PONTIANAK POST - Pertumbuhan violet Afrika yang tidak merata dapat berkaitan dengan cara tanaman memperoleh cahaya, ukuran pot, pemangkasan daun, pemupukan, hingga kelembapan.
Sejumlah kebiasaan perawatan yang kurang tepat dapat membuat tanaman tumbuh tidak seimbang atau menghadapi masalah pada akar dan daun.
Membiarkan Cahaya Hanya Datang dari Satu Arah
Violet Afrika membutuhkan cahaya terang tidak langsung. Ketika cahaya hanya berasal dari satu sisi, tanaman dapat meregang ke arah sumber cahaya.
Baca Juga: BRIN Ungkap Cara Mengembangkan Tanaman Hias Bernilai Ekonomi
Akibatnya, pertumbuhan daun menjadi lebih besar di satu sisi sementara bagian lainnya berkembang lebih lambat.
Memutar pot sekitar seperempat putaran setiap minggu dapat membantu setiap daun menerima cahaya secara lebih merata. Lampu tumbuh LED yang ditempatkan di atas tanaman dapat digunakan ketika cahaya alami terbatas.
Memangkas Daun Saat Masih Basah
Daun tertua dapat dibuang secara berkala, tetapi pemangkasan tidak dianjurkan ketika dedaunan masih basah. Tetesan air dapat bertahan pada daun violet Afrika yang berbulu dan menjaga area sekitar luka tetap lembap. Kondisi ini dapat mendukung munculnya masalah jamur atau bakteri.
Daun sehat hasil pemangkasan juga dapat dimanfaatkan untuk perbanyakan tanaman baru.
Baca Juga: 7 Tips Memilih Tanaman Hias Unik, Jangan Hanya Tergiur Variegata
Memilih Pot yang Terlalu Besar
Memindahkan violet Afrika ke pot yang jauh lebih besar tidak secara otomatis mempercepat pertumbuhan.
Tanaman dapat menghabiskan waktu mengembangkan akar, sedangkan media tanam yang terlalu banyak cenderung mempertahankan air lebih lama dan meningkatkan risiko masalah akar.
Pot yang disarankan berdiameter sekitar sepertiga dari bentang daun tanaman. Penggantian pot dapat dilakukan setiap enam hingga 12 bulan dengan media tanam baru.
Memberi Pupuk Terlalu Banyak
Violet Afrika membutuhkan nutrisi yang stabil. Pupuk dapat diberikan setiap dua hingga empat minggu selama pertumbuhan aktif.
Pemberian pupuk berlebihan dapat menghasilkan banyak daun tetapi mengurangi pembungaan.
Terlalu Sering Menyemprot Daun
Kelembapan dapat dijaga pada kisaran 45 - 60 persen. Penyemprotan langsung tidak diperlukan karena daun yang berbulu dapat memerangkap kelembapan dan meningkatkan kemungkinan munculnya bintik atau masalah jamur.
Baca Juga: Panduan Merawat Tanaman Snake Plant untuk Pemula agar Tumbuh Sehat dan Subur di Rumah
Editor : Khoiril Arif Ya'qob