Bukan Hanya Dinasti Fatimiyah, UAS Bahas Sosok Al-Malik Muzaffar dalam Sejarah Maulid Nabi

Silvina • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 13:50 WIB
Ustaz Abdul Somad membahas sosok Al-Malik Muzaffar dan sejarah awal penyelenggaraan Maulid Nabi.
Ustaz Abdul Somad membahas sosok Al-Malik Muzaffar dan sejarah awal penyelenggaraan Maulid Nabi.

 

PONTIANAK POST – Asal-usul peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu’alaihiwasallam menjadi pembahasan Ustaz Abdul Somad dalam sebuah kajian yang diunggah melalui YouTube Shorts akun Kajian Islam News.

Dalam materi tersebut, Ustaz Abdul Somad membahas dua keterangan mengenai tokoh yang dikaitkan dengan awal penyelenggaraan Maulid Nabi. Salah satunya menyebut Dinasti Fatimiyah, sedangkan keterangan lain menunjuk nama Al-Malik Muzaffar.

Baca Juga: Pidato UAS di HUT Kemerdekaan, Singgung Hak Rakyat, Kritik Keras Pengelola Negara

Al-Malik Muzaffar Disebut dalam Kajian

Ustaz Abdul Somad menyebut Al-Malik Muzaffar sebagai tokoh yang dikaitkan dengan penyelenggaraan Maulid Nabi. Dalam kajian itu, nama lengkap yang disebut adalah Al-Malik Muzaffar Al-Bukhari.

Ustaz Abdul Somad kemudian menjelaskan alasan memilih keterangan mengenai Al-Malik Muzaffar. Menurut penjelasan dalam kajian tersebut, rujukan yang digunakan berasal dari Imam As-Suyuthi melalui kitab Al-Hawi lil Fatawi Juz 1 halaman 272.

Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Bagikan Bacaan untuk Orang Sakit, Ijazah Amalan dari Guru di Sudan

Rujukan itu digunakan untuk membahas sosok Al-Malik Muzaffar dan kaitannya dengan penyelenggaraan Maulid Nabi.

Disebut Raja yang Berilmu dan Adil

Dalam kajian tersebut, Ustaz Abdul Somad juga mengutip keterangan Imam Ibnu Katsir mengenai Al-Malik Muzaffar. Ia disebut sebagai seorang raja yang pemberani, cerdas, berilmu, dan adil.

Baca Juga: Kiat Mendidik Anak di Zaman Sulit, Simak Pesan Ustaz Abdul Somad kepada Para Orang Tua

Keterangan tersebut menjadi bagian penting dalam penjelasan Ustaz Abdul Somad mengenai sosok Al-Malik Muzaffar. Penilaian dari Ibnu Katsir digunakan untuk menggambarkan karakter tokoh yang dikaitkan dengan sejarah Maulid tersebut.

Hadiah 1.000 Dinar

Selain dikenal melalui penyelenggaraan Maulid, Al-Malik Muzaffar dalam kajian tersebut juga disebut pernah memberikan hadiah sebesar 1.000 dinar kepada Syekh Abdul Dihyah.

Baca Juga: Ustaz Mujiman Jelaskan Mengapa Maulid Nabi Dinilai Bidah dalam Islam

Hadiah itu dikaitkan dengan penulisan kitab Tanwirul Maulid. Ustaz Abdul Somad menggunakan keterangan tersebut untuk menunjukkan perhatian Al-Malik Muzaffar terhadap pembahasan dan penyelenggaraan Maulid Nabi.

Dua Keterangan tentang Asal Maulid

Dalam kajian tersebut juga muncul keterangan mengenai Dinasti Fatimiyah yang disebut sebagai pihak yang pertama membuat Maulid. Namun, Ustaz Abdul Somad menyampaikan bahwa ia memilih riwayat yang menyebut Al-Malik Muzaffar berdasarkan rujukan yang dianggapnya terpercaya.

Baca Juga: Lagi Galau? Ini 5 Cara Healing Ala Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam untuk Menenangkan Hati

Pembahasan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan keterangan mengenai tokoh yang dikaitkan dengan awal penyelenggaraan Maulid Nabi. Ustaz Abdul Somad kemudian menekankan rujukan Imam As-Suyuthi dan keterangan Imam Ibnu Katsir dalam menjelaskan pilihannya.

Kajian tersebut menempatkan Al-Malik Muzaffar sebagai tokoh penting dalam pembahasan sejarah awal penyelenggaraan Maulid Nabi. Rujukan dari kitab Al-Hawi lil Fatawi menjadi salah satu dasar yang digunakan dalam penjelasan tersebut.

Wallahua'lam bishawab 

Editor : Silvina
maulid nabi Al-Malik Muzaffar sejarah Maulid Imam As-Suyuthi Ustaz Abdul Somad