PONTIANAK POST — Ustaz Abdul Somad membahas asal usul orang Cina di dunia ini. Dalam penjelasannya, ia mengaitkan asal-usul sejumlah bangsa dengan tiga putra Nabi Nuh, yakni Sam, Ham, dan Yaves.
Kajian Ustaz Abdul Somad tentang asal usul orang Cina ini diunggah dalam video YouTube Shorts oleh akun @DailyMoslems, pada 8 Desember 2025.
Dalam video tersebut, Ustaz Abdul Somad menyampaikan setelah manusia pada zaman Nabi Nuh meninggal, terdapat tiga orang yang tersisa. Ketiganya disebut bernama Sam, Ham, dan Yaves.
Menurut Ustaz Abdul Somad, Sam disebut sebagai bapak bangsa Yahudi dan Arab. Dari nama tersebut kemudian dikaitkan dengan istilah Semitic language atau bangsa Semit.
Sementara itu, Ham disebut sebagai leluhur Afrika yang digambarkan memiliki kulit hitam. Adapun Yaves disebut sebagai leluhur bangsa Mongol dan Cina.
Merujuk Kitab Al-Bidayah wan Nihayah
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Bagikan Bacaan untuk Orang Sakit, Ijazah Amalan dari Guru di Sudan
Dalam video itu, Ustaz Abdul Somad menyebut sumber penjelasannya berasal dari kitab Al-Bidayah wan Nihayah karya Imam Ibnu Katsir. Ia juga menyebut kitab sejarah tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Penjelasan kemudian berlanjut pada keturunan Sam dan Yaves. Dalam narasi tersebut disebutkan, cucu cicit Sam berada di India, sedangkan cucu cicit Yaves berada di Cina.
Ustaz Abdul Somad selanjutnya menyampaikan narasi mengenai percampuran keturunan India dan Cina. Disebutkan bahwa keturunan tersebut lahir dari perkawinan antara keturunan India dan Cina.
Baca Juga: Kiat Mendidik Anak di Zaman Sulit, Simak Pesan Ustaz Abdul Somad kepada Para Orang Tua
Dalam penjelasan itu, sejumlah ciri fisik kemudian dikaitkan dengan kedua kelompok tersebut. Kulit disebut berasal dari India, sedangkan mata, rambut, dan hidung disebut berasal dari Cina.
Dikaitkan dengan Bangsa Asia Tenggara
Ustaz Abdul Somad tersebut kemudian menghubungkan keturunan itu dengan sejumlah masyarakat di Asia Tenggara. Wilayah yang disebut meliputi Laos, Kamboja, Vietnam, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Baca Juga: Pidato UAS di HUT Kemerdekaan, Singgung Hak Rakyat, Kritik Keras Pengelola Negara
Pada bagian tersebut, narasi menyebut kelompok masyarakat yang dimaksud bukan sepenuhnya Cina dan bukan pula India. Penjelasan tersebut menggambarkannya sebagai perpaduan ciri fisik yang dikaitkan dengan kedua kelompok.
Editor : Silvina