Tips Berkebun Pakai Raised Bag agar Tanaman Tumbuh Optimal di Halaman Rumah

Chairunnisya • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:04 WIB
Media tanam dalam raised bag harus gembur, tidak padat, dan berpori agar akar dapat berkembang dengan baik. (DOK JAWAPOS)
Media tanam dalam raised bag harus gembur, tidak padat, dan berpori agar akar dapat berkembang dengan baik. (DOK JAWAPOS)

PONTIANAK POST - Berkebun menggunakan raised bag bisa menjadi pilihan bagi penghobi tanaman yang ingin memanfaatkan halaman rumah secara lebih fleksibel.

Wadah berbentuk kantong ini dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran dengan ukuran yang disesuaikan.

Dilansir dari Jawapos, kreator kebun Agiska Rikka Noviana membagikan sejumlah tips berkebun menggunakan raised bag, mulai dari memilih ukuran wadah, menyiapkan media tanam, hingga merawatnya setelah panen.

Baca Juga: Jangan Terlalu Padat, Ini Syarat Media Tanam yang Cocok untuk Raised Bag

Sesuaikan Ukuran Raised Bag

Pemilihan ukuran raised bag perlu disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan. Sayuran dengan akar relatif pendek seperti bayam dan kangkung cukup ditanam menggunakan wadah berukuran kecil.

Sementara itu, tanaman seperti tomat dan terong membutuhkan raised bag berukuran sedang hingga besar.

Penyesuaian ukuran wadah penting agar tanaman memiliki ruang yang sesuai untuk pertumbuhan akarnya.

Baca Juga: Jangan Asal Tanam, Ukuran Raised Bag Perlu Disesuaikan dengan Jenis Tanaman

Gunakan Media yang Gembur

Selain ukuran wadah, kondisi media tanam juga perlu diperhatikan. Media sebaiknya gembur dan porous sehingga akar mendapatkan ruang, air, nutrisi, serta oksigen yang cukup.

Untuk menyiapkan media tanam, bahan yang digunakan dapat berupa tanah, pupuk kompos, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Komposisi tersebut dapat digunakan sebagai campuran media sebelum tanaman dibudidayakan di dalam raised bag.

Baca Juga: Raised Bag Jadi Pilihan Berkebun Praktis untuk Halaman Rumah yang Lahannya Terbatas

Perhatikan Penyiraman

Penyiraman menjadi bagian penting dalam perawatan tanaman di raised bag. Penyiraman dapat dilakukan pada pagi dan sore hari atau minimal sekali sehari.

Air diberikan hingga media menjadi basah, tetapi tidak sampai tergenang. Kondisi media tetap perlu diperhatikan agar penyiraman tidak berlebihan.

Manfaatkan Bahan Organik

Raised bag juga dapat dimanfaatkan untuk membantu mengolah sampah organik. Bahan organik dapat dikubur di dalam raised bag agar terurai dan menjadi bahan organik.

Baca Juga: Bayam Batang Pink, Sayuran Unik yang Sekaligus Jadi Tanaman Hias

Dengan cara tersebut, wadah tanam tidak hanya digunakan untuk membudidayakan tanaman, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat penguraian bahan organik.

Media Tidak Harus Langsung Diganti

Setelah panen, media tanam di dalam raised bag tidak harus langsung diganti selama kondisinya masih baik. Media dapat diperbarui dengan menambahkan tanah, kompos, dan pupuk kandang.

Baca Juga: Sawi Samhong King, Sayuran Jumbo yang Cocok untuk Pekebun Rumahan

Penggantian media baru diperlukan ketika kondisinya mulai bermasalah. Beberapa tandanya adalah media menjadi keras dan padat, air menggenang, akar sering busuk, atau tanaman banyak terserang penyakit.

Dengan memilih ukuran raised bag sesuai tanaman, menggunakan media yang gembur dan porous, serta memperhatikan penyiraman dan kondisi media, kegiatan berkebun di dalam raised bag dapat dilakukan secara lebih teratur. (*) 

Editor : Chairunnisya
tanaman sayuran raised bag Agiska Rikka Noviana Tips Berkebun media tanam