dan media tanam, kemungkinan besar serangga tersebut adalah fungus gnats.
Karena larvanya membutuhkan media yang lembap, mengatur penyiraman menjadi langkah awal yang penting.
Baca Juga: Cara Menanam Agastache, Tanaman Bunga yang Suka Sinar Matahari
Mengombinasikannya dengan penutup permukaan media, perangkap kuning, atau pengendalian biologis dapat membantu memutus siklus hidup hama tersebut. (*)
Editor : Chairunnisya