Virus Flu Bisa Bertahan di Permukaan, Ini Cara Membersihkan Rumah Setelah Ada yang Sakit

Rafael B. Junior • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi membersihkan rumah.
Ilustrasi membersihkan rumah.

PONTIANAK POST – Ketika salah satu anggota keluarga terkena flu, menjaga kebersihan rumah menjadi bagian penting untuk membantu mengurangi risiko penularan kepada penghuni lainnya.

Virus flu dapat berpindah melalui percikan dari orang yang terinfeksi maupun melalui tangan dan permukaan benda yang terkontaminasi. Beberapa permukaan yang sering disentuh, seperti gagang pintu, sakelar lampu, meja, keran, dan ponsel, perlu mendapat perhatian lebih.

Membersihkan rumah setelah seseorang mengalami flu tidak berarti harus menggosok seluruh ruangan secara berlebihan. Fokus utama justru pada bagian yang paling sering disentuh dan benda yang digunakan oleh orang yang sedang sakit.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Menurunkan Risiko Flu, Mulai dari Vaksin hingga Rajin Cuci Tangan

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh

Gagang pintu, sakelar lampu, remote televisi, meja, pegangan kulkas, keran, dan tombol toilet termasuk permukaan yang sering disentuh banyak orang.

Bersihkan bagian tersebut secara rutin menggunakan sabun dan air atau produk pembersih yang sesuai. Ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit, permukaan yang sering disentuh dapat dibersihkan dan didisinfeksi lebih sering.

Ponsel juga jangan dilupakan karena benda tersebut sering berpindah dari tangan ke tangan dan kerap didekatkan ke wajah.

Baca Juga: Air Asin Bisa Merusak Mesin Cuci, Kenali Tanda Korosi dan Cara Mencegahnya

2. Bersihkan Terlebih Dahulu Sebelum Disinfeksi

Membersihkan dan mendisinfeksi merupakan dua proses berbeda.

Membersihkan bertujuan mengangkat kotoran dan sebagian besar kuman dari permukaan. Sementara itu, disinfeksi menggunakan bahan tertentu untuk membunuh virus dan bakteri yang masih tersisa.

Karena itu, permukaan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum menggunakan disinfektan. Langkah tersebut membantu produk disinfeksi bekerja lebih efektif.

Disinfeksi terutama perlu menjadi perhatian ketika seseorang di rumah sedang sakit atau terdapat penghuni dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Baca Juga: Bahan Kimia Berbahaya di Rumah, Sofa hingga Wajan Antilengket Perlu Diwaspadai

3. Jangan Lupakan Kamar Orang yang Sakit

Kamar yang digunakan oleh anggota keluarga yang sedang flu perlu dibersihkan secara berkala. Fokuskan perhatian pada meja samping tempat tidur, sakelar lampu, gagang pintu, remote, serta benda lain yang sering disentuh.

Jika memungkinkan, pisahkan barang-barang pribadi orang yang sakit untuk mengurangi perpindahan kuman melalui benda yang digunakan bersama. Membuka jendela juga dapat membantu meningkatkan pertukaran udara apabila kondisi cuaca dan lingkungan memungkinkan.

4. Cuci Seprai dan Perlengkapan Tidur

Seprai, sarung bantal, selimut, dan handuk yang digunakan orang sakit sebaiknya dicuci secara rutin.

Healthline menyarankan mencuci perlengkapan tersebut menggunakan suhu air paling panas yang masih aman untuk bahan kain. Jangan mengibaskan cucian kotor sebelum memasukkannya ke mesin cuci karena tindakan tersebut berpotensi menyebarkan partikel ke udara.

Setelah dicuci, keringkan perlengkapan hingga benar-benar kering sebelum digunakan kembali.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Rumah Tetap Bersih, Sehat, dan Bebas dari Kuman

5. Perhatikan Kamar Mandi

Jika orang yang terkena flu menggunakan kamar mandi bersama, area yang sering disentuh perlu dibersihkan secara rutin.

Beberapa bagian yang dapat menjadi prioritas antara lain gagang pintu, keran, tombol toilet, wastafel, dan pegangan pada area shower. Jika memungkinkan, kamar mandi yang digunakan bersama orang sakit sebaiknya dibersihkan dan didisinfeksi setelah digunakan.

Jika pembersihan setelah setiap penggunaan tidak memungkinkan, setidaknya permukaan yang sering disentuh perlu dibersihkan secara berkala.

6. Jangan Abaikan Alat Elektronik

Televisi, remote, keyboard, tablet, konsol gim, dan ponsel juga dapat menjadi permukaan yang sering disentuh.

Gunakan produk pembersih yang memang sesuai dengan jenis perangkat. Jangan menyemprotkan cairan pembersih secara langsung ke perangkat elektronik. Gunakan kain atau tisu yang sesuai dan ikuti petunjuk produsen agar perangkat tidak rusak.

Healthline juga merekomendasikan pembersihan berkala pada perangkat yang digunakan bersama, terutama ketika ada anggota keluarga yang sedang sakit.

7. Tetap Jaga Kebersihan Tangan

Membersihkan rumah saja tidak cukup untuk mengurangi risiko penularan flu. Kebiasaan mencuci tangan tetap menjadi salah satu langkah penting.

Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama setidaknya 20 detik, terutama setelah berada di tempat umum, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, serta setelah membersihkan permukaan yang mungkin terkontaminasi. Jika sabun dan air tidak tersedia, pembersih tangan berbasis alkohol dapat digunakan sebagai alternatif.

Hindari Mencampur Bahan Pembersih

Satu hal yang tidak kalah penting adalah keamanan ketika menggunakan produk pembersih.

Jangan mencampurkan pemutih dengan cuka atau produk pembersih lainnya. Campuran tersebut dapat menghasilkan uap berbahaya yang berisiko mengganggu pernapasan. Saat menggunakan disinfektan, pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik dan selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.

Pada dasarnya, rumah tidak harus dibersihkan secara berlebihan setiap hari. Membersihkan secara konsisten bagian yang sering disentuh, mencuci perlengkapan tidur, menjaga kebersihan tangan, serta melakukan disinfeksi ketika diperlukan dapat membantu mengurangi penyebaran kuman di dalam rumah. (*)

Editor : Rafael B. Junior
cara membersihkan rumah disinfeksi rumah tips kesehatan kesehatan keluarga flu