Snake Plant Versus ZZ Plant, Mana yang Lebih Mudah Dirawat?

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 01:05 WIB
Duel Snake Plant vs ZZ Plant, Mana yang Lebih Cocok di Dalam Rumah?
Duel Snake Plant vs ZZ Plant, Mana yang Lebih Cocok di Dalam Rumah?

 

PONTIANAK POST – Memilih tanaman hias indoor tidak selalu harus berakhir dengan tanaman yang rewel. Snake Plant vs ZZ Plant menjadi perbandingan menarik bagi pemula karena keduanya dikenal toleran terhadap kondisi cahaya rendah dan relatif mudah dirawat.

Snake Plant atau Lidah Mertua memiliki bentuk daun tegak dan ramping. Sementara ZZ Plant atau Pohon Dolar menawarkan tampilan lebih rimbun dengan daun hijau mengilap.

Lantas, mana yang lebih cocok untuk rumah, kamar, atau meja kerja?

1. Snake Plant Lebih Tegak dan Hemat Ruang

Snake Plant yang kini secara botani dikenal sebagai Dracaena trifasciata memiliki bentuk tumbuh tegak dan berumpun. Nama Sansevieria trifasciata masih banyak digunakan sebagai nama lama atau sinonim.

Daunnya memanjang dan kaku dengan pola yang dapat berbeda menurut varietasnya. Karakter tersebut membuat tanaman ini mudah ditempatkan di sudut ruangan tanpa mengambil banyak ruang secara horizontal.

Snake Plant juga relatif mudah beradaptasi terhadap berbagai kondisi pencahayaan. North Carolina Extension menyebut tanaman ini dapat mentoleransi cahaya sangat rendah, tetapi tetap membutuhkan media dengan drainase baik dan penyiraman yang hati-hati.

Pilih Snake Plant jika Anda menyukai tampilan minimalis, tegak, dan tidak ingin tanaman memenuhi banyak ruang.

2. ZZ Plant Tampil Lebih Rimbun

ZZ Plant memiliki nama ilmiah Zamioculcas zamiifolia. Tanaman ini mempunyai batang tebal dengan daun majemuk yang terdiri atas anak daun berbentuk oval dan mengilap.

Di bawah permukaan tanah terdapat rimpang berdaging yang berfungsi menyimpan air. Struktur tersebut menjadi salah satu alasan ZZ Plant memiliki toleransi kekeringan yang tinggi.

Pertumbuhannya cenderung melengkung dan melebar. Karena itu, ZZ Plant lebih cocok bagi penghobi yang menginginkan tampilan hijau yang rimbun.

Pilih ZZ Plant jika Anda menyukai daun mengilap dan tampilan tanaman yang lebih penuh.

3. Mana yang Lebih Tahan Cahaya Rendah?

Ini salah satu bagian paling menarik dalam duel Snake Plant vs ZZ Plant.

Keduanya mampu bertahan pada cahaya rendah. Namun, toleran terhadap cahaya rendah tidak sama dengan mampu tumbuh optimal tanpa cahaya.

North Carolina Extension menyebut Snake Plant dapat mentoleransi cahaya sangat rendah, sementara ZZ Plant juga mampu tumbuh dalam kondisi cahaya sangat rendah. Namun, keduanya tetap menunjukkan performa lebih baik ketika mendapatkan pencahayaan yang sesuai.

Bahkan, panduan University of Florida menyebut ZZ Plant mampu menghasilkan daun baru pada lingkungan interior dengan cahaya rendah selama lebih dari satu tahun. Penelitian tersebut juga mencatat ZZ Plant lebih toleran terhadap cahaya rendah dibandingkan beberapa tanaman daun interior, termasuk Snake Plant.

Jadi, jika kriterianya khusus ruangan minim cahaya, ZZ Plant memiliki sedikit keunggulan berdasarkan panduan budidaya tersebut.

Namun, jangan menempatkan keduanya di ruangan yang benar-benar gelap sepanjang hari. Tanaman bisa bertahan dalam cahaya rendah, tetapi pertumbuhan tetap membutuhkan energi dari cahaya.

4. Sama-Sama Tidak Suka Kebanyakan Air

Jika ada satu kesalahan yang paling perlu dihindari pemula, itu adalah overwatering.

Snake Plant memiliki jaringan yang mampu menyimpan air dan membutuhkan media dengan drainase baik. North Carolina Extension memperingatkan agar tanaman tidak terlalu sering disiram karena kondisi terlalu basah dapat menyebabkan akar membusuk.

ZZ Plant bahkan lebih jelas lagi dalam hal penyimpanan air. Rimpang berdagingnya berfungsi sebagai cadangan air, sehingga tanaman dapat bertahan dalam periode kering yang panjang. University of Florida mencatat ZZ Plant dalam penelitian mereka dapat bertahan tanpa disiram selama tiga hingga empat bulan.

Namun, angka tersebut bukan jadwal penyiraman untuk penghobi. Kondisi pot, media, ukuran tanaman, suhu, kelembapan, dan cahaya dapat mengubah kebutuhan air.

Prinsip yang lebih aman adalah memeriksa media sebelum menyiram.

Jika media masih lembap, jangan menambahkan air hanya karena sudah waktunya berdasarkan kalender.

5. Bagaimana Cara Mengecek Tanah Sebelum Menyiram?

Untuk pemula, cara paling sederhana adalah memeriksa media secara langsung.

Masukkan jari beberapa sentimeter ke dalam media. Jika bagian tersebut masih terasa lembap, penyiraman dapat ditunda.

Pot juga harus memiliki lubang drainase agar air berlebih dapat keluar.

Pada ZZ Plant, Clemson University Extension merekomendasikan media berdrainase baik dan penyiraman setelah media benar-benar kering. Panduan tersebut juga mengingatkan agar tanaman tidak dibiarkan terendam air.

Snake Plant juga membutuhkan media yang memiliki drainase baik dan periode pengeringan di antara penyiraman.

Jadi, jangan menjadikan “seminggu sekali” sebagai aturan mutlak. Kondisi media adalah indikator yang lebih berguna.

6. Mana yang Lebih Cocok untuk Pemilik Super Sibuk?

Keduanya cocok untuk penghobi yang tidak memiliki banyak waktu.

Snake Plant memiliki toleransi kekeringan yang baik. ZZ Plant juga terkenal mampu bertahan pada periode kering karena memiliki rimpang penyimpan air.

University of Florida bahkan menggolongkan ZZ Plant sebagai tanaman yang mudah dipelihara untuk penggunaan interior.

Namun, tanaman “minim perawatan” bukan berarti tanpa perawatan.

Tetap perhatikan cahaya, kondisi media, drainase, dan tanda-tanda gangguan pada daun atau akar.

7. Mana yang Lebih Cocok untuk Ruangan Gelap?

Jika yang dimaksud adalah ruangan dengan cahaya alami sangat terbatas, ZZ Plant menjadi kandidat kuat.

University of Florida menyebut ZZ Plant dapat bertahan dan menghasilkan pertumbuhan baru pada kondisi interior dengan tingkat cahaya rendah.

North Carolina Extension juga menyebut ZZ Plant dapat tumbuh dalam cahaya sangat rendah, meski pertumbuhan terbaik tetap diperoleh dengan cahaya terang tidak langsung.

Snake Plant juga sangat toleran terhadap cahaya rendah. Karena itu, perbedaannya bukan “ZZ bisa hidup di tempat gelap, Snake Plant tidak”.

Lebih tepat dikatakan bahwa keduanya termasuk pilihan kuat untuk cahaya rendah, dengan ZZ Plant memiliki keunggulan tertentu dalam toleransi cahaya berdasarkan panduan budidaya University of Florida.

8. Bagaimana dengan Klaim Tanaman Pembersih Udara?

Bagian ini perlu diluruskan.

Snake Plant dan tanaman hias lain memang sering dikaitkan dengan penelitian NASA mengenai kemampuan tanaman menghilangkan senyawa tertentu dari udara. Penelitian NASA tersebut dilakukan dalam kondisi eksperimen tertentu, termasuk ruang yang sangat terkontrol.

Masalahnya, hasil penelitian ruang tertutup tersebut tidak otomatis berarti beberapa pot tanaman di rumah akan bekerja seperti alat pembersih udara.

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology menganalisis penelitian tentang kemampuan tanaman pot menghilangkan VOC. Peneliti menyimpulkan bahwa dalam kondisi bangunan normal, jumlah tanaman yang sangat besar akan dibutuhkan untuk menyamai tingkat penghilangan polutan yang sudah dihasilkan pertukaran udara biasa.

Karena itu, jangan membeli Snake Plant atau ZZ Plant dengan anggapan tanaman tersebut dapat menggantikan ventilasi atau alat pemurni udara.

Tanaman tetap bagus untuk menghadirkan unsur hijau di dalam ruangan, tetapi ventilasi yang baik tetap penting untuk kualitas udara.

9. Bagaimana dengan Oksigen pada Malam Hari?

Snake Plant sering disebut sebagai tanaman yang menghasilkan oksigen pada malam hari. Klaim ini berkaitan dengan metabolisme CAM yang dimiliki sejumlah tanaman sukulen.

Namun, manfaat tersebut tidak seharusnya dibesar-besarkan sebagai alasan utama memilih Snake Plant untuk kamar tidur.

Jumlah oksigen yang dihasilkan oleh satu tanaman dalam ruangan tidak sebanding dengan kebutuhan oksigen manusia. Jadi, keberadaan tanaman tidak menggantikan ventilasi ruangan.

Bagi penghobi, lebih aman menempatkan Snake Plant di kamar karena karakter perawatannya yang mudah, bukan karena menganggap tanaman tersebut sebagai pengganti sistem ventilasi.

Snake Plant vs ZZ Plant: Mana yang Unggul?

Kebutuhan Snake Plant ZZ Plant
Ruangan sempit Unggul Baik
Bentuk tegak Unggul Tidak
Tampilan rimbun Baik Unggul
Cahaya rendah Sangat baik Sangat baik
Ketahanan terhadap kekeringan Sangat baik Sangat baik
Meja kerja Baik Baik
Sudut ruangan Sangat cocok Sangat cocok
Pemula Mudah Mudah
Penyimpanan air Daun Rimpang dan batang
Pertumbuhan Relatif lambat Lambat

Penilaian merupakan perbandingan praktis berdasarkan karakteristik budidaya, bukan uji performa langsung dalam satu kondisi lingkungan.

Jadi, Snake Plant atau ZZ Plant?

Tidak ada pemenang mutlak dalam pertarungan Snake Plant vs ZZ Plant.

Pilih Snake Plant jika Anda memiliki ruang terbatas, menyukai bentuk tanaman yang tegak, dan membutuhkan tanaman yang mudah ditempatkan di sudut sempit.

Pilih ZZ Plant jika Anda menyukai daun mengilap dengan tampilan lebih rimbun dan membutuhkan tanaman yang sangat toleran terhadap cahaya rendah.

Jika persoalannya adalah siapa yang paling tahan lupa disiram, keduanya sama-sama kuat. ZZ Plant bahkan memiliki bukti budidaya yang menunjukkan toleransi kekeringan sangat tinggi berkat rimpangnya.

Jika persoalannya siapa yang lebih cocok untuk ruang sempit, Snake Plant lebih praktis karena pertumbuhannya vertikal.

Sementara untuk ruangan dengan cahaya sangat rendah, ZZ Plant layak dipertimbangkan karena kemampuannya bertahan dan menghasilkan pertumbuhan baru pada kondisi cahaya interior yang rendah.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Pemula

Apa pun pilihannya, ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari:

Untuk ZZ Plant, Clemson Extension secara khusus merekomendasikan media yang berdrainase baik dan mengingatkan agar tanaman tidak dibiarkan berada dalam air.

Sementara untuk Snake Plant, North Carolina Extension menekankan pentingnya drainase dan menghindari penyiraman berlebihan karena akar dapat membusuk.

Kesimpulan

Snake Plant dan ZZ Plant sama-sama layak disebut tanaman indoor tangguh. Keduanya toleran terhadap cahaya rendah dan kekeringan sehingga cocok untuk penghobi pemula.

Namun, “tahan banting” bukan berarti boleh diabaikan sepenuhnya.

Tanaman tetap membutuhkan cahaya, media yang tepat, pot dengan drainase, dan penyiraman berdasarkan kondisi tanah.

Jadi, kalau rumah Anda memiliki sudut sempit, pilih Snake Plant. Kalau membutuhkan tanaman dengan daun mengilap dan lebih rimbun, ZZ Plant bisa menjadi pilihan.

Dan untuk keduanya, satu aturan sederhana tetap berlaku: lebih baik sedikit terlambat menyiram daripada terlalu banyak memberi air.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
tanaman indoor ZZ plant tanaman minim perawatan tanaman tahan cahaya rendah lidah mertua