PONTIANAK POST - Memiliki lahan terbatas bukan berarti harus mengubur keinginan menanam pohon mangga.
Tanaman yang dikenal membutuhkan ruang besar ini tetap dapat dibudidayakan dalam pot dengan memilih varietas yang tepat dan memberikan perawatan sesuai kebutuhannya.
Balcony Garden Web menyebut mangga (Mangifera indica) merupakan tanaman yang menyukai iklim hangat dan tropis.
Baca Juga: Ada 56 Jenis Mangga dari Berbagai Negara, Ada Miyazaki Seharga Rp50 Juta
Pohon mangga yang tumbuh di habitat aslinya dapat berukuran sangat besar, bahkan sejumlah kultivar mampu mencapai lebih dari 32 meter.
Karena itu, menanamnya dalam wadah membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam pemilihan varietas, ukuran pot, media tanam, cahaya, air dan pemupukan.
Pilih Varietas Mangga Kerdil
Langkah pertama adalah memilih tanaman yang memang sesuai untuk ditanam dalam wadah. Pohon mangga kerdil dapat tumbuh sekitar 2-4,5 meter dan dapat dicoba ditanam dalam pot.
Baca Juga: 20 Buah Eksotis dari Berbagai Negara yang Bisa Ditanam di Rumah
Beberapa varietas yang disebut cocok untuk wadah antara lain Irwin, Nam Doc Mai, King Thai, Carrie, Cogshall, Glenn, Neelam, Amrapali, Palmer, Pickering, Mallika, Honeykiss, Dwarf Hawaiian, Julie, Fairchild, Icecream dan Alampur Baneshan.
Pemilihan varietas kerdil menjadi penting karena pohon mangga biasa dapat tumbuh terlalu besar untuk dipertahankan dalam wadah.
Lebih Baik Pilih Bibit Grafted
Jika tujuan utamanya mendapatkan buah, sumber tersebut menyarankan tidak menanam mangga dari biji.
Baca Juga: Annona Disebut Buah Tropis Terbaik untuk Ditanam dalam Pot, Bisa Berbuah 2 hingga 4 Tahun
Mangga yang ditanam dari biji disebut dapat membutuhkan waktu hingga delapan tahun untuk menghasilkan buah, dan tidak ada jaminan tanaman tersebut akan menghasilkan buah atau varietas yang sesuai dengan induknya.
Sebagai alternatif, pilih bibit hasil sambung atau grafted dari pembibitan. Bibit mangga hasil grafting disebut dapat mulai berbuah minimal sekitar dua tahun.
Pada tiga tahun pertama, pertumbuhan tanaman cenderung lebih dominan, sementara produksi bunga dan buah masih lebih sedikit. Produksi buah yang lebih produktif disebut mulai terjadi setelah tahun kelima penanaman.
Gunakan Pot yang Sesuai
Mangga membutuhkan wadah yang cukup besar untuk menampung perkembangan akarnya. Ukuran pot sebaiknya disesuaikan dengan ukuran bola akar atau rootball saat tanaman dibeli.
Baca Juga: 10 Tanaman Buah yang Bisa Tumbuh di Pot, Cocok untuk Lahan Sempit
Ketika tanaman membesar, pot dapat diperbarui setiap satu atau dua tahun atau ketika memang diperlukan. Untuk tahap awal, gunakan pot sekitar dua ukuran lebih besar daripada rootball.
Jika menggunakan varietas kerdil, pohon yang sudah dewasa dapat ditempatkan dalam pot berkapasitas sekitar 30-40 galon.
Gunakan Media Tanam yang Ringan
Media tanam menjadi faktor penting karena mangga tidak menyukai kondisi terlalu basah. Disarankan tanah yang ringan, memiliki drainase baik dan kaya bahan organik.
Baca Juga: Berkebun di Rooftop Lebih Mudah dengan Tanaman Buah Tin
Tingkat keasaman ideal berada pada pH sekitar 5,5-7,5, dari sedikit asam hingga netral. Alih-alih menggunakan tanah kebun biasa, gunakan media pot berkualitas.
Pada saat penanaman, campurkan sekitar sepertiga bagian kompos atau pupuk kandang matang ke dalam media. Pot juga harus memiliki lubang drainase yang memadai agar air tidak menggenang di sekitar akar.
Pastikan Mendapat Banyak Matahari
Mangga membutuhkan cahaya matahari dan panas untuk tumbuh optimal. Pohon mangga membutuhkan sekitar 8-10 jam paparan sinar matahari penuh dan intens untuk pertumbuhan serta produktivitas yang optimal.
Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Lalat Buah pada Tanaman Markisa
Untuk tanaman dalam pot, tempatkan di lokasi yang memperoleh banyak sinar matahari. Sumber tersebut secara khusus menyarankan posisi menghadap selatan atau barat pada konteks lokasi yang sesuai.
Atur Penyiraman Berdasarkan Fase Pertumbuhan
Pohon mangga yang ditanam langsung di tanah tidak membutuhkan banyak air, tetapi tanaman dalam pot memiliki kebutuhan berbeda.
Pada 2-3 tahun pertama, tanaman dalam wadah perlu disiram secara teratur. Setelah tanaman mapan dan cukup dewasa untuk berbuah, penyiraman dapat dibuat lebih moderat pada periode sebelum pembungaan.
Ketika sekitar 40-50 persen tanaman dipenuhi bunga, penyiraman kembali dilakukan secara teratur hingga memasuki pembentukan buah.
Baca Juga: 6 Tanda Ada Tikus di Kebun, Kenali Sebelum Tanaman dan Hasil Panen Rusak
Beberapa minggu atau sekitar satu bulan sebelum panen, irigasi perlu dikurangi. Setelah itu, penyiraman kembali dilakukan secara moderat.
Beri Pupuk Sesuai Fase Pertumbuhan
Saat tanaman aktif tumbuh, berikan pupuk berimbang. Ketika memasuki awal musim berbunga, jumlah nitrogen perlu dikurangi. Pada fase tersebut, gunakan pupuk dengan kandungan kalium dan fosfor lebih tinggi.
Untuk mendukung produksi buah, sumber menyebut pupuk jeruk seperti formula 8-3-9-2 sebagai salah satu pilihan yang dapat digunakan. Pupuk tomat juga disebut sebagai alternatif.
Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Tumbuh di Air dan Bantu Menyaring Udara
Pangkas untuk Menjaga Bentuk
Pemangkasan tidak perlu dilakukan secara berlebihan setiap tahun. Ketika tanaman masih muda, pinching atau pemangkasan ujung secara berkelanjutan dapat mendorong pertumbuhan yang lebih rimbun.
Setelah tanaman berkembang, pangkas cabang yang mati, sakit atau saling berbelit. Pemangkasan juga membantu memperbaiki sirkulasi udara dan masuknya cahaya sekaligus menjaga bentuk pohon.
Waktu terbaik untuk pemangkasan disebut setelah panen. Namun, pemangkasan berat perlu dihindari karena dapat mengurangi jumlah buah pada tahun berikutnya.
Baca Juga: Cuaca Panas Gagalkan Tanaman dan Tekan Produksi Buah Naga di Sambas
Waspadai Hama
Pohon mangga dalam pot juga dapat diserang sejumlah hama. Beberapa hama yang disebut umum menyerang mangga adalah hoppers, kutu putih, scale dan tungau laba-laba.
Serangan hama dapat menurunkan vigor tanaman dan berujung pada berkurangnya produksi buah. Pengendalian sebaiknya dilakukan sedini mungkin menggunakan pestisida organik maupun kimia sesuai kebutuhan.
Mangga dalam Pot Bisa Dipanen
Setelah berbunga, buah mangga mulai matang sekitar 3-4 bulan kemudian, bergantung pada iklim dan varietas yang ditanam.
Di daerah panas dan lembap, buah dapat matang lebih cepat. Salah satu tanda yang disebutkan sumber untuk memanen adalah ketika aroma buah menjadi manis dan menggoda.
Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Lalat Buah pada Tanaman Markisa
Mangga juga dapat dipanen sebelum matang. Buah yang masih mentah dapat digunakan untuk membuat serbat, acar, chutney dan kari.
Bukan untuk Dipelihara Sepenuhnya di Dalam Rumah
Meski dapat ditanam dalam pot, bukan berarti pohon mangga cocok dipelihara di dalam rumah. Pohon mangga yang ditanam sepenuhnya di dalam ruangan tidak akan tumbuh optimal dan menghasilkan buah.
Tanaman memang dapat dipertahankan sebagai tanaman berdaun, tetapi tidak akan berkembang dan berbuah seperti ketika mendapatkan kondisi yang sesuai.
Baca Juga: Leci vs Rambutan, Ini 5 Perbedaan yang Mudah Dikenali
Dengan demikian, bagi pemilik lahan terbatas, pilihan yang lebih tepat adalah menanam mangga dalam pot berukuran besar dan menempatkannya di area yang memperoleh banyak cahaya matahari. (*)
Editor : Chairunnisya