PONTIANAK POST - Berkebun di halaman rumah tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Bagi penghobi tanaman dengan ruang terbatas, raised bag dapat menjadi salah satu pilihan wadah tanam yang lebih fleksibel.
Kreator kebun Agiska Rikka Noviana menggunakan raised bag untuk berkebun di rumah. Sebelum menggunakan wadah tersebut, dia bahkan sempat memanfaatkan genteng bekas sebagai tempat menanam.
Menurut Agiska, raised bag memiliki sejumlah kelebihan, terutama bagi pemilik rumah dengan lahan terbatas.
Baca Juga: Tak Sengaja 3 Spesies Baru Ditemukan dari Tanaman Hias Kolektor, Begini Ceritanya
Lebih Mudah Mengontrol Tanaman
Penggunaan raised bag membuat pengelolaan tanaman lebih mudah dibandingkan menanam langsung di tanah. Media tanam dapat lebih diperhatikan, termasuk dalam pengaturan nutrisi dan pertumbuhan gulma.
’’Menanam di raised bag bikin lebih mudah mengontrol tanaman mulai dari nutrisi, gulma, mudah dipindah juga, jadi sebenarnya lebih cocok di tempat yang sempit,’’ ujarnya, dikutip dari Jawapos.
Wadah berbentuk kantong tersebut juga memberikan fleksibilitas ketika penataan halaman berubah. Tanaman dapat dipindahkan ke lokasi lain sesuai kebutuhan tanpa harus mengubah area tanam secara permanen.
Baca Juga: BRIN Ungkap Cara Mengembangkan Tanaman Hias Bernilai Ekonomi
Bagi pemilik rumah yang memiliki ruang terbatas, fleksibilitas tersebut membuat raised bag dapat digunakan untuk menyesuaikan kegiatan berkebun dengan kondisi halaman yang tersedia.
Bisa Menyesuaikan Penataan Halaman
Salah satu kelebihan raised bag adalah kemudahannya untuk dipindahkan. Hal ini memungkinkan penghobi tanaman mengubah posisi tanaman ketika penataan halaman mengalami perubahan.
Dengan karakter tersebut, raised bag tidak hanya berfungsi sebagai wadah tanaman, tetapi juga memberikan keleluasaan dalam mengatur ruang berkebun di rumah.
Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias
Bagi Agiska, penggunaan raised bag menjadi salah satu cara memanfaatkan ruang yang tersedia tanpa harus mengandalkan area tanah sebagai tempat menanam. (*)
Editor : Chairunnisya