Merah Putih Berkibar di Tengah Gejolak 1966, Begini Suasana HUT RI ke-21

Silvina • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB
Potongan video upacara HUT RI Tahun 1966 di Istana Merdeka
Potongan video upacara HUT RI Tahun 1966 di Istana Merdeka

 

PONTIANAK POST - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-21 Republik Indonesia pada 17 Agustus 1966 berlangsung di Jakarta dengan suasana yang penuh khidmat. Istana Merdeka menjadi salah satu pusat perhatian karena Presiden Soekarno hadir dan menyampaikan amanat kenegaraan.

Sejak pagi, massa dari berbagai golongan telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan. Suasana di sekitar Istana Merdeka dipenuhi peserta upacara yang datang untuk menyaksikan langsung peringatan ulang tahun Republik Indonesia.

Ribuan Orang Berkumpul di Istana Merdeka

Baca Juga: Sejarah Tugu Proklamasi Pegangsaan Timur, Sempat Dihancurkan Lalu Dibangun Kembali

Di tengah suasana tersebut, sejumlah pejabat negara turut hadir mengikuti rangkaian acara. Para menteri dari kabinet juga berada di lokasi ketika Presiden Soekarno menyampaikan amanatnya.

Peringatan HUT RI ke-21 itu menjadi momentum penting karena Indonesia memasuki tahun ke-22 setelah Proklamasi. Di tengah situasi nasional yang penuh ketegangan, upacara kemerdekaan menjadi ruang untuk kembali menegaskan makna perjuangan bangsa.

Setelah amanat Presiden, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945. Pembacaan naskah proklamasi menjadi salah satu bagian yang mengingatkan kembali seluruh peserta kepada titik awal lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.

Baca Juga: Rumah Pegangsaan Timur 56 Jadi Saksi Proklamasi, Tapi Mengapa Soekarno Malah Membongkarnya?

Doa dan Pengibaran Sang Merah Putih

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa. Suasana berlangsung khidmat ketika doa dipanjatkan untuk keselamatan serta masa depan bangsa dan seluruh rakyat Indonesia.

Perhatian peserta kemudian tertuju kepada barisan pemuda dan pemudi yang membawa Sang Saka Merah Putih. Mereka berdiri dengan tertib dalam rangkaian upacara yang menjadi simbol penghormatan terhadap kemerdekaan.

Baca Juga: Di Balik Proklamasi Pegangsaan Timur 56, Ada Kisah Faradj Martak yang Jarang Dibahas

Pengibaran bendera Merah Putih menjadi salah satu momen paling penting dalam peringatan tersebut. Arsip foto Departemen Penerangan yang dihimpun ANRI juga mencatat suasana pengibaran bendera dalam peringatan HUT RI ke-21 di Jakarta, termasuk Presiden Soekarno yang memberikan bendera kepada petugas pengibar. (Anri)

Bendera Merah Putih bukan sekadar perlengkapan upacara. Dalam suasana peringatan kemerdekaan, bendera menjadi simbol perjuangan panjang dan pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Parade Anak Sekolah hingga Indonesia Raya

Baca Juga: Usai Proklamasi, Utusan Jepang Datang Melarang, Jawaban Bung Karno Mengejutkan

Pada sore hari, suasana peringatan kembali semarak dengan parade yang melibatkan anak-anak sekolah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT RI ke-21 di tempat yang sama, yakni Istana Merdeka.

Parade memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam peringatan kemerdekaan. Di tengah suasana politik dan perubahan besar yang sedang terjadi pada 1966, kehadiran anak-anak sekolah memberikan gambaran bahwa peringatan kemerdekaan juga menjadi ruang untuk menanamkan semangat kebangsaan.

Menjelang berakhirnya rangkaian upacara, lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang. Peserta mengikuti lagu tersebut dengan suasana khidmat, mengiringi penurunan Sang Saka Merah Putih.

Baca Juga: Proklamasi Dibacakan Sekali, Merdeka Selamanya: Inilah Sejarah Besar Indonesia 17 Agustus 1945

Rekaman yang ditayangkan @BimoKA pada 21 Agustus 2025 memperlihatkan kembali potongan suasana peringatan HUT RI ke-21 tersebut. Arsip visual mengenai upacara itu juga memperlihatkan sejumlah pejabat dan warga asing yang turut menyaksikan peringatan kemerdekaan di Jakarta. (YouTube)

Peringatan 17 Agustus 1966 akhirnya menjadi salah satu momen bersejarah dalam perjalanan Indonesia. Selain menjadi perayaan 21 tahun kemerdekaan, upacara tersebut juga dikenang karena menjadi panggung bagi pidato terakhir Soekarno dalam peringatan HUT Proklamasi yang kemudian dikenal luas melalui pesan Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah.

 

 

Editor : Silvina
merah putih HUT RI ke-21 upacara 17 Agustus 1966 soekarno istana merdeka