PONTIANAK POST - Snake plant atau tanaman lidah mertua umumnya dikenal dengan daunnya yang tumbuh tegak.
Namun, tanaman ini dapat dibentuk menjadi spiral untuk menghasilkan tampilan yang lebih unik dengan bantuan botol plastik dan tali lembut.
Balcony Garden Web menyebut kuncinya adalah membentuk daun secara perlahan, bukan memaksanya mengikuti spiral dalam waktu singkat.
Baca Juga: Ada 56 Jenis Mangga dari Berbagai Negara, Ada Miyazaki Seharga Rp50 Juta
Pilih Tanaman yang Masih Muda
Langkah pertama adalah memilih beberapa snake plant yang sehat dengan daun panjang. Tanaman muda dengan tinggi sekitar 1–2 kaki atau 30–60 sentimeter dinilai ideal karena daunnya biasanya lebih lentur.
Untuk mempermudah proses, pilih tanaman yang daunnya sudah sedikit melengkung, bergelombang, atau secara alami melengkung.
Beberapa varietas yang disebut cocok antara lain Sansevieria trifasciata ‘Twisted Sister’, Sansevieria zeylanica, dan Sansevieria laurentii.
Baca Juga: 10 Tanaman Buah yang Bisa Tumbuh di Pot, Cocok untuk Lahan Sempit
Daun sebaiknya diuji dengan lembut. Kandidat yang baik memiliki sedikit kelenturan dan tidak terasa rapuh ketika disentuh.
Gunakan Botol sebagai Cetakan
Siapkan botol plastik yang bersih dan kokoh. Ukuran botol menentukan bentuk akhir spiral. Botol yang lebih sempit menghasilkan lilitan yang lebih rapat, sedangkan botol berdiameter lebih besar menghasilkan lengkungan yang lebih lebar dan santai.
Letakkan botol secara tegak di tengah pot kosong, kemudian kokohkan menggunakan media tanam. Setelah itu, tanam snake plant muda di sekeliling botol. Berikan ruang yang cukup agar akar dapat berkembang dan tidak terlalu padat.
Baca Juga: 10 Tanaman Buah yang Bisa Tumbuh di Pot, Cocok untuk Lahan Sempit
Jika tanaman sudah dewasa dan tumbuh sebagai satu rumpun yang rapat, jangan memaksakan botol masuk ke bagian tengahnya.
Metode tersebut berisiko mengganggu sistem akar. Lebih baik menggunakan tanaman muda atau memisahkan anakan yang sehat. Pot yang digunakan juga harus mempunyai lubang drainase yang baik.
Lilit Daun Secara Perlahan
Setelah tanaman berada di sekitar botol, arahkan daun-daun yang panjang mengelilingi botol.
Lakukan secara perlahan dari bagian luar menuju tengah. Agar hasilnya menyerupai anyaman atau kepang, beberapa daun dapat disilangkan secara longgar, bukan semuanya diarahkan ke satu sisi.
Baca Juga: 4 Cara Membasmi Fungus Gnats, Lalat Kecil yang Sering Muncul di Tanaman Hias
Setelah posisi daun sesuai, gunakan tali rami lembut, tali katun, atau pengikat tanaman yang lembut. Gunakan beberapa ikatan ringan daripada satu ikatan yang terlalu kencang. Pastikan tali tidak menekan atau melukai permukaan daun.
Hal penting lainnya adalah jangan memaksa daun yang kaku untuk membentuk sudut tajam. Daun yang dipaksa dapat terbelah atau meninggalkan bekas lipatan permanen.
Letakkan di Tempat Terang
Tanaman yang sudah dibentuk kemudian ditempatkan di lokasi dengan cahaya terang dan stabil.
Baca Juga: Jangan Asal Menyiram, Ini Cara Menjaga Kelembapan Tanaman Paku-Pakuan
Snake plant memang dapat bertahan dalam kondisi cahaya rendah. Namun, kondisi yang lebih terang membantu menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat dan sehat serta mencegah daun tumbuh terlalu condong ke satu arah.
Proses pembentukan tidak berlangsung cepat. Daun dapat membutuhkan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, dengan perkiraan sekitar 1–2 bulan, untuk menyesuaikan diri dengan bentuk baru.
Selama periode tersebut, periksa ikatan setiap beberapa minggu. Jika tali mulai menekan daun, longgarkan atau atur kembali.
Baca Juga: Tanaman Padi Petani Sambas Terancam Wereng, Pengendalian Serentak Disiapkan untuk Cegah Gagal Panen
Lepaskan Ikatan Secara Bertahap
Setelah sekitar satu bulan, coba longgarkan satu atau dua ikatan untuk melihat apakah daun mampu mempertahankan bentuknya.
Jika daun langsung kembali ke posisi semula, berarti tanaman masih membutuhkan waktu. Jangan menjadikan satu bulan sebagai batas waktu yang mutlak karena kemampuan daun mempertahankan bentuk dipengaruhi usia, ketebalan, dan kelenturannya.
Ketika daun sudah mampu mempertahankan bentuk spiral, lepaskan seluruh ikatan secara perlahan.
Botol juga dapat dikeluarkan. Tarik botol ke arah atas, bukan memutarnya di antara daun karena dapat merusak bentuk yang sudah terbentuk.
Baca Juga: Mengenal Daun Ungu, Tanaman Herbal Nusantara yang Terus Menarik Perhatian Peneliti
Kembali ke Perawatan Normal
Setelah botol dilepas, snake plant dapat kembali dirawat seperti biasa. Gunakan media tanam yang cepat mengalirkan air dan siram hanya setelah media benar-benar mengering.
Air berlebih harus dapat keluar melalui lubang drainase karena snake plant menyimpan air pada daunnya dan tidak cocok berada dalam media yang terlalu basah.
Tanaman sebaiknya ditempatkan di cahaya terang tidak langsung atau sinar matahari yang lembut. Pot juga dapat diputar sesekali apabila tanaman mulai condong ke arah sumber cahaya.
Baca Juga: Bisa Hambat Karier Hingga Undang Stres, Jauhkan 3 Tanaman Ini dari Interior Rumah Anda Sekarang
Pupuk tanaman hias berimbang dapat diberikan secara ringan selama masa pertumbuhan aktif. Namun, jangan berlebihan karena snake plant termasuk tanaman yang tumbuh lambat dan tidak membutuhkan pemupukan terlalu sering.
Daun yang rusak atau menguning dapat dipotong dari bagian pangkal. Daun juga dapat dibersihkan secara berkala dari debu.
Ukuran Botol Menentukan Bentuk Spiral
Teknik ini juga dapat dikembangkan dengan mencoba berbagai ukuran botol. Botol kecil menghasilkan spiral lebih rapat, sedangkan botol yang lebih besar menciptakan lengkungan yang lebih lebar.
Baca Juga: Lohansung Kian Populer sebagai Tanaman Hias Estetik untuk Mempercantik Halaman Rumah
Tabung kardus juga dapat digunakan sebagai cetakan sementara untuk menghasilkan bentuk yang lebih lembut, tetapi jangan menyiram tanaman langsung ke material tersebut.
Tempatkan beberapa tanaman spider plant di sekitar pangkal snake plant. Daunnya yang menjuntai dapat menciptakan kontras dengan bentuk snake plant yang tinggi dan berkarakter.
Pada akhirnya, spiral tidak harus sempurna. Bentuk yang sedikit tidak beraturan justru dapat terlihat lebih alami. Prinsip utamanya adalah mengarahkan daun secara bertahap, bukan memaksanya. (*)
Editor : Chairunnisya