Sering Dibuang Sembarangan, 9 Barang Ini Bisa Jadi Limbah Berbahaya

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Ilustrasi sampah botol plastik di rumah tangga.
Ilustrasi sampah botol plastik di rumah tangga.

PONTIANAK POST – Tidak semua barang rumah tangga dapat langsung dibuang ke tempat sampah biasa. Sejumlah produk membutuhkan penanganan khusus karena kandungan kimia, logam, atau materialnya berpotensi membahayakan lingkungan.

The Spruce merangkum sembilan jenis barang yang sebaiknya tidak dibuang ke tempat sampah rumah tangga. Dua pakar kebersihan, Alessandro Gazzo dari Emily's Maids dan Robin Murphy, presiden Maid Brigade, menjelaskan alasan serta pilihan pembuangan yang lebih tepat untuk barang-barang tersebut.

1. Baterai

Baterai bekas menjadi salah satu barang yang perlu diperhatikan saat dibuang. Alessandro Gazzo mengatakan baterai dapat memicu kebakaran sehingga sebaiknya ditempatkan dalam wadah terpisah.

Menurutnya, sejumlah toko bahan makanan menyediakan layanan pengumpulan baterai bekas yang memungkinkan masyarakat membawanya untuk dibuang secara lebih aman.

Baca Juga: Terungkap! Cara Jitu Cegah Bau Sampah Tak Sedap di Rumah Anda

2. Produk Pembersih Rumah Tangga

Produk pembersih seperti pembersih saluran air, pemutih, pembersih berbahan amonia, dan pembersih aerosol juga tidak dianjurkan masuk ke tempat sampah biasa.

Robin Murphy menjelaskan, bahan kimia dalam pembersih saluran air dapat merusak pipa. Sementara itu, pemutih dan produk berbahan amonia mengandung uap beracun.

Pembersih aerosol juga memiliki risiko berbeda karena berada dalam wadah bertekanan yang dapat meledak. Karena itu, produk-produk tersebut disarankan dibawa ke program pengumpulan limbah berbahaya.

Baca Juga: Zero Waste Lifestyle, Konsep Hidup Tanpa Sampah. Apakah Kamu Bisa?

3. Pestisida

Pestisida juga membutuhkan penanganan khusus. Murphy menyarankan produk tersebut dibawa ke fasilitas pengelolaan limbah berbahaya di daerah setempat.

Pembuangan pestisida secara tidak tepat dapat menyebabkan pencemaran air minum dan membahayakan serangga maupun hewan yang bermanfaat bagi lingkungan.

4. Lampu Fluoresen

Lampu fluoresen sebaiknya tidak dimasukkan ke tempat sampah rumah tangga. Murphy menyarankan masyarakat membawanya ke toko perbaikan rumah yang menyediakan layanan pembuangan.

Alasannya, lampu tersebut mengandung merkuri yang dapat membahayakan lingkungan apabila terlepas.

5. Cat dan Pelarut

Sisa cat setelah mengecat rumah atau furnitur juga tidak boleh langsung dibuang ke tempat sampah. Cat dan pelarut sebaiknya dibawa ke lokasi pengelolaan limbah berbahaya karena kandungan kimianya.

Namun, The Spruce juga menyebut sisa cat dalam jumlah kecil sebenarnya masih dapat disimpan untuk kebutuhan perbaikan atau proyek DIY berikutnya.

6. Kantong Plastik Belanja

Kantong plastik belanja juga sebaiknya tidak langsung dibuang. Murphy menyarankan kantong tersebut dibawa ke lokasi pengumpulan untuk didaur ulang. Sejumlah toko bahan makanan menyediakan fasilitas pengumpulan kantong plastik.

Kantong plastik tidak mudah terurai secara alami dan sering kali dapat menyumbat mesin pengolahan daur ulang.

7. Elektronik yang Tidak Terpakai

Komputer lama, microwave, dan berbagai perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan tidak seharusnya masuk ke tempat sampah biasa. Murphy mengingatkan bahwa logam yang terdapat dalam perangkat tersebut dapat membahayakan lingkungan.

Sebagai gantinya, perangkat elektronik dapat dibawa ke program daur ulang limbah elektronik di daerah setempat. Cara tersebut memungkinkan material berharga dipulihkan sekaligus mencegah penumpukan limbah beracun.

8. Sisa Makanan

Sisa makanan juga sebaiknya tidak selalu berakhir di tempat pembuangan akhir. Jika memungkinkan, sisa makanan dapat diolah menjadi kompos.

Menurut Murphy, sisa makanan menghabiskan ruang yang berharga di tempat pembuangan akhir dan melepaskan bahan kimia yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Pengomposan dapat membantu mengembalikan nutrisi ke tanah sekaligus mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

9. Barang yang Bisa Didaur Ulang

Barang yang sebenarnya dapat didaur ulang juga tidak seharusnya masuk ke tempat sampah. Contohnya stoples kaca, kaleng, kertas, dan kardus.

Murphy mengatakan mendaur ulang material tersebut dapat mengurangi jumlah sampah, menghemat sumber daya, dan menghemat energi.

Perhatikan Cara Membuang Sampah

Kebiasaan membuang semua barang ke tempat sampah yang sama dapat menimbulkan masalah ketika barang tersebut mengandung bahan berbahaya atau sulit terurai. The Spruce menekankan bahwa pembuangan yang tidak tepat dapat memasukkan limbah beracun ke lingkungan serta berdampak terhadap satwa dan lingkungan.

Karena itu, masyarakat disarankan mencari informasi mengenai program pengumpulan atau fasilitas pengelolaan limbah khusus di daerah masing-masing sebelum membuang baterai, bahan kimia, pestisida, lampu fluoresen, cat, perangkat elektronik, dan barang lainnya yang membutuhkan penanganan khusus. (*)

Editor : Rafael B. Junior
limbah berbahaya cara buang sampah daur ulang sampah rumah tangga Lingkungan