Jangan Terlalu Padat, Ini Syarat Media Tanam yang Cocok untuk Raised Bag

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:57 WIB
Media tanam dalam raised bag harus gembur, tidak padat, dan berpori agar akar dapat berkembang dengan baik. (DOK JAWAPOS)
Media tanam dalam raised bag harus gembur, tidak padat, dan berpori agar akar dapat berkembang dengan baik. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Keberhasilan berkebun menggunakan raised bag tidak hanya ditentukan oleh wadah dan jenis tanaman. Kondisi media tanam serta pola penyiraman juga perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Kreator kebun Agiska Rikka Noviana menekankan pentingnya media yang memiliki struktur gembur dan tidak padat. Kondisi tersebut membantu akar berkembang sekaligus memperoleh air, nutrisi, dan oksigen.

Pastikan Media Tetap Gembur

Media tanam yang terlalu keras dapat menghambat pertumbuhan akar. Tanaman juga dapat mengalami kesulitan memperoleh air dan nutrisi apabila media terlalu padat.

Baca Juga: Jangan Asal Tanam, Ukuran Raised Bag Perlu Disesuaikan dengan Jenis Tanaman

’’Media yang terlalu keras dapat menghambat pertumbuhan akar dan membuat tanaman kesulitan memperoleh air serta nutrisi,’’ lanjut Agiska, dikutip dari Jawapos.

Dia juga menjelaskan bahwa media tanam perlu memiliki pori-pori yang cukup.

”Media tanam harus gembur, tidak padat agar akar berkembang dengan baik, porous karena tanaman selain butuh air, nutrisi juga oksigen,’’ terangnya.

Baca Juga: Raised Bag Jadi Pilihan Berkebun Praktis untuk Halaman Rumah yang Lahannya Terbatas

Atur Penyiraman

Setelah tanaman ditanam, penyiraman menjadi bagian penting dalam perawatan. Agiska biasanya melakukan penyiraman pada pagi dan sore hari.

Jika kondisi tidak memungkinkan, penyiraman setidaknya dilakukan sekali sehari dengan memperhatikan keadaan media.

’’Kalau saya siram di pagi dan sore atau minimal sehari sekali. Untuk jumlahnya dikira-kira saja sampai media tanam basah,’’ katanya.

Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias

Penyiraman perlu dilakukan secukupnya agar media tetap lembap dan tidak terus-menerus tergenang. Kondisi media yang terlalu banyak air dapat mengganggu pertumbuhan akar.

Tidak Harus Selalu Ganti Media

Media tanam dalam raised bag juga tidak selalu harus diganti setelah satu kali panen. Agiska memilih memperbaruinya dengan menambahkan tanah, pupuk kandang, dan pupuk kompos, kemudian menyiramnya dengan asam humat.

Cara tersebut dapat dilakukan selama kondisi media masih layak digunakan.

Namun, penggantian media diperlukan ketika kondisinya sudah terlalu keras dan padat atau mulai menimbulkan masalah bagi tanaman.

Baca Juga: Rahasia Sayuran Subur Berasal dari Kompos Organik Limbah Dapur

’’Diganti kalau media terlalu keras dan padat, air menggenang, akar sering busuk atau banyak penyakit menyerang tanaman,’’ ucapnya.

Dengan memperhatikan kegemburan media, penyiraman, serta kondisinya setelah panen, perawatan raised bag dapat dilakukan secara berkelanjutan selama media masih layak digunakan. (*)

Editor : Chairunnisya
penyiraman tanaman Agiska Rikka Noviana media tanam raised bag asam humat pupuk kompos