PONTIANAK POST – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menjadi perhatian netizen Malaysia. Kritik tersebut muncul setelah beredar video petugas Indonesia memadamkan api menggunakan alat semprot manual di lahan gambut yang luas.
Perhatian tersebut disampaikan dalam YouTube Short ZioVerse pada 26 Agustus 2026. Dalam narasinya, sejumlah netizen Malaysia disebut mengkritik cara penanganan kebakaran yang dinilai belum memadai.
Salah satu kritik mempertanyakan penggunaan alat semprot manual untuk menangani kebakaran di area yang luas. Netizen Malaysia juga menyoroti dampak kabut asap yang disebut telah menyeberang hingga Sarawak.
Baca Juga: Polda Kalbar Salurkan Layanan Kesehatan dan Air Bersih bagi Warga Terdampak Karhutla di Kubu Raya
Malaysia Disebut Tawarkan Bantuan
Dalam video tersebut, disebutkan Malaysia telah menawarkan bantuan untuk membantu Indonesia menangani kebakaran. Narasi itu juga menyinggung pengalaman sebelumnya ketika Malaysia mendapat lampu hijau untuk membantu Indonesia dalam penanganan kebakaran di Sumatera.
Malaysia disebut telah mengirim pesawat untuk membantu memadamkan kebakaran tersebut. Namun, dalam konteks kebakaran di Kalimantan, netizen Malaysia mempertanyakan keseriusan Indonesia dalam menangani karhutla.
Baca Juga: September Jadi Puncak Karhutla, Menhut Maksimalkan OMC Saat Awan Hujan Tersedia
Kabut asap juga disebut berdampak terhadap wilayah Sarawak hingga menyebabkan banyak sekolah ditutup. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena wilayah itu disebut akan menghadapi peperiksaan nasional.
Singapura turut disebut dalam narasi karena akan menggelar ajang F1. Dampak kabut asap lintas batas menjadi salah satu alasan netizen Malaysia meminta persoalan karhutla segera ditangani.
Soroti Anggaran dan Penanganan Karhutla
Baca Juga: Hitung-hitungan Celios: Kerugian Karhutla Januari-Agustus 2026 hingga Rp123,1 Triliun
Kritik netizen Malaysia dalam video juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menyampaikan pandangan agar program tersebut untuk sementara dihentikan dan dananya digunakan untuk kebutuhan penanganan kebakaran, termasuk pembelian pesawat.
Namun, narasi video kemudian menyebut Presiden Prabowo Subianto justru meminta inovasi tepung berbahan dasar umbi-umbian diuji sebagai alternatif bahan pemadam kebakaran hutan dan lahan.
Tepung tersebut disebut dapat membantu meredam api. Bahan bakunya berasal dari ubi dan singkong dan diarahkan untuk dapat diproduksi dalam skala besar.
Baca Juga: Kubu Raya Siapkan BTT Rp2 Miliar untuk Karhutla dan Kekeringan, Hujan Diprediksi Masih Lama
Video ZioVerse kemudian mengakhiri narasinya dengan pertanyaan kepada penonton mengenai gagasan tersebut.
Editor : Silvina