Jangan Asal Menanam Tomat, 8 Trik Ini Disebut Bisa Membantu Memperpanjang Masa Panen

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi tanaman tomat: Pemilihan jenis tanaman, trellis, media tanam, penyiraman, dan pemangkasan menjadi kunci dalam perawatan tanaman tomat.
Ilustrasi tanaman tomat: Pemilihan jenis tanaman, trellis, media tanam, penyiraman, dan pemangkasan menjadi kunci dalam perawatan tanaman tomat.

PONTIANAK POST – Menanam tomat tidak sekadar menanam bibit lalu menunggu buah muncul. Pemilihan jenis tanaman, media tanam, cara menyiram, teknik pemangkasan hingga waktu panen turut menentukan hasil yang diperoleh.

Gardenary melalui artikel yang ditulis Nicole Burke dan diterbitkan 19 Agustus 2026 membagikan delapan kebiasaan yang disebut dapat membantu meningkatkan hasil tanaman tomat. Burke merupakan pendiri Gardenary sekaligus penulis Kitchen Garden Revival.

Menurut Burke, sejumlah kesalahan dalam merawat tomat sebenarnya dapat diperbaiki. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pemilihan jenis tomat, penggunaan penyangga, kedalaman penanaman, penyiraman, pemangkasan, hingga waktu memetik buah.

Baca Juga: Selain Snake Plant, 3 Tanaman Ini Cocok untuk Menghiasi Rumah, Bikin Makin Asri dan Menarik

1. Pilih Jenis Tomat Sesuai Kebutuhan

Tomat dalam artikel tersebut dibagi menjadi dua pola pertumbuhan, yakni determinate dan indeterminate.

Tomat determinate tumbuh menyerupai semak dengan tinggi sekitar 4-5 kaki dan menghasilkan buah dalam satu periode. Jenis ini disebut cocok bagi mereka yang ingin mendapatkan hasil dalam jumlah besar untuk membuat saus atau salsa.

Sementara itu, tomat indeterminate merupakan tanaman merambat yang terus tumbuh dan menghasilkan buah sepanjang musim. Jenis tersebut lebih sesuai untuk kebutuhan konsumsi segar, seperti salad, sandwich, dan pico de gallo.

Baca Juga: 8 Tanaman Hias yang Bisa Tumbuh di Air dan Bantu Menyaring Udara

2. Gunakan Trellis, Bukan Sangkar Tomat

Gardenary menyarankan penggunaan trellis sebagai penyangga tanaman tomat, terutama untuk jenis yang tumbuh merambat.

Tomat indeterminate disebut dapat tumbuh lebih besar daripada sangkar tomat sehingga berisiko membuat penyangga tersebut roboh. Tanaman yang menggunakan sangkar juga dinilai lebih sulit dipangkas dan dipanen ketika sudah terlalu rimbun.

Trellis berbahan baja disebut lebih kokoh dan dapat digunakan selama bertahun-tahun. Beberapa pilihan yang disebut dalam artikel antara lain obelisk trellis, panel trellis, dan arch trellis.

3. Perhatikan Komposisi Media Tanam

Burke menggunakan campuran media tanam yang disebutnya sebagai 1-0-3. Komposisinya terdiri dari sepertiga tanah lapisan atas, sepertiga pasir kasar, dan sepertiga kompos.

Ia juga menambahkan lapisan kascing atau worm castings di bagian atas.

Menurut artikel tersebut, pasir membantu menjaga media tetap gembur sehingga akar dapat berkembang, kompos menyediakan bahan organik, sedangkan tanah lapisan atas memberikan struktur untuk menopang tanaman yang menghasilkan banyak buah.

Baca Juga: Kaya Manfaat dari Buah hingga Akar, Ini Alasan Kelapa Dijuluki Pohon Kehidupan Tropis

4. Tanam Lebih Dalam

Tomat disebut membutuhkan sistem perakaran yang kuat. Karena itu, setiap tanaman disarankan ditanam setidaknya sekitar 30 sentimeter dari pangkal trellis.

Jumlah tanaman juga dapat disesuaikan dengan jenis trellis. Pada obelisk, misalnya, dapat ditanam tiga hingga empat tanaman di bagian luar. Sementara panel trellis dapat digunakan untuk dua tanaman.

Untuk arch trellis, artikel tersebut menyebut kapasitas hingga delapan tanaman, dengan empat tanaman pada setiap sisi.

Batang utama juga disarankan diikat ke trellis pada hari penanaman. Langkah tersebut bertujuan mencegah batang muda patah akibat hujan deras atau badai sebelum tanaman mendapatkan penyangga yang kuat.

Baca Juga: 6 Tanda Ada Tikus di Kebun, Kenali Sebelum Tanaman dan Hasil Panen Rusak

5. Siram Mendalam, Jangan Berlebihan Memberi Pupuk

Gardenary menyarankan tanaman tomat disiram secara mendalam satu kali dalam seminggu, bukan sedikit setiap hari.

Penyiraman sedikit tetapi setiap hari disebut dapat membuat akar tetap berada di permukaan. Kondisi tersebut membuat tanaman menjadi lebih lemah. Penyiraman tambahan dapat dilakukan ketika cuaca sedang panas dan kering.

Untuk pemupukan, pemberian nutrisi disesuaikan dengan tahap pertumbuhan. Pada tahap awal ketika daun dan batang berkembang, sedikit blood meal digunakan sebagai sumber nitrogen.

Ketika bunga pertama muncul, sedikit kelp meal dapat diberikan untuk kalium. Saat buah mulai terbentuk, sedikit bone meal digunakan sebagai sumber fosfor.

6. Jangan Terlalu Sering Memangkas Tunas Samping

Salah satu trik yang disebut Burke membutuhkan waktu lima tahun untuk dipelajarinya adalah mengenai pemangkasan tunas samping atau suckers.

Pada tanaman yang masih muda, pemangkasan dilakukan untuk mempertahankan satu batang utama hingga tanaman mencapai tinggi sekitar 45 sentimeter.

Namun, setelah tanaman tumbuh kuat dan memiliki musim tumbuh panjang, tunas samping tidak perlu terus dipotong. Tunas tersebut dapat berkembang menjadi bagian baru yang memiliki bunga dan berpotensi menghasilkan buah.

Sebagai gantinya, batang samping yang tumbuh tegak lurus di lokasi munculnya tunas dapat dipotong. Cara tersebut disebut membantu mengarahkan energi tanaman ke tunas baru.

Pemangkasan tersebut dilakukan hingga sekitar enam pekan sebelum embun beku pertama. Untuk tomat determinate, teknik ini tidak diperlukan karena tanaman jenis tersebut memang tumbuh pendek dan menghasilkan buah dalam satu periode.

7. Petik Tomat Sedikit Lebih Awal

Bagi pemilik kebun yang menghadapi gangguan tupai, burung, atau rusa, menunggu tomat matang sepenuhnya di pohon dapat meningkatkan risiko kehilangan hasil panen.

Gardenary menyarankan tomat dipetik ketika mulai menunjukkan perubahan warna atau blush pertama. Buah kemudian dapat dibiarkan melanjutkan proses pematangan di dalam ruangan.

Buah disarankan dipotong menggunakan gunting pangkas, bukan ditarik dengan tangan, untuk menghindari kerusakan pada tanaman maupun buah lain yang masih tumbuh.

Namun, jika tidak ada gangguan satwa liar, tomat dapat dibiarkan matang sepenuhnya di tanaman.

8. Pangkas Ujung Tanaman Sebelum Musim Dingin

Sekitar enam pekan sebelum embun beku pertama, tanaman tomat merambat dapat dipangkas bagian ujung batang utamanya.

Langkah tersebut bertujuan menghentikan energi tanaman untuk menghasilkan pertumbuhan baru dan mengarahkannya untuk membantu proses pematangan buah yang sudah terbentuk.

Teknik ini tidak diperlukan pada tomat determinate karena tanaman jenis tersebut akan berhenti tumbuh secara alami dan menghasilkan panen besar sebelum musim berakhir.

Hindari Kesalahan Umum

Gardenary juga mengingatkan sejumlah kesalahan yang perlu dihindari ketika menanam tomat. Di antaranya menggunakan sangkar untuk tomat merambat, memangkas semua tunas samping pada tanaman dengan musim tumbuh panjang, menyiram sedikit setiap hari, serta menunggu buah matang sepenuhnya ketika terdapat gangguan satwa liar.

Dengan memperhatikan jenis tomat, penyangga, media tanam, kedalaman penanaman, penyiraman, pemangkasan, dan waktu panen, perawatan tanaman dapat dilakukan secara lebih terarah. (*)

Editor : Rafael B. Junior
cara menanam tomat tips tanaman tomat trik menanam tomat perawatan tomat panen tomat