PONTIANAK POST – Merawat tanaman krisan di daerah panas bukan hanya soal rajin menyiram dan memberi pupuk. Faktor penyakit dan kemampuan tanaman beradaptasi dengan lingkungan juga menentukan keberhasilan pertumbuhannya.
Kabar baiknya, riset tanaman krisan kini diarahkan untuk menghasilkan varietas dengan karakter yang lebih tahan penyakit sekaligus mampu beradaptasi di dataran rendah.
Peneliti Ahli Utama BRIN Liaw Lia Sanjaya mengembangkan pemuliaan krisan melalui induksi mutasi sinar gamma. Riset tersebut ditujukan untuk memperluas keragaman genetik tanaman dan mendapatkan karakter yang lebih sesuai dengan kebutuhan budidaya.
Kenapa Krisan Perlu Varietas Baru?
Krisan merupakan salah satu tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi. Keindahan bunga membuatnya banyak dimanfaatkan sebagai tanaman dekorasi maupun bunga potong.
Namun, tanaman ini juga menghadapi tantangan penyakit. Salah satunya adalah karat daun yang disebabkan jamur Puccinia horiana.
Serangan penyakit dapat mengganggu kualitas tanaman. Bagi penghobi, kondisi tersebut bisa membuat tanaman sulit tumbuh optimal dan kehilangan penampilan terbaiknya.
Riset BRIN Cari Krisan Lebih Tahan
Lia menjelaskan pemuliaan krisan menggunakan mutasi sinar gamma dilakukan karena tanaman ini memiliki kompleksitas genetik yang tinggi dan dominan diperbanyak secara vegetatif.
Teknik tersebut digunakan untuk menghasilkan variasi genetik yang kemudian dapat diseleksi berdasarkan karakter yang diinginkan.
Hasil riset menunjukkan adanya peningkatan keragaman genetik, termasuk karakter yang berkaitan dengan ketahanan terhadap penyakit dan kemampuan adaptasi di dataran rendah.
Apa Artinya bagi Penghobi?
Selama ini, kondisi lingkungan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika memilih tanaman krisan.
Tanaman yang memiliki kemampuan adaptasi lebih baik berpotensi memberikan pilihan lebih luas bagi penghobi yang tinggal di wilayah dataran rendah.
Namun, varietas yang disebut adaptif tetap membutuhkan kondisi tumbuh yang sesuai. Penghobi tidak sebaiknya menganggap label "tahan" berarti tanaman bebas dari risiko penyakit atau tidak membutuhkan perawatan.
4 Hal Penting Merawat Krisan
1. Perhatikan Cahaya
Krisan membutuhkan kondisi cahaya yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan pembungaan.
Karena kebutuhan setiap varietas dapat berbeda, penghobi sebaiknya mengikuti petunjuk budidaya dari sumber terpercaya atau penjual bibit.
2. Jangan Biarkan Kondisi Terlalu Lembap
Kelembapan dan sirkulasi udara perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi kondisi yang mendukung perkembangan penyakit.
Hindari menempatkan tanaman terlalu rapat sehingga udara sulit bergerak di antara tanaman.
3. Periksa Daun Secara Berkala
Jangan menunggu tanaman terlihat rusak parah.
Periksa permukaan daun secara rutin untuk menemukan perubahan warna, bercak, atau gejala lain. Semakin cepat masalah diketahui, semakin cepat penghobi dapat mencari penanganan yang tepat.
4. Pilih Bibit yang Sehat
Inovasi varietas memang penting, tetapi kualitas tanaman awal juga menentukan keberhasilan pemeliharaan.
Pilih bibit yang terlihat sehat dan bebas dari gejala penyakit. Jika membeli secara daring, minta foto tanaman terbaru sebelum transaksi.
Bukan Hanya Mengejar Bunga Cantik
Riset krisan menunjukkan bahwa inovasi tanaman hias tidak selalu berkaitan dengan menghasilkan bunga yang lebih besar atau warna yang lebih menarik.
Ketahanan penyakit dan kemampuan beradaptasi juga merupakan karakter penting.
Bagi penghobi, varietas dengan karakter tersebut dapat membuat tanaman lebih sesuai untuk kondisi lingkungan tertentu.
Peluang Krisan Lokal Semakin Besar
Pengembangan varietas melalui riset juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap varietas impor.
Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN Dwinita Wikan Utami mengatakan kebutuhan pasar tanaman hias terus berubah. Pemuliaan perlu menjawab kebutuhan terhadap variasi warna, bentuk bunga, ketahanan tanaman, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.
"Inovasi teknologi menjadi faktor penentu untuk menjawab tantangan tersebut sekaligus mengurangi ketergantungan pada varietas impor," jelas Dwinita.
Bagi penghobi, perkembangan tersebut berarti pilihan krisan lokal berpotensi semakin beragam. Bukan hanya dari sisi penampilan, tetapi juga dari kemampuan tanaman bertahan pada kondisi lingkungan Indonesia.
Krisan Masa Depan: Cantik Sekaligus Tangguh
Krisan ideal bagi penghobi bukan hanya yang menghasilkan bunga menarik. Tanaman yang mampu beradaptasi, memiliki ketahanan lebih baik, dan mudah dipelihara juga memiliki nilai penting.
Riset BRIN menunjukkan arah menuju tanaman hias yang tidak sekadar cantik, tetapi juga lebih tangguh menghadapi penyakit dan kondisi lingkungan.
Bagi penghobi, ini menjadi alasan untuk tidak hanya mengikuti tren warna bunga. Kenali juga karakter dan ketahanan varietas sebelum membawanya pulang.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro